ELEANOR

ELEANOR
Pulang



Millia tersenyum kemudian membalas lambaian Carla


"Tentu,aku akan terus seperti ini Carla"Ucap Millia lirih.Setelah itu ia berbalik dan kembali memasuki mansion dengan anggun selayaknya seorang Lady




'Swisshhh'Suara angin menerpa rambut merah muda nya yang berkibar


'Klutuk,klutuk'Kereta kuda itu sedang dikendari oleh seorang laki laki paruh baya sementara di belakang terlihat seorang gadis kecil yang tengah duduk dengan tenang merangkul lututnya.


"Nak,apa kamu bosan?"


"Em..."Carla melihat lihat ke atas pohon.Sejujurnya kalau dibilang Carla bosan mungkin memang benar karena Carla hanya duduk dari tadi namun apa yang ia akan lakukan jika tidak duduk dengan tenang?Carla menarik jubah kasar yang diberi ayahnya tadi sampai menutupi rambutnya,sungguh ia sangat silau dan lagi saat ini hawanya panas.Gadis kecil itu duduk sambil menenggelamkan wajahnya di antara lututnya,ia ingin tidur karena tau pasti perjalanan ini akan sangat membosankan namun jalanan yang dilewati kereta kuda tidak rata sehingga membuat Carla sering kali terbentur.Carla terus melihat ke arah pemandangan pohon yang menjulang tinggi,dan hal itu sedikit membuatnya heran.


Bagaimana waktu itu Carla naik ke atas pohon sementara pohon nya sangat tinggi jika dilihat dengan seksama dari posisi Carla saat ini?Manjat.Kalian tau manjat?yups,Carla dan ayah nya memanjat pohon waktu itu bukan terbang loh ya,apalagi berjalan di atas batang pohon.Nggak ada yang kek gitu.Mereka benar benar seperti manusia biasa,tidak ada sihir yang bisa membuat mereka terbang atau menapaki udara jadi tolong kubur dunia fantasi kalian dalam dalam!.Dan untuk yang berlari di atas pohon?itu memang bisa untuk seorang pemburu yang terlatih akan keseimbangan nya,hal tersebut tidak disarankan untuk pemburu biasa atau baru dan lagi jika berlari di atas pohon harus memperhatikan jarak pohon satu ke pohon yang lain sehingga tidak meleset kakinya saat berlari


Kuku Carla pun sekarang jadi rusak karena memanjat pohon tapi untung lah Carla mampu menyembuhkan dirinya sehingga luka goresan dijari nya segera sembuh.Saat memanjat pohon pun Carla dan ayahnya meletakkan semua barang selain bekal ,yaa tentu itu harus dilakukan karena barang yang mereka bawa sangat berat.Tidak mungkin kan memanjat sambil menggendong senjata dan keranjang besar?


.......


.......


.......


Berhari hari Carla dan ayahnya lewati dengan sangat mulus,saking mulusnya Carla benar benar sangat sangat bosan.Tidur 3-5 jam,kemudian bangun lalu meneruskan perjalanan,lalu makan bekal dan meneruskan perjalanan lagi lalu saat Sang ayah sudah lelah,waktunya tidur lagi dan bangun seperti biasa.Ya kegiatan itu dilakukan berulang ulang selama beberapa hari,Sang ayah pun memacu kuda nya dengan kecepatan tinggi sehingga 2 hari yang lalu desa Mogri sudah terlewati dan kini mereka berada di hutan.


3 hari terlewati dan sampailah Carla di Lodging Chrett.Sungguh memerlukan kesabaran yang begitu besar melawan kebosanan.


2 hari kemudian,Carla sudah mau sampai dirumahnya.Membutuhkan waktu 1 minggu untuk ia pulang dengan kereta kuda sementara untuk ia berangkat membutuhkan 2 minggu dengan berlari.


