
"Oh!Nak,Lihat itu!"Ucap Sang ayah sambil menunjuk ke arah pohon pohon dan ada beberapa rumah di sana
"Em?"
"Wahhh...itu!Itu kan jejeran rumah."Ucap Carla senang dan semangat
"Ayah,apa disekitar sini ada desa?Atau kita sudah sampai ke tujuan?Tapi kata ayah butuh 2 minggu untuk sampai?Kenapa sudah sampai padahal belum 2 minggu perjalanan?"Tanya Carla berturut turut,Ia tak memberikan kesempatan ayah nya untuk menjawab
"Huft,Tenang lah nak.Kita belum sampai itu hanya sebuah desa yang kecil,Daerah tujuan kita itu wilayah nya besar.Kita akan kesana untuk mengisi perbekalan yang hampir habis"Jawab ayah
"Oh"Carla mengangguk paham,ia mulai memakan makanan perbekalan nya
"Emm...Ayah,Carla mau tanya.Kan kita selama berhari hari ada di hutan,mengapa tidak ada satu pun monster?"Tanya Carla heran
"Kamu lihat para pemburu di Lodging Chrett waktu itu?"
"Iya"Kata Carla mengiyakan pertanyaan ayah nya
"Lalu menurut mu bagaimana?"
"Hmm....Ah!Jadi para pemburu itu sudah menghabisi monster di jalan hutan ini?"
"Iya benar,atau bisa jadi juga para monster disini sedang tidak berminat menyerang manusia yang lalu lalang di hutan"Jawab Sang ayah tersenyum
Carla hanya ber'oh'ria saja mendengar jawaban dari ayah nya
Mereka kemudian menyelesaikan makan bekal masing masing.
Ayah turun duluan dari pohon
"Carla,ayo kita bergegas tiba ke desa itu sebelum matahari tenggelam"Ujar ayah
"Iya"Carla turun dari pohon,sebelum nya Carla pernah jatuh berkali kali dari atas pohon dan itu sangat sakit tetapi karena sudah sering jatuh Carla jadi tidak takut lagi untuk turun dan akhirnya ia bisa turun dengan mulus.
Mereka berlari dan terus berlari tanpa henti selama 3 jam.Akhirnya mereka sampai di desa itu.
Desa itu tidak besar tetapi meski begitu Carla sangat terkagum kagum.Ia selalu tinggal dengan Blic,ayah,dan juga adik nya.Tidak ada yang tinggal disebelah rumah mereka atau depan nya.Maka dari itu bisa dibilang mereka sekeluarga tinggal sendiri di area hutan
"Wahhh...Ini yang namanya 'Desa'? Seperti di buku ya,'Desa' tempat tinggal banyak orang dan memiliki jejeran rumah"
Carla pernah bertanya tentang Blic ke pada ayahnya dan sang ayah menjawab kalau Blic itu anak dari pemimpin desa.Sejujurnya saat itu Carla sangat penasaran tentang 'Desa',Carla berniat menanyakannya pada Blic.Tapi tentu saja ia tidak berani apalagi saat ayah nya melarang untuk bertanya tentang 'Desa' pada Blic membuat nyali Carla menciut.Seiring waktu ia pun melupakan rasa penasaran nya tentang sebuah 'Desa'
Carla berjalan beriringan bersama ayah nya,Banyak mata yang menatap mereka saat ini.Tentu saja penampilan Carla dan ayah nya mencolok apalagi karena banyak nya senjata yang Sang ayah bawa di punggung nya dan lagi keranjang yang penuh di tangan Carla pasti membuat mereka menjadi pusat perhatian para warga.
