
Carla sungguh malu saat ini,Ia merasa bahwa dirinya ketinggalan peradaban manusia
"Nah!Apa ada lagi yang ditanya?"Ucap gadis itu seraya menangkupkan kedua tangan nya
"Emm...Tidak ada,Terima kasih"Ucap Carla
"Eiyy~ tidak apa apa,Oh ya aku keluar dulu.Kamu berendam saja dengan rileks disini"Ujarnya yang bernjak keluar
"Eh tunggu!"Ucap Carla menghentikan gadis itu.Ia baru sadar bahwa gadis yang mengajari nya saat ini memiliki wajah yang sama dengan wajah anak laki laki yang ditemui Carla saat ia tersesat
"Hm?"
"Namamu siapa?"
Gadis itu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Carla
"Millia"Ucap nya lalu berbalik pergi
Carla hanya diam ditempat,setelah itu ia segera menutup pintu dan bergegas mencelupkan diri di bak mandi yang gadis itu siapkan
"Millia...Millia,Millia."Ucap Carla berkali kali menyebut nama gadis itu,nampak nya Carla saat ini tengah melamun
Selama Carla berendam,ia merasa tidak begitu nyaman atau suka terhadap mandi gaya seperti ini,Carla tidak mendengar suara angin berhembus atau aroma hutan.Carla lebih terbiasa dengan mandi di danau karena bisa menikmati pemandangan serta suara khas hutan.Tetapi meski begitu Carla mendapatkan pengetahuan dari hal ini
Setelah selesai,Carla segera memakai pakaian nya kembali,ia keluar dan mendapati gadis itu tengah duduk di salah satu kursi kamar Carla.Pantas saja Carla merasa heran mengapa tidak ada suara Millia jika ia sedang menunggu di kamar ternyata millia sedang duduk dengan tenang tanpa bicara
"Mil."Panggil Carla
"Sudah selesai?"
"Sudah"
"Yoshh...Yasudah ayo ikut aku"Ajak nya tanpa ragu ragu menggandeng tangan Carla.Carla pun membiarkan tanganya digandeng,tidak menepisnya dan tidak berkomentar
Ternyata Millia mengajaknya berkeliling Mansion,Carla menikmati ajakan Millia saat ini.Sepanjang jalan Carla melihat banyak sekali orang membungkuk pada mereka saat mereka berjalan lalu Carla berinsiatif tanya pada Millia
"Mil,Kenapa mereka membungkuk seperti ini?Dan kenapa pula di rumahmu banyak orang orang yang berbaju sama?"
"Hm?Oh,Itu namanya pelayan"
"Pelayan?"
"Iya pelayan~.Orang yang bekerja dirumah ku seperti saat ini.Mereka akan mengambilkan dan mengurus kebutuhan kita"Jawab Millia
"Ohh"
"Oh ya Carla,Kamu kemarin sudah bertemu dengan kembaranku kan?"Ucap nya
" Oh!Yang kemarin?Iya sudah"
"Bagaimana menurutmu?"
Carla mengernyitkan dahi tidak mengerti
"Oh bukan.Maksudku bagaimana dengan sikap kembaranku itu?menjengkelkan bukan?"
Carla mengiyakan
"...Oh ya,Dari tadi aku penasaran.Bagaimana kamu tau nama Carla?Sepertinya Carla tidak memperkenalkan diri dari tadi."Ucap Carla serius dan heran
"Oh...I-Itu,Karena aku tau"
"Hm?"
"Em...Aku kemarin dengar dari ayah dan ibu kalau ada tamu 2 orang,satunya anak perempuan lalu aku bersemangat dan bertanya namanya"Kata Millia menjelaskan
"Maaf...Aku tidak sopan"Ucap Millia sambil melirik Carla
"Oh!Tidak apa apa,Millia Krysi"
"...Ah!Kamu tau nama margaku?"
