ELEANOR

ELEANOR
Kekhawatiran



Setelah selesai,Carla,Millia dan juga Lion segera duduk di kursinya masing masing sambil memakan makanan yang mereka beli sepanjang jalan.


Perayaan tersebut sangat membosankan bagi Millia karena ia sudah sering melihatnya namun tidak bagi Carla yang saat ini berbinar penuh ketertarikan.Pertunjukan terus berlanjut secara bergiliran,Millia mulai serius menonton saat idola nya mulai tampil,Sama seperti Carla yang melihat dengan seksama


Dan yang paling Carla kagumi saat ini adalah nona Arcena.Karena ia memainkan tari yang sangat indah dalam bepedang.Setelah pertunjukan selesai Carla bertepuk tangan.


"Carla,kamu senang?Menurutmu pertunjukannya sangat bagus?"


Carla mengangguk menjawab perkataan Millia


"Syukurlah kau senang"


"Iya.Kau lihat tadi,Millia?Nona Arcena sungguh keren ia menari dengan gerakan yang lincah juga gagah namun tetap terlihat indah"Puji Carla


Millia mengangguk mengerti,jujur saja penampilan nona Arcena memang sangat memukau,Nona Arcena memang populer dan terkenal dalam menunjukkan seni pedang jadi bukan hal aneh bagi kebanyakan orang didaerah tersebut menyukai dan menyanjungnya tak terkecuali Miliia padahal asal usul nona tersebut masihlah gamblang dan masih dipertanyakan.Namun hal itu juga yang membuat Millia menyanjungnya karena merintis kesuksesan dari nol dan tidak diterima di lingkungan baru atau dipertanyakan identitas nya apalagi menyesuaikan diri dengan sekitar itu adalah hal yang susah bahkan saat kesuksesan itu datang lalu banyak orang yang mencari cari asal usul nya.


Setelah pertunjukan selesai,Mereka berniat untuk pulang.Tapi tiba tiba Carla ingat sesuatu,Ia...Belum membeli bahan untuk digunakan membuat kue.Carla menepuk dahi nya karena baru sadar,untung nya mereka belum pulang.Carla pun mengajak Millia untuk mencari toko bahan dapur,Millia mengiyakan,Lion juga tidak ada alasan untuk menolak.Kemudian mereka berjalan ke arah toko bahan dengan arahan Millia yang tau toko toko di daerah nya sendiri.Tak lumayan lama,kemudian Carla sudah selesai membeli semuanya,ia mengingat bahan apa saja untuk membuat kue yang diajarkan bibi Lila.Tentunya kue kue tersebut hanyalah remahan kering dan tidak sebanding dengan kue di masa depan namun tetap saja Carla merasa senang dan puas hanya dengan itu.Dan untuk Carla barter menggunakan apa?Tentunya ia menggunakan sisa buah di keranjangnya dari barter kalung giok nya tadi.


Mereka berjalan terus berjalan.Sungguh saat ini Carla tertawa puas,ia sangat puas dan menikmati malam ini.Millia menggandeng tangan Carla sambil berlari kecil,kemudian Carla juga menggandeng tangan Lion untuk berlari kecil agar Lion tidak berjalan kaku dibelakang sendirian,Keranjang juga bahan yang Carla beli kini dibawakan oleh pelayan Millia karena hal itu Carla dapat menggandeng tangan Millia dan juga Lion.Mereka berlari lari dipenuhi canda tawa juga saling bercerita di bawah remang remang lampu sepanjang jalan.


Mereka sampai di tempat kereta kuda.Ada banyak pengawal yang berjaga di depan,samping dan belakang kereta kuda tersebut.Millia naik diikuti dengan Carla.


Sesampainya di mansion,Millia dan Carla berpisah untuk menuju ke kamarnya masing masing.


Carla menggenggam tangan nya dari tadi bahkan saat di kereta kuda,Ntah kenapa ia memiliki firasat buruk beberapa hari lagi.Namun Carla merasa itu hanya pikiran nya yang lelah karena malam ini sehingga Carla segera tidur dan melupakan kekhawatiranya.Carla tidur ditemani dengan mimpinya,Ia merasa gusar dan gelisah.Bagaimana tidak?di mimpinya Carla melihat Cal sedang mengejar kupu kupu lalu masuk hutan padahal Sang ayah sudah tidak memperbolehkan Blic maupun Cal untuk ke hutan sebelum mereka tiba.Carla meneriakkan nama Cal untuk balik dan tidak melanggar perintah ayahnya namun ucapan nya seolah olah tidak terdengar.


