
Takut? Itu pasti apalagi saat Carla melihat lagi Centaur yang tengah mengejarnya mengeluarkan senjata berupa panah.Cal juga melihat itu,anak kecil itu menggeleng sambil memejamkan mata
"A-Apa?...Tunggu!Tidak mungkin kan...Siluman itu berniat menghentikan kereta kuda dengan memanah rodanya?"Batin Carla panik
Bola mata Carla bergetar saat melihat Centaur yang bersiap untuk memanah roda kereta dari jauh.Gila!!!
"Kakak...Apa kita akan mati?"Tanya Cal sendu,nampak anak kecil berusia 4 tahun itu mengetahui bahwa situasi ini tak lagi mendukung untuk harapan mereka tetap hidup
"Maaf...Maafkan ayah nak"Ucap Collyn lirih sembari ia membelot dari jalan yang seharusnya dilewati,namun Carla dan Cal mendengarnya
Kasih sayang,Setidaknya jika mereka mati disini maka mereka akan terus bersama sebagai keluarga dan tak akan ada yang merasa ditinggalkan.Benar begitu?
Carla,Cal juga Blic merasakan sakit yang luar biasa saat sang ayah memutar kudanya dan menuruti kata Carla.
Jalan yang tak rata dan kuda yang berlari cepat membuat mereka merasakan sakit yang luar biasa saat duduk,bahkan tak jarang juga Carla terbentur dengan kayu kayu kereta
"Ahh,Kereta kuda ini seperti akan rusak padahal baru dipakai 2 kali"
"Hihihi,Cal setuju dengan kakak..."Ucap Cal menyahuti kakaknya namun tak lama setelah ia berbicara seperti itu,kepalanya terbentur lagi dan lagi.
Carla memeluk adiknya erat jika....memang ajal telah menjemput.
Dan disaat itu pula wanita setengah kuda itu hendak melepaskan busur panahnya namun terhenti oleh sebuah tangan yang sedang memegang panah wanita itu.Sontak hal tersebut membuat wanita siluman terkejut
"Cukup!Tuan hanya menyuruhmu untuk menghancurkan daerah kecil ini,bukan meyuruhmu untuk melakukan hal lain.Kau tidak disuruh untuk mengejarnya,apa kau ingin membangkang pada tuan,Netence?"Ucap Seorang laki laki tampan juga gagah menghalangi Centaur itu untuk melepaskan busurnya
"Lalu kapan?Sosok itu masih kecil saat ini jadi aku dan Rycanse pasti bisa membunuhnya sebelum ia menjadi bencana besar di kemudian hari.Jika kita membuang peluang ini,aku yakin aku tak akan bisa menghadapi nya suata saat nanti"Ujar nya pada laki laki itu.
"Jangan membantah!Tuan tidak menyuruhmu bertindak seperti ini!Apa kau meragukan keagungan tuan?"
"Tidak!Aku tidak akan berani!"Dengan cepat ia menggeleng
"Maka dari itu letakkan senjata mu!"Perintahnya dengan dingin dan terlihat wanita setengah kuda itu menuruti nya.Kemudian laki laki itu memanggil sosok yang tengah duduk diatas pohon padahal jarak nya sangat jauh,akan tetapi sosok itu dengan segera berlari dari pohon ke pohon lain.
"Ahh...Horald,Kenapa kau kemari?Padahal aku ingin bersenang senang"
"Hentikan!Kau tadi berniat mencegahnya kan.Padahal kau tak diberikan perintah,beraninya kalian,Saudara kembar laknat"
"Ahh..Tidak,aku tak bermaksud seperti itu.Aku hanya menyingkirkan batu yang menghalangi tuan sebelum batu itu semakin besar"
"Jadi...Kau mau bilang bahwa tuan takkan bisa membunuhnya suatu saat nanti?Kau meragukan kekuatan tuan,RYCANSE!"
