ELEANOR

ELEANOR
Kisah Blic II



Aku terus berlari tak tentu arah selama beberapa hari,mataku pun mulai kosong,kaki ku sakit dan aku juga lapar.Namun aku terus melangkah dengan meraba pohon.Tak tau sudah berapa jauh aku meninggalkan tempat ku dibesarkan.


Aku melihat ke arah langit yang mulai menampakkan warna jingga nya.Lagi lagi kali ini manusia kalah telak.


Kehidupan yang damai?Omong kosong.Tak ada tempat yang aman di dunia yang seperti ini,aku menyadari itu saat aku sudah kehilangan semua nya.


Aku berpikir dan terus berpikir,aku mengingat ada desa yang berdiri sekitaran 50 Km dari daerah ku,kalau tidak salah arah utara?Namun aku juga baru sadar,bahwa sepertinya aku tak berada di arah yang seharusnya


Apa aku harus balik mencari mata angin agar menemukan desa itu?Tidak.Aku tak mau,aku takut tersesat.Ini adalah pertama kalinya aku keluar dari daerah yang kuanggap aman,aku tak tau apapun tentang dunia ini.Aku adalah wanita berpendidikan,sepanjang hari aku ditemani dengan buku sehingga aku jelas tau peta daerah sekitar namun saat aku melihat dengan nyata,daerah kecil di kertas dan hutan yang hanya berukuran sejengkal ternyata seluas ini.


Mataku buram seiring aku berjalan,aku tak kuat.


'Bruk'Aku jatuh terduduk dengan bersandar salah satu pohon namun sayup sayup aku merasakan ada suara di depan ku,aku membuka mata dengan lirih sebelum kesadaran ku hilang


"Hei...Hei,Hei"Ucap orang itu sambil memegang bahu ku.Aku melihat seorang laki laki bertubuh tegap dan juga gagah sambil membawa pedang di pinggang nya tengah memanggil ku,kesadaran ku hilang total setelah menatap nya.


.......


.......


'Cwitt,Cwit' Kicauan burung merdu terdengar di telinga ku.Kemudian aku juga merasakan ada tangan yang tengah meletakkan kain basah di dahi ku?Tunggu!Kain?


"Nah seperti itu Arne.Bagus,ingat posisi ini!"


"Collyn,Apa memang seperti ini cara manusia meredakan demam?"


"Iya seperti itu.Basahi kain dengan air yang tidak dingin tapi juga tidak panas lalu letakkan di dahi orang yang sakit"


.....Apa sih?Kenapa juga mereka mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu?Memangnya siapa yang tak tau cara meredakan demam?


"Ohh~Baiklah,tenang saja aku yang akan merawat wanita ini.Kamu pergi saja sana,kamu mengganggu!"Balas nya yang terdengar galak


"Hahaha,Kau mengusir suamimu?Hm~"Ucap nya dengan alis yang dinaik turunkan namun tentu aku tak melihat itu


"Suami?Tunggu!Aku berada dimana sekarang?"Batin ku yang bertanya tanya namun aku tetap tidur karena sungguh rasanya berat bahkan hanya untuk menggerakkan mata


Ntah kenapa aku sudah tak mendengarkan suara lagi,mungkin suara dari laki laki itu sudah pergi.Tapi aku masih bisa merasakan ada aktivitas di samping ku saat ini


"!!!Apa ini?Bagaimana ia bisa tau?Padahal aku tak mengubah urat ekspresi di wajahku"Aku terkejut sekaligus heran bagaimana bisa wanita ini tau


"Aku?Tentu aku tau.Karena detak jantung mu yang membuktikan itu"Ucap nya lagi.Dan itu sungguh membuatku tersentak,Ia seolah olah membaca batin ku


"...Ku beri tau ya,aku tak bisa membaca hati mu.Hanya saja itu semua firasat ku bahwa kau berkata seperti itu tadi"Balasnya lagi


Aku terdiam dan hanya mendengarkan kata demi kata yang keluar dari bibir wanita itu


