
"Ibuuu,Mana jaket milik Cal?"
"Emm...Coba cari di lemari deket rak buku"
Carla mengangguk kemudian mencari jaket milik adiknya dan ternyata memang ketemu di lemari sana.
"Aneh.Gimana bisa jaket nya ada disini?Cal,anak itu..."Batin Carla heran kemudian ia menuju ibu nya
"Ibu,kok bisa jaket Cal ada disana?"
"Ya,nggak tau.Coba tanya anak nya sendiri,Kok bisa meletakkan jaket di lemari samping rak"Balas Blic
Carla menggeleng melihat perilaku Cal yang sembarangan
Kemudian Carla pergi ke adiknya dan disampirkannya lah jaket tersebut ke tubuh sang adik.Mereka keluar dari rumah
"Wahh...Becek sekali kak,sepatu Cal jadi kotor"Ucap Cal sambil melihat sepatunya
Carla hanya diam kemudian ia tersadar akan sesuatu,Carla segera bergegas memeriksa tanaman nya.Sungguh miris,saat Carla melihat tanaman mereka mati.
Carla mendekat lalu berjongkok ke arah tanaman itu,dengan pelan pelan ia menyentuh tanaman yang sudah mati tersebut
Cal hanya melihat saja kakak nya yang sedang berduka tanpa ada niatan menghibur.
"...Cal,Ayo kita tanam lagi"
Cal mendengar ucapan kakaknya hanya saja ia mengabaikan nya,mungkin ia malas menanam apalagi dengan tanah yang becek.
"Cal,kamu dengar kakak tidak?"
"Emm...Malas lah kak,Cal mau lari lari aja sambil menikmati kebecekan ini"Ucap Cal.Carla yang jengkel pun meraih kerah Cal
"U-Uwaaa!!!I-Iya,Cal akan ikut menanam kok"
Carla pun melepaskan cengkraman nya karena Cal dengan suka rela membantunya menanam tumbuhan.Hari itu mereka habiskan dengan menanam ulang berbagai macam tumbuhan dengan di bantu Cal yang terus mengoceh namun ia tetap membantu sang kakak meski mulutnya tidak pernah diam.
.......
.......
.......
Berbulan bulan telah berlalu,saat ini adalah malam menyambut tahun yang baru silih berganti.
Carla dan keluarga nya saat ini menikmati indahnya malam.Blic dibantu dengan Carla juga Cal sedang menyiapkan makanan dan alas,ya mereka akan duduk di tanah,dibawah pohon besar yang biasanya Carla dan Cal menghabiskan waktu.Sementara Collyn sedang menyiapkan api,tak terlalu besar namun juga tak terlalu kecil.Setelah api itu berkobar,Carla dan Cal mengambil sebuah batang bambu yang memang sudah dipotong dan didalam nya berisi minyak tanah (Obor).Carla dan Cal mendekatkan bambu itu ke arah api,setelah nya mereka bermain dan berlari sambil membawa api itu tak lupa juga mereka meletakkan bambu bambu yang sudah nyala ke pagar rumah agar terang tentu nya.Kenapa tidak memakai lampu minyak atau lilin?Tidak,karena itu mahal.Namun Carla dan keluarganya punya kok lampu minyak tapi mereka lebih memilih membuat obor karena lebih seru, apalagi bambu di zaman ini sangat banyak.Biasanya untuk lampu minyak atau lilin termasuk barang mewah dan digunakan untuk orang orang desa atau daerah yang besar seperti daerah Nerkel,Sudah dipastikan bahwa daerahnya Millia akan memakai lampu seperti itu,bukan obor.
Dan lagi...jangan harap ada sesuatu di langit,Hal itu tidak akan terjadi karena jika para manusia menggunakan penerangan lalu dilempar di langit untuk memeriahkan suasana dan menambah kebahagiaan,yang ada malah tragedi berdarah,belum tentu para monster itu tidak akan ke wilayah manusia yang sedang merayakan pergantian tahun?