Lalu tak lama setelah itu datang lah seorang wanita dan seorang laki laki yang sudah terlihat paruh baya
"Ehem.Maaf Kami menganggu kegiatan anda sekalian.Kami saat ini hanya mampir untuk mengisi perbekalan yang sudah habis.Mohon anda anda sekalian berkenan memaafkan kami dan memperbolehkan kami mengisi perbekalan di desa ini"Jawab ayah sopan
"Oh,Jadi tuan dan nona muda ini adalah orang yang akan melakukan barter ke daerah lain?"Tanya wanita paruh baya itu
"Iya.Kami hanya akan mengisi perbekalan dan istirahat untuk malam ini saja di desa Mogri.Setelah itu kami akan pergi,Tolong tuan dan nyonya pemimpin memaafkan kelancangan kami yang terlalu menarik perhatian.Kami tidak memiliki maksud jahat,tolong tuan dan nyonya percaya"Ujar Ayah panjang lebar dengan penuh kesungguhan nampak nya ia cemas apabila tidak diperbolehkan untuk mengisi perbekalan dan beristirahat di desa ini.
Selama beberapa hari ini mereka selalu tidur diatas pohon tetapi karena saat ini perbekalan sudah habis jadi mereka harus mencari desa untuk mengisi nya sekalian saja untuk beristirahat dengan nyaman daripada tidur di pohon,bukan?
Apalagi saat mereka tidur di atas pohon,mereka harus terus mengawasi situasi dan yang paling menjengkelkan nya yaitu nyamuk.Sang ayah merasa bersalah pada putri nya karena kulit Carla di gigit selama beberapa hari.Mungkin ia sudah kebal dalam gigitan nyamuk seperti itu,tetapi Carla?Tentu tidak,oleh karena itu ia merasa bersalah karena membiarkan Carla menderita dengan tidur di atas pohon seperti yang ia rasakan.Hei ketahuilah!meski Carla tinggal di hutan tapi ia selalu tidur di kamarnya yang tertutup,tak pernah tuh ia tidur di atas pohon atau tidur tidur an di halaman luas rumahnya saat malam tiba.
Tetapi meski begitu,Carla tidak mengeluh tidur di dahan pohon dan itu pula yang membuat Sang ayah menjadi tambah bersalah pada putri nya
Setelah mengatakan hal itu dengan sungguh sungguh,Sang ayah melihat ke arah pasangan paruh baya itu yang nampak sedang berpikir
Lalu pasangan paruh baya itu melihat ke arah Carla yang saat ini masih membawa keranjang besar di tangan nya
"Ehem,Setelah dipikir pikir kami memperbolehkan tuan dan nona muda untuk mengisi perbekalan juga menginap"Ujar laki laki paruh baya itu
"Terima Kasih.Kami tidak akan membuat masalah apapun selama di desa Mogri"Jawab Ayah sumringah
"Baiklah karena urusan sudah selesai,kami permisi dulu."Ujar pasangan itu dan pergi
"Iya"
Sepasang ayah dan anak itu pun berjalan jalan mengitari desa karena sudah diberi izin untuk menginap.Mereka mencari penginapan terlebih dahulu baru besok nya mereka akan menukar atau membeli makanan untuk pengisian bekal
Setelah sekian lama mencari penginapan,mereka baru menemukan nya.
Penginapan yang bertuliskan 'The Lansce inn' Meski bangunan itu tidak semegah atau tidak seluas 'Lodging Chrett'.Tetapi itu sudah cukup untuk mereka menginap.Carla dan ayah nya memasuki The lansce inn.Saat masuk,tidak ada orang lain selain mereka berdua yang menginap disini.Mengapa?
Sang ayah segera berjalan ke arah laki laki tua yang sedang tidur di depan meja besar.
"Ehem."Deheman ayah membangunkan nya
"Oh!Eh...Hoahmm,Lohh?Ada yang mau nginap?"Tanya laki laki tua itu yang langsung membuka matanya karena terkejut ada yang menginap
"Iya"
"Oh,Yasudah.Siapa namamu dan butuh berapa kamar?"
"Collyn Armond,Aku juga membawa putriku Carlatte tetapi aku hanya akan menginap satu ruangan...Oh ya apa ada ruangan yang memiliki tempat tidur 2?"Tanya sang ayah