
Tragis.Rumah yang nyaman,harum serta indah untuk dilihat kini hancur tak berbentuk...mungkin dari luarnya rumah itu masih berdiri akan tetapi tetap terlihat rusak seperti mau rubuh,bahkan dengan sekali pegang nampak sekali pintu rumah itu akan hancur.Yaaa~Setidaknya tidak rata dengan tanah
"Hoamm..Gila!!!Laki laki ini benar gila sebagai manusia.Dia sangat kuat seperti ku!"Ucap nya sekali lagi memuji laki laki paruh baya yang sudah mati dengan tubuh yang mengenaskan
Collyn mati dengan tubuh yang tak sempurna,organ organ nya keluar dan hanya meninggalkan potongan potongan tubuh yang tak lengkap.Darah berceceran dan menggenang di lantai kayu rumah itu begitupun dengan Blic yang sudah tak lagi bernafas sejak tadi,namun senyuman Blic tak pernah pudar menghiasi wajah masa tua nya
Laki laki tampan bernama Horald itu pun menyeret dengan paksa monster brutal berwujud kalajengking,sungguh ia sedikit kesulitan karena monster tersebut adalah kalajengking tingkat tinggi yang ada di cerita yunani.
Namun aura hitam yang lebih besar menekan monster itu dan membuat nya masuk dengan paksaan ke dalam mulut Horald
"Hah...Kini tugas ku sudah selesai,sekarang kau yang harus keluar!"Ujar wanita itu kemudian aura hitam pekat mengelilinginya dan terpisahlah 2 badan yang menyatu,dari badan wanita tersebut keluar ujung kepala sampai ujung kaki laki laki...dan muncul tubuh laki laki yang terpisah dari badan seorang perempuan.Laki laki itu membuka matanya bersamaan dengan menghilang nya badan sang wanita.
Ia berdiri di atas dahan pohon sembari melihat jauh arah rumah Carla.
"Tuan,Gadis itu tak ada di rumah.Apa saya harus menunggunya pulang?"Ucap Horald yang sudah tiba pada seorang laki laki yang tak lain adalah tuan nya
"Tidak usah"Laki laki itu menjawab dengan dingin
"Biarkan saja dia.Justru karena hal ini,maka ia yang akan mencari monster yang merenggut nyawa orang tua nya dan tentu hal itu akan membuat nya tumbuh dengan dendam,Aku hanya tinggal menunggu nya saja karena aku yakin dia akan menuju ku suatu saat nanti atas peristiwa ini.Sekarang aku cukup senang karena mengacaukan takdir yang ditulis oleh para dewa dan dewi itu"
"Aku lebih heran lagi.Bagaimana bisa menghabiskan waktu selama ini?Padahal hanya menghabisi dua orang manusia?"Kata nya sekali lagi meminta penjelasan
"Maaf kan hamba tuan,tapi ada satu orang yang sangat kuat nampaknya ia adalah pemburu tingkat tinggi"Terang Horald
"Oh...Hahaha,sudah kuduga.semakin lama tahun berlalu,Manusia akan semakin kuat dari generasi ke generasi dan tunas tunas berbakat akan tumbuh banyak di antara mereka"Ujar nya namun dengan tawa yang aneh,sulit di artikan ekspresi nya saat ini
"Ayo kita segera pergi!Aku merasakan aura suci yang datang dari hutan menuju rumah nya"Laki laki itu mengajak Horald untuk segera pergi dari medan pertempuran
'Srrr' Kedua laki laki itu pergi bersamaan dengan desiran angin
Sekian lama,Carla baru sampai di rumah.Jarak antara hutan dan rumah nya terbilang lumayan jauh karena menghabiskan waktu paling tidak sampai matahari terbenam,sementara pembantaian keluarganya tak sampai dalam waktu selama itu.
'Tap' Carla sampai di pagar rumahnya,firasatnya semakin menjadi saat melihat halaman rumah nya hancur begitupun dengan Cal yang nampaknya juga syok berat
Ia melepas peganganya dari tangan Cal kemudian berlalu menuju rumah.Sungguh tragis,saat ia melihat pemandangan penuh darah di depannya.
