
jam istirahat telah usai semua mahasiswa sudah berkumpul di lapangan
tapi dari arah samping terlihat ada seorang yang ngos~ngosan berlarian masuk ke barisan
semua mata tertuju padanya , ada yang memandang kasihan, ada yang sinis dan ada juga yang bertatap mesum melihatnya
dasar mata lelaki memang tak jauh dari wanita cantik.
farel yang melihat itupun menyeringai
"hei.... kamu yang baru saja masuk ke barisan, sini kamu maju ke depan "
panggil farel sebagai ketua panitia ospek
gadis itu pun maju ke depan dengan perasaan malu dan juga sedikit takut menyadari dirinya telah melakukan kesalahan
"ia ka "
"kamu tahu apa kesalahan kamu ?"
tanya farel dengan nada dingin
"ia ka, saya telat , maaf tad..."
ucap lea seraya menunduk
ternyata gadis yang berlari ngos ngosan adalah eleanor
"maaf kamu bilang "
bentak farel di depan semua mahasiswa ospek
"sekarang kamu berdiri di bawah tiang bendera , hormat sampai waktu yang saya tentukan "
ucap farel sambil menunjuk tiang bendera
"rel ko loe jahat banget si ngehukum si cantik "
bisik dino tidak tega melihat gadis cantik di depannya di bentak dan di hukum seperti itu
"diem loe gue yang nentuin hukuman disini "
"tapi rel..."
"diem.. atau loe yang gue hukum."
dino pun langsung kicep, dan mengumpat farel dalam hati
"dasar arogan, awas aja kalau nanti jatuh cinta "
"tunggu apa lagi , cepat hormat di bawah tiang bendera "
bentak farel pada lea
'sial ni orang, gue cuma telat bentar dihukum segitunya' gumam lea dalam hati sambil berjalan ke arah tiang bendera
semua mata tertuju padanya tak terkecuali dino, bima dan juga radit
mereka tak habis fikir dengan jalan fikiran farel gadis secantik lea kenapa di hukum segitunya bukannya di manis ~ manisin.
"dengar semuanya, kalian ini mahasiswa baru kalau hari pertama kalian udah bikin masalah dan ga disiplin gimana kedepannya kalian kuliah disini, MENGERTI SEMUANYA "
Teriak farel kepada semua mahasiswa baru
"mengerti ka "
jawab semua serempak
~
~
~
~
~
~
~
jam sudah menunjukan jam tiga sore tapi eleanor masih berdiri hormat di bawah tiang bendera. semua mahasiswa baru tak ada yang berani menolongnya
mukanya sudah penuh dengan peluh, kakinya terasa begitu pegal tapi tanda tanda si ketua menyudahi hukumannya pun belum muncul
"Ya Allah aku udah haus banget "
ucapnya sambil mengusap lehernya dan juga dahinya yang penuh dengan peluh keringat
"rel ko loe tega si nghukum si cantik sampai segitunya , udahin rel kasian dia
abang ga rela liat neng cantik seperti itu "
bujuk dino pada farel
mereka sedang dipinggir lapangan sambil melihat si cantik dan juga mengawasi mahasiswa baru yang sedang diberi tugas
"gila loe rel, ketua kompeni loe mah "
timpal bima yang juga tidak terima dengan cara farel menghukum si cantik
"kualat ntar loe "
randi juga emosi melihat farel diam aja
sementara dibawah tiang bendera lea sudah pucat pasi, berdiri begitu lama ditambah jam makan siang tadi ia tidak makan karena perutnya yang sakit sehingga waktunya dihabiskan di toilet.
kepalanya sudah berputar putar rasanya kakinya sudah tidak kuat lagi menopang beban tubuhnya
dan tiba ~ tiba
BUGH
semua mata tampak terkejut melihatnya tak terkecuali farel yang langsung bangun dan berlari sekencang mungkin namun langkahnya terhenti saat melihat pemandangan di depannya, ia berbalik dan menghentakkan kakinya..
