ELEANOR

ELEANOR
Perdebatan



Tau sendiri lah,Paman Gio tak mau melangsungkan pernikahan saat situasi tak mendukung waktu itu apalagi seniornya mati karena monster,namun Bibi Nia tentu juga tak mau kalah,bukan karena ia merasa tak menghormati mereka yang sedang berduka namun karena usianya sudah lebih dari 20 tahun saat itu dan Bibi Nia tak mau menunggu lebih lama namun setelah paman Gio dan Bibi Nia berunding menyelesaikan permasalahan diantara mereka dengan kepala dingin,akhirnya pun Bibi Nia mengalah dan memaklumi hal itu sehingga mau menunda lagi pernikahan yang seharusnya dilangsungkan beberapa tahun lalu


Tak basa basi,Carla segera membantu Bibi Nia dalam acara doa yang akan dilakukan beberapa hari lagi


Sementara di tempat lain~


'Drap,Drap' Langkah kaki terdengar begitu keras menapaki ubin lantai.Seorang anak laki laki tengah berlari dengan kecepatan tinggi menghindari kejaran laki laki paruh baya berbadan besar di belakangnya.


Rambut pirangnya berkilau terkena cahaya Sang surya yang terik.Nafasnya sedikit tersengal saat ia sudah memutari tempat yang sama 5 kali dan kali ini bocah laki laki itu memilih arah lain untuk mengelabui pengejarnya.


Ia berlari dengan kencang semampu yang ia bisa,Menerjang semak semak pun ia lakukan demi menghindari pengejaran laki laki di belakangnya yang tak lelah sama sekali mengikuti bocah itu


'Srek,Srek'Meski kulit nya menggesek ranting dan daun namun langkah kakinya tetap sama,tak menurunkan kecepatan sedikit pun.Ia masuk ke dalam sebuah bangunan besar bertuliskan 'Library' di papan bangunan


Dengan segera,Bocah itu menolah noleh ke arah sekitarnya untuk menemukan tempat yang cocok sebagai persembunyiannya,setelah merasa menemukan tempat sembunyi.Ia langsung menuju bawah meja untuk bersembunyi namun suara yang ia kenal membuatnya terkejut


"Hei,Bocah nakal!Ngapain kau disini?Kau tak mengikuti kelas lagi?"Tukasnya ketus dan hal itu membuat bocah laki laki yang tengah bersembunyi menampilkan ekpresi masam


"Apa sih!Lagian kau sendiri ngapain disini?"Tanya nya yang tak kalah sinis dengan muka cemberut,siapa lagi kalau bukan Carius yang sudah berusia 8 tahun.


"Aku?Ish,terserah aku lah mau ada dimana"Balasnya


"Hoh~Kalau gitu Cal juga terserah anggap saja ini kebetulan"Balas Cal kemudian memalingkan muka


"...Hei,kau sudah bolos berapa kali?Nanti kak Carla ngomel lagi gimana?"


"Kakak tak akan tau jika tak ada yang bilang"


"Hehhh~Kalau tak ada yang bilang biar aku saja yang bilang pada kak Carla"


"Ish..."Geram Cal namun sedetik kemudian terdengar suara derapan langkah kaki sontak hal itu membuat Cal menjadi panik dan tegang,Sementara Erue terlihat menampilkan ekspresi jahil


"P-" Hampir saja Erue berteriak memanggil pelatih itu namun tentu Cal menutup mulutnya rapat,ia tau siasat yang akan dimainkan Erue


Rue meronta ronta minta di lepaskan hingga ia sampai terjatuh dan berserakan lah kain kain yang Rue pegang sedari tadi


"Berisik.Sudah Cal bilang,Jangan berteriak memanggil Pak pelatih!"Ucap Cal dengan penuh penekanan


"Emm,Em"Rue pun menggangguk cepat karena bukan hanya mulutnya yang ditahan namun juga hidung nya sehingga membuat bocah malang itu kesulitan untuk bernapas.