"Ahh...TIDAK!MANA MUNGKIN!.Akuu...Aku tak meragukan tuan,tuan adalah orang yang hebat mana mungkin aku meragukan keagungannya.Tolong tuan menghukum saya yang tak tau diri ini,Saya akan memotong lidah saya dan takkan tumbuh lagi karena berani berbicara seperti itu"
'Jreessshh' Darah segar mengalir dari mulut wanita bernama Rycanse,yahh~Ia memotong lidahnya sendiri dan takkan menumbuhkan lidah yang ia potong karena ia berpikir itu sebagai tanda pengingat kelancangan nya hari ini.
Wanita setengah kuda yang tak lain adalah kembarannya bernama Netence itu terlihat terkejut melihat Rycanse dengan mudah nya memotong lidah.Meski ia tau bahwa Rycanse itu terobsesi pada tuannya namun tak melihat sosok kembarannya selama 7 tahun membuat Netence lupa akan obsesi Rycanse selama ini.
Kini kembaranya takkan lagi bisa bicara.
Darah mengucur deras dari mulut Rycanse,Netence sangat panik melihat itu,kebiasaan nya selama 7 tahun berbaur dengan manusia hingga melupakan bahwa darah seperti ini sudah biasa bagi kaum nya.
~~
'jgludak,jgludak...' Suara kereta kuda yang terus terpacu
Suasana hening di kereta kuda kala itu.Tak ada yang berbicara,mereka baru saja melewati jurang kematian
Tiba saat malam hari,mereka menepi untuk istirahat sebentar.Collyn tidak membuat penghangat api dari batu,ia tidur di atas kursi nya.
Carla melihat sebentar selimut yang ia bawa .Carla memberikan selimut untuk ibu nya kemudian ia menutupi tubuh Cal yang sudah tertidur dengan selimut
Angin malam sangat dingin jadi ia keluar dan memberikan 1 selimut untuk ayahnya yang di depan
"Ayah"Panggil Carla,Collyn menoleh ke arah sumber suara
"Apa ayah tidak dingin?Ini!Ayah harus memakai selimut"Ucap Carla sembari memberikan selimut pada Sang ayah
"Tidak usah.Kamu saja yang memakai selimut,selimutnya hanya ada 3 kan"Tolak nya.Carla tersenyum mendengar perkataan ayahnya
"Carla kan masih bisa berbagi selimut dengan Cal.Sementara ayah?Jadi ayah saja yang memakai selimut ini,Udara malam sungguh dingin"Ujar Carla lalu kembali setelah meletakkan selimut itu di samping ayahnya
Carla masuk kembali ke kereta kuda dan tidur di samping Cal juga berbagi selimut dengan adik nya itu
.......
.......
.......
Berhari hari mereka lalui,Carla tak tau ia berada di mana
"Ayah,ada dimana kita sekarang?"
"Hmm...Sedikit lagi akan sampai rumah"Jawab nya
Setelah nya Carla tak berbicara apapun lagi,ia memakan roti nya nya yang tadi
'Kruyukkk'
"...Kamu masih lapar,Cal?"Tanya Carla menoleh pada adiknya
"Uhh..."Cal menjawab dengan ragu ragu lantaran ia juga malu karena tadi bekal makanan sudah di bagi rata.Tak mungkin kan ia meminta makanan milik kakak nya?
Carla tersenyum melihat adiknya saat ini.
"Nih!"Carla memberikan roti nya pada Sang adik.Ia merasa tak apa memberikan makanan nya pada Cal karena Adiknya terlihat lebih lapar daripada dirinya lagian Carla juga tadi sudah makan setengah nya kok.
Tak apa dirinya kelaparan,Asal adiknya kenyang.
"Emm..." Carius terlihat ragu untuk menerimanya
"Terimalah,Kakak tidak apa apa.Kakak juga sudah tak lapar"Ucap Carla sembari mengelus kepala adik nya
Sang adik menatap dalam pada kakaknya dan dibalasi senyuman yang menawan oleh gadis kecil itu.Setelahnya pun,Terlihat ekspresi Cal yang menampilkan rasa senang
"Terimakasih kak~"
"Bagus!Makan yang lahap kalau sudah besar baru nanti Cal yang harus melindungi kakak"Ujar Carla dengan senyuman yang tak pernah luntur menghiasi wajahnya