Flashback On~


Beberapa jam yang lalu,Cal sedang main dengan gembira lalu ia begitu senang melihat kupu kupu yang terbang.Cal pun mengikuti kupu kupu tersebut masuk kehutan


Sementara Blic yang baru keluar dari rumah untuk menjemur pakaian begitu terkejut melihat Cal berlari masuk ke hutan.Karena hal itu Blic pun mengejar Cal dan meninggalkan keranjang baju di halaman begitu saja


Kereta kuda sudah sampai dirumah,Carla melompat untuk turun.Ia sedikit terkesiap saat melihat tidak ada Cal yang biasanya bermain dan berlari di halaman rumah,lalu Carla menemukan keranjang baju tergeletak di halaman.Carla pun tak banyak bicara segera masuk kerumah,Ia mencari di lantai 1 namun tidak menemukan keberadan 2 orang keluarganya,Ia melihat ke arah lantai 2 sejenak kemudian berbalik begitu saja


"Ayah!!!Ayo kita ke hutan"Ucap Carla pada Sang ayah yang hendak turun dari kereta kuda.Carla naik lagi begitupun dengan Collyn.


Collyn tak banyak tanya karena firasatnya juga merasakan cemas pada anak dan istrinya.


'Ngikkk' Ringkikan kuda terdengar bersamaan dengan laju kereta kuda itu dikendarai dengan kencang


Sementara Carla yang tadi naik ke kereta kuda kini memanjat pohon dari atas atap kereta nya,meski ia takut namun ia ingin melihat situasi dari atas pohon


Sementara tak jauh dari kedalaman hutan terlihat anak laki laki kecil yang sedang ketakutan sambil memegang batu di tangan nya,Sungguh ia takut tatkala melihat kupu kupu yang ia kejar dimakan oleh sebuah tumbuhan yang berukuran besar.


"A-Apa itu?Apa itu bunga?Atau monster?"Batin anak kecil itu


"Cal...Cal"Terdengar teriakan memanggil sang anak


Anak yang tak lain adalah Cal itu pun menoleh lalu ia menemukan ibunya sedang mengejar dirinya kemari


"I-Ibu"


"Cal,Kamu mau,Hosh...Kema-"Blic menengok ke arah depan Cal betapa terkejutnya ia sampai sampai kata katanya terputus begitu saja



"C-Cal...Kemarilah nak!"Pinta Blic lirih sambil mengulurkan tangan pada anaknya


"Hiks...Tidak bisa ibu.Jika Cal bergerak,maka makhluk ini akan tau"Ujar Carius dengan mulut tanpa suara


"Uhh...Cal tidak boleh nangis.Ini cengeng namanya"Batin Cal sambil menghapus air matanya dan menutup rapat mulutnya


Kemudian dengan keberanian Cal berencana melempar kan batu yang ia genggam itu ke arah lain bukan malah melemparnya ke arah makhluk tersebut tapi melempar ke arah lain sementara saat batunya terlempar ke arah berlawanan dan pastinya akan mengeluarkan suara ntah itu hanya 'Krusuk,kresek' namun itu sangat penting bagi pengalihan,kemudian Cal akan berjalan ke arah Blic namun tidak berlari.Cal akan melakukan rencana nya saat ini


Setelah ia melempar dan benar saja makhluk itu menuju ke arah suara dengan batang nya yang panjang,namun akarnya tetap di dalam tanah.Cal berjalan dengan hati hati dan berusaha tidak mengeluarkan suara,bayangkan anak kecil yang hari ini genap berumur 4 tahun harus merasakan deg deg an yang luar biasa hebat dan tau dirinya diambang kematian saat ini namun keinginan hidup yang kuat membuatnya melawan rasa takutnya,Beginilah cara manusia hidup di zaman dan dunia yang rusak ini,dunia ini pada dasarnya memang hancur namun manusia adalah makhluk yang mudah beradaptasi dengan keadaan sehingga mereka mampu hidup hingga generasi sekarang.


Memegang senjata?Itu harus!Wahai anak dan cucu cucu di masa depan,Lihatlah!Para leluhur kalian disini yang berjuang melawan ajal mereka,dan harus memegang senjata saat masih dini hanya demi mempertahankan sebuah kehidupan.Tak terhitung jumlah nya,anak anak menjadi yatim piatu,seorang istri menjadi janda.Lengkapnya keluarga menambah derita seseorang yang menjadi sebatang kara.