Cal melepaskan tanganya dari mulut Rue saat dirasa pelatih yang mengejarnya sudah lewat dan dengan cepat Rue menghirup udara dengan rakus


"Kau itu ya!Makanya sudah dibilang berkali kali,jangan bolos latihan kan!Lihat pak pelatih marah padamu.Katanya mau melindungi kak Carla maka dari itu kau harus jadi kuat!"Omel nya serasa seperti emak emak.


"Ish.....Masih mending diizinkan untuk berlatih pedang dan menjadi hunter tapi malah di sia sia kan"Ujarnya seraya memunguti kain kain itu,Cal hanya terdiam paham karena ia tau betul,Bocah yang sepantaran dengannya itu tak diperbolehkan untuk menjadi hunter oleh kakaknya.


"Salah sendiri tak belajar pedang dan tak keras kepala seperti Cal"Tukas Cal,Sontak membuat Rue menoleh dan menatap tajam pada Cal


"Aku tak diperbolehkan,mana bisa aku tetap belajar dan menjadi Hunter sementara kakak tak mengizinkannya,aku tak sepertimu yang keras kepala"


"Makanya itu yang membuatmu berakhir di tempat seperti ini kan!"


"....Sudah lah,aku pun sudah senang dengan diriku yang sekarang"Ucap nya seraya duduk di salah satu kursi dan mulai merajut lagi kain yang belum jadi.Erue yang sekarang beda dengan Rue yang tengil dulu,mungkin ketengilannya tak berubah banyak namun hobi dan kepribadiannya sedikit berbeda,Erue yang sekarang lebih ke arah perempuan.Ia suka menjahit,memasak dan hal yang dilakukan perempuan sebagai hobi.Apa itu karena tragedi yang menimpanya atau karena ia yang tak diperbolehkan mengikuti jalan kakaknya dan terpaksa harus mencari hobi baru yang membuatnya berakhir disini?Erue pun cantik,Ia memanjangkan rambutnya tak seperti kebanyakan anak laki laki,Rue juga menjadi sangat penurut.Berbeda dengan Cal yang semakin harinya tambah nakal.


Namun meski begitu,Erue yang sekarang terlihat senang dan menikmati hobinya.Setiap kali ia luang selalu digunakan untuk memasak makanan baru,merajut dan membaca buku,lebih tepatnya menyendiri namun sekali kali Erye selalu datang menemuinya begitupun dengan Carla dan Millia.


"Tunggu!Kau melakukan apa itu?"Tanya Cal keluar dari bawah meja


"Kau tak lihat?Aku sedang merajut jubah untuk kak Carla" Sontak jawaban itu membuat ekspresi Cal tak sedap dipandang


Cal dengan cepat menarik kain yang tengah dijahit dengan benang oleh Rue


"Untuk apa kau menjahit jubah kakak Cal?"Tanyanya garang


"...Eiyy~Kau cemburu?Karena tak bisa merajut seperti ku?"


"Tidak,untuk apa!"


"Kemarikan!Aku harus menyelesaikan ini sebelum kalian berangkat"Ucapnya meminta kain yang Cal rebut


"Tak mau!"


"Kemarikan!Cepat berikan!Kalau tidak aku akan bilang kalau kau menggangguku termasuk dengan kau bolos lagi hari ini"Ancamnya


"Hum!Kau ternyata hanya bisa mengancam ya"Ucapnya menyerah dan mengembalikan kain itu pada Rue


"Terserah...Eh?Kau tergores?Hihihi,pasti ini goresan terkena ranting ya"Ucap Rue sembari mengangkat lengan Cal,Cal mulai merasakan perih saat ia menyadari bahwa lengannya tergores panjang namun ia tetap diam tak peduli


"Dih,Kau tunggu sini sebentar!"Erue berlari menuju salah satu bangku dan mengambil sesuatu kemudian ia balik menuju Cal dan mengobatinya


"Tak usah diobati juga tak apa apa!"Balas Cal acuh


"Kau jangan seperti itu!Nanti kalau Kak Carla tau bagaimana?Ia pasti mengkhawatirkan mu"Terang Rue,memang berubah,Erue Vroth semakin lembut seperti layaknya seorang perempuan.