Sepatu nya becek karena genangan darah yang mengental dan saat ia melihat potongan tubuh ayahnya yang terpisah pisah
"Uph-"Carla menutupi mulutnya karena bau darah yang anyir tercium pekat,Cal pun berjalan ke arah kakaknya saat mendengar kakak nya hendak muntah
Padahal pagi tadi mereka sekeluarga masih saling berbicara satu sama lain,situasi dengan cepat nya berubah.
Carla samar samar juga mencium bau makanan dari arah dapur nampak Blic hidup beberapa saat lalu sedang memasak atau menyiapkan makanan untuk anak anak nya pulang.Sungguh miris!
Cal sampai menggigit bibir bawahnya melihat jasad kedua orang tua nya yang sangat menyedihkan.Kini kehidupan mereka mulai berubah.
Carla yang baru menyadari bahwa Cal tengah melihat pemandangan di depan ini pun segera menggandeng tangan Cal.Ia mengajak adik nya berbalik.
'Tetap hidup bagaimana pun caranya' itu sudah tertanam lekat di benak kedua anak kecil tersebut...dan sang ayah selalu menanamkan perkataan tersebut sejak dini.
Namun...tetap hidup dengan jiwa yang sudah tak waras,apa itu masih dapat di sebut hidup?
Carla sebenarnya ingin menguburkan jasad kedua orang tua nya secara layak namun ia tak mampu,sungguh!Sehingga membuat gadis itu harus segera pergi tanpa mengebumikan jasad Blic dan Collyn
Carla menggandeng tangan adiknya dengan tangan bergetar,tubuhnya pun gemetaran namun ia tutupi agar sang adik tak merasa ketakutan.
Cal melihat tangannya yang di gandeng erat dengan jemari Carla yang gemetar kecil,nampak ia sedang memandang sendu sosok Sang kakak yang membelakangi nya saat ini.
'Tangan kakak terasa dingin' hanya itu yang mampu ia keluarkan dalam batin anak kecil tersebut
Carla pergi ke ruang senjata ayah nya sebentar untuk mengambil senjata nya dan senjata Cal yang sudah ia selesaikan
"Nih!Cal pegang erat ya dan...maaf kakak telat mengucapkan,Selamat hari lahir Cal"Ucap Carla dengan mata berkaca kaca namun dengan cepat ia memalingkan nya
"...Apa ini hadiah nya kak?" Ya~Cal genap berusia 5 tahun.Seharusnya ini adalah hari bahagia untuk anak kecil itu akan tetapi hari ini justru menjadi tragedi berdarah dalam hidup nya...betapa hancur hati Cal saat ini
"Iya"Carla menjawab dengan senyuman manis namun terlihat saat ini ia begitu menyedihkan.Carla pun menyerahkan lampu minyak kepada adik nya
"Cal nanti saat malam kakak berlari,kamu yang pegang ini untuk menerangi jalan"Ucap Carla,Cal mengangguk paham
"Ayo kakak gendong dek!Kita harus segera pergi dari sini,disini sudah tak aman"Ajak Carla sembari berlutut membiarkan adiknya naik
"Kemana?"Tanya nya
"Emm...Ke daerah teman kakak?"Jawab Carla sambil berpikir
"Tapi itu kan jauh kak"Ucap nya dan Carla tersenyum sebagai jawaban seolah olah bilang tidak apa apa.Kereta kuda tak ada di tempat nya,hilang ntah kemana mungkin saat insting kuda merasakan tanda tanda monster maka dari itu ia berlari meninggalkan rumah Carla.Jika kereta kuda ada pun Carla tetap tak akan mengendarainya karena terlihat dengan jelas bahwa kayu dari kereta kuda itu akan rusak dan lagi Carla tak bisa mengendarai kereta kuda...Carla tak mau mengambil resiko berbahaya seperti itu