lea terjatuh pingsan untungnya daniel menangkapnya , ia hendak memberikan minum saat melihat eleanor di hukum hormat dibawah tiang bendera
tapi tanpa di duga lea malah terjatuh pingsan, untung dirinya sigap menangkapnya
sedangkan dino , bima dan juga randi tampak shock, tapi detik kemudian mereka nyengir kuda melihat tingkah absurd sahabatnya yang langsung berlari paling kencang namun kalah cepat dengan saingannya
dasar si farel munafik
dan sejurus kemudian mereka saling berpandangan dan tertawa sekencangnya
~
~
~
~
daniel menggendong lea menuju unit kesehatan, mendorong pintu dan dengan hati hati meletakkan lea di atas tempat tidur
"kenapa gadis cantik ini?"
tanya dokter yang berjaga
"dia pingsan dok "
jawab daniel yang terlihat panik
"baik akan saya periksa dulu "
"gimana dok? dia baik baik saja kan dok?"
tanya daniel yang masih kawatir
.
"dia nampaknya dehidrasi , saya akan pasang infus biar ada cairan yang masuk "
dokter menyuruh asistennya untuk memasang infus
"tenang saja daniel dia tidak apa apa, sebentar lagi juga dia sadar
kamu jaga saja dia kalau dia bangun berikan dia minum "
ucap dokter yang tersenyum dan menepuk pundak daniel, sambil menahan senyum dan heran
bagaimana daniel bisa sebingung itu padahal dirinya adalah mahasiswa terpintar di jurusan kedokteran, seharusnya dia sudah paham dan bisa menangani sendiri tapi mungkin karena panik dan orang yang di gendongnya spesial membuat ilmunya dalam sekejap seperti menguap entah kemana
"hahahaha daniel daniel, mahasiswa kedokteran terpintar ternyata bisa telmi juga gara gara wanita "
"hehehe dokter saya cuma sedikit panik dok jadi wajar aja "
"iya iya dokter percaya , ngomong ~ ngomong siapa gadis ini sepertinya aku belum pernah melihat sebelumnya ?"
"dia mahasiswa baru dok, dia pingsan karena dihukum berdiri di bawah tiang bendera lama banget sama ketua panitia yang arogan "
ucap daniel berapi api mengepalkan tanganya tidak terima dengan cara farel menghukum mahasiswa baru
"oh...pantes dokter nampak asing , ternyata dia mahasiswa baru
tapi kenapa dia tampak spesial olehmu padahal dia cuma mahasiswa baru? "
"saya cuma ga tega dok "
"ga tega apa ga tega? siapa namanya? "
tanya dokter sambil nyengir kuda
"namanya eleanor dok "
"nama yang cantik seperti pararnya yang juga cantik "
daniel hanya tersenyum memgangguk menanggapinya
~
~
~
~
~
lea mengerjapkan matanya nampak dinding putih dan korden serba putih
"dimana aku? "
"lea kamu udah sadar? duduklah minumlah air putih ini untuk memulihkan tubuhmu "
ucap daniel sambil memberikan segelas air putih
"ka daniel?, aku dimana ka? kenapa aku ada disini?"
tanyanya heran kenapa tiba ~ tiba dirinya bersama daniel di ruangan ini
"minum dulu airnya lea, nanti aku jelasin kenapa kamu bisa di sini "
lea pun menurut meminum air putih yang disodorkan daniel padanya dan meletakan kembali gelasnya di atas nakas
"jadi aku kenapa ka?"
"tadi kamu pingsan karena kelelahan di hukum hormat di bawah tiang bendera"
Lea ingat gara gara si ketua arogan yang menghukum dirinya keterlaluan, padahal dirinya hanya terlambat sebentar tapi si ketua arogan tak mau mendengarkan alasannya
'dasar cowo arogan tidak berperasaan'
tangannya mengepal tidak terima dengan perlakuan semena menanya namun dirinya bisa apa, dia hanya bisa mengumpat dalam hati saja
"makasih ya ka udah nolongin aku, hari ini udah dua kali kaka nolongin aku sekali lagi terima kasih"
"ga usah sungkan lea"
daniel juga heran dengan dirinya, ia tak seperti biasanya yang selalu cuek dengan perempuan.
tak sedikit gadis yang mengejar ngejarnya namun tak ada yang ia hiraukan, tapi dengan lea ia baru berjumpa hari ini pertama kali tapi dirinya sudah langsung peduli bahkan tadi begitu panik melihatnya pingsan
~
~
~
~
~
~
~
~