"Tentu,Carla tau dari tadi,dari saat kamu menggandeng Carla.Bukan kah akan sangat aneh kalau Carla tidak tau?Seorang gadis yang berkeliaran di mansion sebesar ini dan malah mengajak Carla berkeliling,sudah pasti gadis itu tinggal disini.Tidak ada jawaban lain yang semasuk akal selain jawaban itu"Ucap Carla sambil tersenyum
"Ah...Ternyata Carla pintar ya.Aku tidak memikirkan sampai sana"
"Tidak juga kok.Oh ya Mil,Kamu itu umur berapa?Umur 7 tahun atau 8 tahun?Kalo dirasa kamu belum umur 9 tahun"
"Aku umur 7 tahun,Carla.Carla sendiri?"
"Ohh~9 tahun"
"APAA?9 tahun?tapi muka Carla masih muda seperti muka aku"
"Emm...Carla juga tidak tau itu"Ucap Carla,ia memang tidak tau mengapa mukanya terlihat muda dari umur nya bahkan muka Carla sekarang seperti muka gadis yang masih berumur sekitar 5 tahun,Apa karena efek sihir yang Carla punya?Iya,Jawaban nya iya
Mereka bercakap cakap dengan riang gembira.Mereka merasakan capek karena berkeliling berjam jam dimansion besar ini,Kini Carla dan Millia sedang duduk di kursi taman
"Carla,Kamu tau tidak?Setiap kali aku merasa capek atas semuanya,aku selalu menenangkan diri disini,duduk dikursi ini sambil menikmati pemandangan taman didepan mata"
"Hmm..."
"Carla,Apa kamu tau aku tidak punya teman?Sejujurnya aku sangat senang mengetahui ada tamu seorang anak kecil agar aku bisa berteman dan bermain denganya seperti sekarang ini dan saat ini harapan ku sudah terkabul.Aku dari tadi selalu menunggu mu keluar kamar disamping pintu tadi"Ucap Millia.Terlihat gadis itu tengah ingin curhat,menumpahkan segala kekesalan dan kesedihan nya.
Carla sempat terkejut karena mengetahui Millia ternyata sudah berdiri di depan kamarnya dari lama.
"Kamu tidak punya teman?Bukankah daerah ini ada banyak sekali anak anak kecil yang seumuran kita berlalu lalang?"
Millia menggeleng pelan
"Tidak bisa dan tidak boleh.Aku hanya punya kembaranku,main pun hanya dengan dia.Aku sering kali melihat pemandangan di bawah dari atas kamar,pemandangan anak anak kecil berlarian dan bermain,aku ingin turun dan ikut gabung dengan mereka tetapi saat aku turun dan hendak keluar dari gerbang,Aku selalu dihadang oleh mereka yang menjaga gerbang mansion.Mereka selalu menanyai ku Kemana aku pergi?apa aku butuh tumpangan?Kenapa tidak membawa para pelayan?Dan sebagainya.Seiring waktu aku jadi sadar bahwa aku tidak akan pernah keluar dan harus mengubur harapan ku untuk main seperti anak anak yang lain."
Carla hanya mendengarkan omongan Millia saat ini.Millia melirik sedikit reaksi Carla yang tenang lalu ia kembali meneruskan ceritanya
"Saat itu aku pernah bertanya pada ayah dan ibu,Mengapa aku dikurung disini dan tidak diperbolehkan keluar?Dan...Apa kamu tau jawaban orang tua ku?Mereka menyuruh diriku agar tidak bersikap kekanakan dan harus bersikap dewasa.Lalu setelah itu aku belajar untuk bersikap dewasa seperti tidak merengek,selalu tersenyum dan harus anggun apabila ada tamu penting.Sehingga hal itu membuatku benar benar tidak bisa berteman saat menjadi pemburu,Aku di cap sok dewasa dan angkuh karena juga irit bicara apalagi terutama sok menasehati padahal aku hanya menasehati agar mereka tidak putus semangat menjadi pemburu dan menasehati tentang teknik berpedang yang aku tau dari keluarga Krysi tetapi malah mereka marah.Bisa saja sebenarnya aku mengadukan hal itu pada ayah tapi aku rasa itu adalah sikap kekanakan."
Setelah mendengar perkataan Millia,Carla ingat kata kata para gadis yang berendam di Lodging Chrett saat itu,mereka kan membicarakan betapa angkuhnya Millia tapi apa yang Carla lihat ini?Mereka salah besar.