
Monster monster tersebut terus memanjat hingga ada satu monster berbentuk orang utan tengah berdiri di pagar batu.Namun ada yang aneh dari matanya yang bergerak tak karuan seolah olah monster itu tengah dikendalikan dan mendengarkan perintah dari seseorang.Seseorang?Ya~Siluman itu.Siluman tersebut adalah akal dari pembantaian ini.
Terdengar auman lagi dan kali ini begitu dashyat hingga membuat kedua kakak ku harus turun tangan menghadapi para monster itu,namun tentu saja itu mustahil meski kakak sudah mengerahkan kelompok pemburu nya dan para orang yang bertugas menjaga keamanan.Aku berbalik menatap monster bentuk orang utan itu lebih dalam,Monster itu saat ini tengah mengulurkan tangan seolah olah membantu monster sesama nya untuk naik,Mengerikan.Aku bergetar hebat melihat pemandangan gila itu,dan saat aku melihat lebih seksama,monster itu menoleh ke arahku,ia menatap ku.Kemudian orang utan itu tersenyum menampakkan gigi nya yang merah
'Takut' Itu adalah hal yang kurasakan pertama kali.Sebagai manusia biasa yang tak punya kekuatan atau sihir,tentu hal itu membuat kami ketakutan melihat jejeran kaum kaum mengerikan itu.
Aku segera keluar dari rumah menyusul ibu yang tengah menyiapkan alat alat obat dan saat itu pula keadaan benar benar genting,pagar dibuka selebar lebarnya
'Krieeet.........BLAM' Pagar batu berukuran 15 meter tengah di buka secara paksa oleh orang utan itu sementara monster monster yang sudah ia tolong untuk naik dijadikan pelindung nya saat kelompok kakak ku mulai menyerang.Benar benar cerdik!
Pagar terbuka lebar sebelum menutup,orang utan yang berukuran kurang lebih 5 meter memasukkan monster monster yang masih ada di luar ke dalam.Para warga desa berhamburan tak tentu arah saat belasan monster menyerbu masuk.
'Zrasshh' Darah dimana mana.Mayat para warga hancur tak berbentuk.Usus usus yang keluar berceceran,kepala bergelindingan dan yang lebih membuatku ingin muntah adalah saat melihat dengan jelas para monster itu menyobek perut warga dengan brutal lalu mengeluarkan segala isi di dalam nya.Ada juga monster yang langsung melahap setengah badan orang yang ia kejar,menggigitnya dengan rakus.
Monster monster itu membantai desa ku dengan keji.
Aku baru tersadar saat mendengar teriakan ibu ku
"Nakk!Putri ku,Tolong ibu!!!"Teriak Ibu ku yang tengah terduduk dan yang lebih mengejutkan nya didepan ibu ada monster berbentuk sungguh tak wajar.
Aku ingin menyelamatkan ibu.Namun aku sungguh ketakutan,aku juga tak punya skill untuk bertarung,apa yang harus aku lakukan?Apa aku harus mengorban kan nyawaku untuk ibu?Tidak,Aku tak mau.Aku takut.
Ketakutan ku sangat besar saat itu hingga aku hanya melihat ibu berteriak dan mati di depan mata ku.
Kejiwaan ku mulai terganggu saat itu,aku ingin menangis namun air mata tak mampu ku teteskan.Apa ini?Apa aku segitu takutnya hingga aku tak merasakan kesedihan?
Aku melihat ke arah lain,Arah tempat ayah juga kedua kakak ku berada.Dalam sekejap mata kakak pertama ku mati disusul dengan kakak ke dua ku yang mati terpental ke arah tembok rumah.Ayah?Ayah masih bertarung dengan monster yang mulai menyerbu ke arahnya.Ayahku tertarik oleh para monster yang menyerbu ke arah nya,pedang nya jatuh ke tanah.Tangan kiri nya ditarik oleh monster begitupun dengan tangan kanan juga kedua kakinya.
saat itu aku baru sadar,bahwa desa yang kuanggap damai dan aman tak pernah ada,desa ku musnah begitu saja begitu juga dengan aku yang kehilangan keluarga dalam 1 malam dan itu...Di depan mataku.Kejadian ini menyisakan sebuah trauma dalam hatiku,aku yang saat itu masih belia dan berumur 16 tahun mengidap gangguan jiwa setelah tragedi itu terjadi
Ya dewa...Apa ini yang kau ingin aku tau?bahwa dunia yang ku ketahui hanyalah sebatas sangkar nyaman dan hangat.Detik ini juga,kau menunjukkan padaku betapa menyedihkannya,dunia yang sebenarnya kutinggali.Kau membuatku membuka mata dan membuatku merasakan rasa sakit!