"Aku akan pergi sekarang,nanti aku kembali lagi kesini.Aku harap saat itu,kau sudah bisa membuka mata mu"Kata nya sambil berjalan menjauh


Aku mendengar derap langkah kaki wanita itu yang perlahan lahan menjauh


Aku terbangun di malam hari,kali ini aku bisa membuka mataku.Tubuhku sangat berenergi saat ini.Namun meski begitu aku diam dan mengingat potongan potongan ingatan yang mulai masuk ke kepala ku.Aku mengedarkan pandangan ku ke arah sekitar,dinding dinding yang terbuat dari kayu,ntah aku ada dimana sekarang.Aku pun berdiri dan beranjak keluar.


Saat membuka pintu,sungguh dingin.Penerangan hanya ada satu di tengah tengah dan itu pun juga redup.Aku berjalan sambil melihat bintang,tak terasa air mata jatuh membasahi pipi.Aku tak tahan


Aku terisak di malam itu,Aku menangis ditemani Angin malam yang menerpa masuk pori pori kulitku.Aku tak peduli apa suami istri muda itu terganggu atau tidak dengan tangisan ku,aku hanya ingin menumpahkan segala emosi yang terpendam sampai saat ini.Hingga...


'Sret' Aku mendongak saat melihat sebuah tangan tengah mengulurkan kain untuk ku.Laki laki itu....Aku mendapati nya berdiri di depan ku sambil mengulurkan kain untuk lap air mata ku


"Kau butuh sapu tangan kan?Nih,menangis lah!Aku tadi mendengar suara tangis,kukira itu hantu ternyata kau hantu nya,ahaha...Oh ya,Udara malam sungguh dingin.Jadi jangan lama lama di depan"Ucap nya kemudian berjalan memunggungi ku


"...Kenapa kau menolongku?Apa untung nya untuk mu?"Sekian lama terdiam,aku pun mengajukan pertanyaan pada laki laki tak dikenal itu


"Aku?Tak ada.Bukan kah sebagai sesama manusia kita harus tolong menolong.Lagian aku tak mungkin membiarkan seorang wanita tak berdaya di hutan disaat aku sudah melihat nya"Jawab nya santai


"Seharusnya kau tinggal kan aku.Untuk apa kau menolongku!Lagian aku tidak kenal dengan mu juga wanita itu,dan aku juga tak punya harapan hidup,hidup ku kosong sekarang.Bukankah akan sangat percuma menolongku?"


Laki laki itu berhenti dan menoleh


"Harapan hidup ya?...Ck,Kau terlihat masih muda.Jalan hidup mu masih panjang,meski kau tak bisa melupakan apa yang terjadi padamu saat ini namun seenggaknya kau harus tetap hidup dan kuat dari kejadian yang kau lalui bukan?Mungkin untuk saat ini kau tak memiliki harapan hidup,tapi seiring berjalan nya waktu aku yakin kau akan menemukan harapan hidup mu kembali.Kau sudah berusaha untuk tetap hidup jadi jangan bertindak bodoh dengan menggunakan cara bunuh diri,tapi ya tentu saja Arne tak akan melarang nya.Ahahaha"


"...Itu tidak lucu"


"Aku tak tau karena aku tak pernah merasakannya.Namun dari sekali lihat aku langsung tau kejadian apa yang menimpamu...Setiap kau kehilangan sesuatu,tuhan pasti akan menggantinya dengan baru dan begitulah kau saat ini.Harapan hidup tak selalu berpatok pada keluarga atau masa lalumu,Aku tak menyuruhmu melupakan masa lalu mu namun jika melupakan nya adalah hal terbaik yang bisa membuatmu melupakan rasa sakit,mengapa tidak?Hidup adalah sebuah rintangan.Semua manusia mempertahankan sebuah kehidupan dengan susah payah,jadi...Jangan kau sia siakan kehidupan mu saat ini hanya karena kau kehilangan keluargamu,orang tersayang juga istimewa"