ELEANOR

ELEANOR
Mencoba menumbuhkan



Setelah selesai makan.


Sang ayah beranjak pergi menuju ruang senjata.Sudah pasti bukan ,ayah akan membuat senjata lagi.


"Carla,Kamu bersihkan alat alat makan kita tadi!Ibu mau ke halaman"Perintah Blic yang mulai berjalan menjauh dari meja makan


"Iya,bu."Carla pun menyiyakan perintah sang ibu.Sementara sang adik pun juga pergi mengambil buku cerita


Carla mulai berdiri mengambil piring dan juga sendok yang kotor.Ia mulai membersihkanya


'Tap,Tap,Tap' Terdengar suara langkah kaki menuju Carla


Carla tau itu adalah suara langkah kaki adik nya.Ia tidak perlu menoleh karena ia tau.


Terlihat Sang adik berlari menuju Carla dengan membawa sebuah buku yang nampak nya buku dongeng


Cal menggeser kursi meja makan agar ia duduk disana,kemudian ia meletakkan buku itu di meja.


Awalnya Cal tenang membaca,tapi tidak lama setelah itu ia mulai tertawa,dan setelahnya ekpresinya berubah menjadi sedih.Carla yang melihat perubahan ekspresi Cal yang begitu cepat pun ingin tertawa.


Setelah selesai mencuci piring.Carla hendak keluar


"Kakak mau kemana?"Tanya Cal.Cal memang selalu membuntuti Carla oleh karena itu setiap Carla beranjak pergi,pasti ditanya oleh Cal


"Hm...Kakak mau menjemur pakaian ini dulu.Ibu belum menjemurnya,Tak tau apa yang dilakukan ibu sekarang"Ucap Carla sambil membawa wadah yang berisi pakaian yang sudah dicuci di danau tadi


"Oh..."


Cal menutup bukunya,ia turun dari kursi untuk membantu Sang kakak membawa pakaian yang hendak dijemur


Carla menjemur pakaian sementara Cal duduk melihat Carla.


"Cal,Apa kamu tidak ada kegiatan lain?"Tanya Carla


"Ada tuh"


"Nah,ada kan.Yasudah,kamu lakukan kegiatan itu "


"Udah."


"Apa?"


"Ishh..tau nggak kak kegiatan Cal saat ini itu melihat kak Carla menjemur pakaian.Nah Cal sedang melakukan kegiatan itu"


Carla terdiam mendengar perkataan sang adik.Nampaknya Carla mulai kesal karena dijahili oleh perkataan adik nya sendiri


"Huft..Maksud kakak bukan yang seperti ini Cal"Jawab Carla sabar.Ia mulai meneruskan menjemur pakaian kembali


"Sama saja."


"Beda lah"


"Sama saja kakak Carla yang cantik~"


Carla kesal sekali karena setiap omonganya,Cal selalu mampu mengimbangi"...Yasudah,terserah"


Cal mulai terkekeh melihat kekesalan sang kakak


"Oh ya Cal,kenapa tidak membaca lagi buku cerita yang kamu bawa tadi?"Tanya Carla


"Nggak."


"Kenapa?Apa tidak seru"


"Hmm,Bukan"


"Lalu?


"Karena lebih penting melihat kakak daripada membaca buku"Ungkap Cal dengan ekspresi wajah yang menjengkelkan


Carla yang mendengar jawaban Cal pun spontan menyentil dahi bocah itu


"Dasar ya anak nakal"


"Ahahahaha"Cal tertawa renyah melihat Sang kakak sudah bertanduk karena kesal


Setelah Carla selesai menjemur,ia masuk rumah diikuti oleh Cal dibelakangnya.


Setelah selesai semua,Ia berniat mencari Blic.Carla berjalan kesana kemari di halaman tapi tak kunjung juga menemukan Blic.


Ia mulai melihat Blic di halaman yang paling sudut.


"Ibuu!"


Panggil Cal dan Carla bersamaan


Blic yang mendengar teriakan memanggil nya,ia langsung menoleh ke sumber suara.Blic mendapati Anak anak nya sedang berjalan ke arah nya.