Mataku terpaku melihat sebuah botol yang berisi air minyak juga air dari getah kayu.Tak banyak berpikir aku menumpahkan kedua botol air itu ke badan ku.Meski bau namun inilah usahaku agar bisa kabur dari penciuman mereka,aku berharap bau manusia ku tak tercium sehingga aku bisa selamat.Sungguh,yang kupikirkan saat itu hanya keselamatan ku saja.Namun bukan berarti aku tak menyayangi keluargaku,aku menyayangi mereka hanya saja sebagai manusia,ketakutan ku adalah hal wajar disituasi tersebut.Dan rasa bersalah ini pula yang akan membekas dan menjadi racun di hidupku.
Aku lari secepat mungkin meninggalkan desa hingga tak sadar di gang kecil aku bertabrakan dengan seseorang dan di sinilah aku tersadar akan sesuatu
'Buk' aku terjatuh dan orang itu juga terjatuh
"Ah...Maaf"Ucap ku.Orang itu mengangguk tanda tidak apa apa.Kemudian aku berdiri sambil melihat orang itu yang ternyata berjenis kelamin wanita ,wanita tersebut mengenakan jubah dan saat bertubrukan dengan ku wajah nya mulai terlihat.Bola mata nya berwarna hitam dengan rambut hitam di kuncir rendah,Wajah nya cantik.
"...Eh?Rasanya aku belum pernah melihat wanita ini di desa"Batin ku
Tak banyak basa basi,wanita itu berdiri dan meraih jubahnya sampai ke kepala,ia menutupi wajahnya lagi dan mulai berjalan.Aku masih memperhatikan nya karena aku merasa janggal terhadap wanita itu.
Saat sudah jauh,aku mengikutinya hingga keluar dari gang,disitulah aku melihat kaki wanita tersebut mulai berbulu dan menjalar ke tubuh,jubah wanita itu robek tak berbentuk.Hanya satu yang ada dalam pikiran ku saat ini,Wanita itu siluman.Dan dari samping aku melihat wajahnya yang masih sama namun ntah kenapa sekarang jadi lebih mengerikan,setengah badan wanita itu menjadi bentuk hewan laba laba.
Melihat pemandangan itu,aku segera berbalik dan berjalan kecil.Aku tak mau ketahuan,Aku harus pergi dari sini.Ntah kemana aku pergi,aku tak tau.Aku terus berjalan dan mulai berlari saat jarak kurasa sudah jauh
Nampak nya wanita itu sadar saat bertabrakan dengan ku namun ntah karena apa ia tidak mengejarku atau ini hanya keberuntungan?Aku tak tau,aku tak mau berpikir.
Malam berganti menjadi pagi,Malam itu adalah malam yang penuh air mata bagiku,rasanya sesak mengingat semua yang terjadi.Aku tak punya siapa siapa lagi,tadi aku berpikir untuk tetap hidup namun saat pagi datang aku menyesali pilihan ku.Kenapa aku tak mati juga bersama keluarga ku?Kenapa aku harus bersikeras untuk hidup?Dan aku masih hidup sampai saat ini,lalu apa yang aku lakukan ke depan nya?Aku terus melangkah sambil memikirkan hari hari yang akan aku lalui kini tak lagi mudah,Sulit sangat sulit.Aku harus hidup dengan bantuan siapa?lalu kemana aku harus pergi?Kini aku menyadari rasanya saat melihat orang orang yang adalah korban pembantaian monster dan tinggal di desa ku,aku merasakan luka nya.Aku baik baik saja saat ini karena badan ku tak luka satu pun namun luka di hatiku terus menganga sejak malam itu