"Calll,Arah sana belum dikasih obor"Seru Carla
Cal mengangguk kemudian berjalan ke arah yang ditunjuk oleh Carla untuk menempatkan bambu yang sudah nyala di tangan nya.Setelah semua selesai,Carla dan Cal duduk bersama Blic juga Collyn.
Mereka berbincang bincang sambil makan bersama,Sungguh pemandangan itu seolah olah tidak ada yang ditakuti oleh keluarga kecil tersebut,padahal mereka bersenang senang di sarang monster.Bahkan jika semisal muncul secara mendadak 1 monster di kegelapan dan menyergap mereka,ya pastinya akan langsung di tebas oleh Sang ayah asalkan monster itu tidak termasuk monster berkasta tinggi,kemudian setelah Collyn membunuh monster itu,mereka pastinya akan melanjutkan makan makan lagi seolah olah tidak terjadi apa apa.Benar benar keluarga yang gila?
Carla melihat jauh disana,Ia memikirkan sahabatnya disana yang juga sedang berbahagia menyambut pergantian tahun?Siapa lagi kalau bukan Millia.Pastinya daerah Nerkel saat ini sedang ramai.
'Swisshhh'
Dingin nya malam tak membuat mereka sekeluarga masuk rumah.Mereka berempat tetap makan bersama sambil bercanda tawa.
Blic menyampirkan sebuah kain tebal pada Cal,kemudian ia memberikan nya juga pada Carla dan suaminya.Senyuman tak pernah pudar dari keluarga kecil itu,meski mereka hidup berempat dan harus saling bersandar tapi itu tak membuat mereka menjadi lemah.
•
•
•
Tak terasa Carla sudah berumur 10 tahun efek time skip tentu nya.Terlihat seorang gadis sedang memanjat pohon bersama adik nya.Gadis itu nampak mengajari adik nya yang rewel meminta untuk diajari manjat pohon dan tentu saja Sang ibu murka melihatnya.
"Carlaaaa!!!Apa apaan ini?Coba kamu berpikir.Bagaimana bisa kamu mengajari adikmu memanjat pohon?"Bentak Sang ibu yang tak lain adalah Blic
"...Emm...Ibu,maaf"Carla menunduk pada ibunya,sungguh ia takut.Dipikiran nya hanya ada kata bodoh untuk dirinya sendiri
"Sudahlah,kau itu seorang kakak.Seharusnya kau tidak mengajari adikmu seperti itu,apalagi hal tersebut sangat bahaya.Kau ingin adikmu jatuh,hah?"Ucap Blic dengan nada pedas dan itu membuat Carla semakin menunduk
"Ihh...Ibu kok gitu?Kan Cal sendiri yang ingin diajari,jangan membentak kakak!"
"Ya ampun nak~,kau tidak boleh membela kakak mu yang memang bersalah"
"emm...Tapi memang bukan salah kakak,ibu"
"Huft...Yasudah.Carla kamu masuk ke dalam!"Suruh Blic
"Baik,ibu"Carla mematuhi perintah ibunya kemudian ia masuk kedalam
Senja mulai nampak dengan semburat jingga nya,Saat ini Carla sedang membantu sang ibu memasak untuk makan malam mereka
Saat sudah selesai,Semuanya berkumpul di meja makan.Hanya ada dentingan suara garpu dan sendok di ruang makan itu,ntah sejak kapan mereka tidak pernah berbicara lagi ketika makan.Blic memulai percakapan saat sudah selesai
"Sayang~Aku merasa cemas,akhir akhir ini tanaman menjadi layu.Aku takut akan ada peristiwa buruk,apa tidak sebaiknya kita pindah saja?"Ucap Blic berbicara pada suaminya
Collyn menggeleng,Jelas ia tidak mau meninggalkan rumah yang mereka tempati selama ini.Aneh bukan?Padahal jika terus berada di rumah itu,nyawa mereka bisa melayang kapan saja namun mengapa Sang ayah enggan untuk meninggalkan rumah ini?