"Hah..Hah,Hosh"Carla yang terbangun di sela sela mimpinya,Pandanganya tertuju pada pintu kamar,ia beranjak berdiri bahkan tidak memperdulikan keringat yang mengucur di dahi nya.Carla ingin ke ayahnya saat ini


Carla mengetuk pintu ayahnya,Meski ia sedang gelisah namun tidak mungkin baginya untuk mengetuk pintu kamar sang ayah secara kasar.Tak lama kemudian terlihat seorang laki laki paruh baya yang sedang menguap berdiri di ambang pintu


"Ada apa nak?"Tanya laki laki paruh baya itu dengan suara khas orang yang tertidur namun di bangunkan secara paksa


"Ayah,besok ayo pulang!"


"Eh?Kenapa terburu buru?Apa kamu tidak suka disini?Atau kamu tidak nyaman berteman dengan Millia?"Tanya nya heran


"Bukan,Bukan itu maksud Carla"Jawab Carla sedikit panik,ia tidak mau ayahnya salah paham tentang pertemanan baiknya antara Millia juga dirinya


"Lalu?"


"Emm,Carla....Rindu Cal.Jadi besok ayo pulang ya,ayah?"Bujuk Carla pada ayahnya untuk mereka pulang besok pagi


(El : Yup,benar.Kamu pulang sana!Harus!,udah ngabisin beberapa chapter tapi kamu masih nangkring disini,Carla.)


"...Yasudah tidak apa apa,Barter nya juga sudah selesai.Baiklah kamu tidur saja malam ini,karena besok kita akan pulang"Kata Sang ayah memutuskan.Carla pun tersenyum senang,kemudian ia berbalik menuju kamarnya untuk lanjut tidur namun langkahnya terhenti mengingat keranjang kecil berisi buah yang diberikan ayahnya kemarin,meski sang ayah nampak tidak apa apa dan tidak mempermasalahkan Carla menghabiskan semua tetap saja Carla merasa bersalah dan tidak enak


Collyn hanya tersenyum dan bilang tidak apa apa lalu ia mengelus kepala Carla.Carla pun mengangguk dan tersenyum,kemudian ia berjalan dengan riang menuju kamarnya.


Carla bengong saat merebahkan diri di ranjang nya,ia menatap langit langit dinding namun tak lama setelah itu kantuknya datang dan mulai terlelap dalam tidurnya.


Pagi hari mulai tiba,kicauan burung terdengar seperti biasa di jendela kamar Carla.Namun sang empu saat ini sudah tidak terlihat bergumul di kasurnya yang empuk,nampak nya ia sudah bangun dari tadi melainkan malah terdengar suara gemericik air dari suatu ruangan kecil di kamar tersebut.


'Kricik,Kricik'


"Huft,hah...Segar sekali"


Carla menikmati berendam nya,ia memang memutuskan untuk mandi sebelum matahari terbit sehingga Carla saat ini melama lama kan ritual mandinya.


Setelah selesai Carla segera memakai baju nya seperti biasa sementara baju punya Millia serta jaketnya,Carla keringkan di balkon setelah mencucinya tadi.


Setelahnya Carla hendak kekamar ayahnya namun sang ayah tidak ada dikamar,Carla pun segera turun dan melihat ayahnya sedang membawa barang yang mungkin hasil barteran nya ke dalam kereta kuda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebelumnya El mau minta maaf banget nantinya kalau nggak sesuai imajinasi kalian.El cuma comot aja di google gitu,sebenarnya sih awal niatnya nggak pakek pemandangan tempat tapi berhubung suasana El yang lagi senang dan El juga pingin aja gitu nyertain foto tempat nya,jadi ya gini...


...Mansion Krysi (Kurang lebih kek gitu ya dan bayangin aja punya 3 lantai 😂)...



...Daerah Nerkel...


...(Nama daerah tempat tinggal Millia,Lupa El nggak kasih nama,jadinya ya asal comot doank itu mah namanya)...



(Abaikan bunganya,karena meski daerah Nerkel makmur akan tetapi bunga bunga tersebut masih terbilang sulit untuk tumbuh apalagi tumbuh secara serempak seperti itu)



...Desa Mogri...



...Rumah Carla yang sederhana dan ditengah hutan...