"Ada apa?"Tanya Blic


"Hehehe,tidak ada apa apa"Jawab Cal


"Ibu,ibu sedang melakukan apa?Tanya Carla melihat ibu nya menanam biji dan tumbuhan


"Sudah tau masih nanya.Ibu sedang menanam tumbuhan"Sarkas Blic


Setelah mendengar jawaban Blic,Carla terdiam...sedikit malu.Bisa bisa nya bertanya padahal ia sudah tau jawabannya?!


"I-ibu,Carla bantu yaa agar cepat selesai."Ucap Carla


Blic hanya menjawab dengan deheman


"Cal juga ah,Cal juga mau bantu"Ujar Cal dengan antusias


Mereka mulai menanam biji dan tumbuhan itu


"Ibu,yang tumbuhan ini mau ditanam di mana?"Tanya Carla


"Disana!"Tunjuk Blic ke arah yang ditujukan,Carla mengangguk dengan semangat


Setelah semua tumbuhan dan biji bijian ditanam,Blic berdiri.Ia mengadahkan tanganya ke atas seperti waktu itu.Ia mulai berdoa kepada Sang tuhan yang ia sembah


"Suburkan lah tanah ini dan tumbuhkan lah biji beserta tumbuhan yang kami tanam hingga berbuah lebat.Hanya engkau dewa dan dewi hebat yang mampu membalikkan semuanya..."Blic selalu berdoa setiap ia melakukan kegiatan seperti ini.


Carlatte dan Carius hanya terdiam dibelakang Blic,mereka melihat ibu nya berserah diri pada sang pencipta.


Carlatte mendongak ke atas,ia menatap dalam dalam kearah langit.


Sementara Carius hanya diam menatap sang ibu


Carlatte dan Carius tidak melakukan hal yang dilakukan oleh Blic.Mereka hanya sibuk dengan pikiran masing masing


Setelah Blic selesai,Blic pun berjalan masuk rumah,Diikuti oleh Cal.


Cal heran kenapa Sang kakak tidak ikut masuk.Carius pun berhenti dari langkah nya,ia menoleh ke arah Carla


"Kak?"Tanya Carius heran


"Ah...Kamu duluan saja,Cal.Kakak ingin disini"


"Emm...Cal juga disini deh."


"Tidak,tidak usah.Cal masuk aja tidak apa apa"


"Tapi Cal mau nya disini sama kakak"Jawab Cal pada pendirian nya


Carla menghela napas,ia tau jika adik nya sudah kekeh pendirian nya maka tidak akan bisa diusir


Carla pun mengizinkan sang adik untuk tetap disini.


"Cal,Janji ya?Nanti apapun yang kamu lihat,jangan beritahu siapapun"Kata Carla sambil mengulurkan jari kelingking nya


Cal pun dengan antusias mengarahkan jari nya ke jari Carla agar bertautan.


Setelah itu Carla berjalan menuju salah satu biji yang tadi ditanam.Cal pun mengikuti Carla dari belakang


Setelah itu,Carla berjongkok.Cal juga ikut berjongkok.


Carla menatap dalam tanah yang tadi ditanami oleh biji tumbuhan.Cal memperhatikan wajah Sang kakak,setelah itu ia mulai mengalihkan arah pandang nya pada apa yang dipandang Kakak nya.


Carla mengulurkan tangan nya,ia memejamkan mata dan fokus pada tanah itu.


"Aku sang Cahaya sekaligus pemilik kehidupan ini menyuruh mu untuk tumbuh menjadi pohon dalam 5 menit" Kata Carla dengan lucu nya,ia masih menutup mata dan mengulurkan tanganya menyentuh tanah,Ya namanya juga anak anak!Suatu saat ia akan merasa malu mengingatnya,haha


Cal yang melihat apa yang dilakukan kakak nya itu membuat nya ingin tertawa.Ia merasa kakak nya sudah gila.


1 ..2..3..4..5.


Dalam hitungan 5 detik keajaiban muncul.Tanah tersebut mulai dikelilingi Cahaya yang amat menyilaukan


Dan dengan beberapa detik kemudian batang dan daun yang sangat kecil muncul dari dalam tanah.


Hal itu sontak membuat Carius terkejut,ia mengalihkan pandangan nya ke arah kakak nya yang masih diam dan menutup mata.


Dalam 5 menit,tumbuhlah tanaman di tanah tersebut,Carla mulai membuka mata.Cal hanya bisa menatap dengan tidak percaya,Kini anak berusia kurang dari 4 tahun itu benar benar harus berpikir diluar nalar manusia.