
"Pulang!"
"Keenan, apa yang kau lakukan!" Seru Mario, ketika melihat Keenan menarik kasar tangan Thalia.
"Kau jangan ikut campur, Mario! Pergilah." bentak Keenan menyalang menatap tajam ke arah, Mario.
"Tidak, Ken. Jangan lukai, Thalia. Aku bisa menjelaskan semuanya." seru Mario
" Diam dan jangan ikut campur kau!"
"Tapi-"
Dan tanpa di duga, Keenan langsung menghampiri Mario, dia langsung menarik kasar kerah baju Mario dan langsung memukul pelipis Mario.
BUGH
BUGH
Keenan terus memukul hidung, pelipis Mario hingga membuat pria itu tersungkur di lantai.
"Astaga Kak Keenan. Apa yang kau lakukan!" Teriak Thalia begitu histeris saat melihat Kakak tirinya itu menghajar Mario.
Dengan cepat Thalia pun langsung berlari dan langsung memeluk erat Kakak tirinya dari arah belakang. "Stop Kak Keenan. Kau bisa membunuh Kak Mario."
"Mario, aku peringatkan padamu jauhi calon istriku! Jika kau masih ingin hidup jangan pernah lagi bertemu dengan calon istriku!" Seru Keenan menyalang menatap tajam ke arah Mario yang tersungkur di lantai.
"Kau ini kenapa tiba-tiba menyerang ku. Ingat, aku tidak membalas mu karena kau adalah sahabatku." Mario kini membalas tatapan tajam dari Keenan dengan penuh permusuhan.
Keenan tersenyum sinis. "Kau ingin mencoba melawanku? Mari buktikan kemampuanmu!"
"No, Kak Keenan. Jangan!" Thalia langsung berdiri di hadapan Keenan, dia merentangkan kedua tangannya mencegah Kakak tirinya itu berkelahi dengan Mario. "Please, don't do that." ucap Thalia berusaha untuk menenangkan Kakak tirinya itu.
Tanpa menjawab, Keenan langsung menarik paksa tangan Thalia meninggalkan Mario. Namun, Mario melihat, lagi - lagi Keenan menarik kasar tangan Thalia dan Mario pun langsung berlari menyusul Keenan. "Keenan, jangan sakiti Thalia!" Tukas Mario dengan tatapan tajam pada Keenan.
"Kau berani padaku? Rupanya kau itu sudah bosan hidup!" Seru Keenan dengan tatapan penuh peringatan.
Saat Keenan hendak kembali menyerang Mario. Thalia langsung memeluk erat lengan Kakak tirinya. "No, Kak Keenan. Jangan lakukan itu."
"Kak Mario, pergilah. Jangan ikut campur masalahku dengan Kak Keenan." ucap Thalia seraya melihat ke arah Mario.
"Aku tidak menghabisimu sekarang, tapi percayalah. Aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri," seru Keenan dia menghunuskan tatapan tajam dan penuh peringatan pada Mario. Kemudian, Keenan pun langsung menarik tangan Thalia berjalan meninggalkan Mario yang masih tidak bergeming dari tempatnya.
"Kak Keenan, dengarkan penjelasan aku dulu." rintih Thalia menahan rasa sakit karena Kakak tirinya itu mencengkram kuat pergelangan tangannya.
"Penjelasan apalagi yang harus aku dengar! Katakan padaku, Thalia!" Bentak Keenan menyalang menatap tajam ke arah Thalia. Dia terus menarik paksa tangan Thalia dan memaksa Thalia untuk segera masuk kedalam mobil. Dan Keenan pun tidak memperdulikan rintihan Thalia akibat dirinya mencengkram kuat pergelangan tangan Thalia.
***
Saat mobil Keenan sudah tiba di rumahnya. Keenan langsung menarik kasar tangan Thalia turun dari mobil dan masuk kedalam rumahnya. Dan Keenan pun masih tidak memperdulikan rintihan sakit Thalia, amarahnya kini benar-benar membuat matanya menggelap. Terlebih saat melihat adik tirinya itu berjalan keluar dari ruangan VVIP restoran bersama dengan Mario, sahabatnya.
"Kak, Keenan. Lepas! Aku akan menjelaskannya." Thalia berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Kakak tirinya itu. Namun Kakak tirinya itu semakin mencengkram kuat tangan Thalia.
Keenan membanting Thalia ke arah ranjang. Amarahnya kini sudah tidak bisa lagi di tahan oleh dirinya. Dan Keenan pun tidak memperdulikan jeritan dan rintihan Thalia.
"Kau berani makan bersama dengan Mario. Jika tadi aku tidak melihat kau dan Mario kau pasti akan menutupinya bukan? Katakan Thalia!" Suara bentakan Keenan begitu kencang hingga membuat Thalia terkesiap. Bahkan ini pertama kalinya Kakak tirinya itu membentak dirinya dengan sangat kencang.
"K- Kak Keenan biarkan aku jelaskan dulu kejadian yang sebenarnya. Kau itu sudah salah paham, Kak."
Keenan tersenyum sinis. "Salah paham? Kau jangan membuat alasan lagi Thalia. Aku tau kau pasti berusaha menggoda Mario kan agar kau bisa terbebas dariku."
"Tidak seperti itu, Kak. Dan dengarkan penjelasanku dulu." ucap Thalia yang masih berusaha untuk menenangkan amarah Kakak tirinya itu.
"Penjelasan apa? Penjelasan bahwa pria sialan itu adalah pria yang akan kau jadikan penggantiku? Itu yang mau kau jelaskan padaku, bukan?" seru Keenan dengan penuh kemarahan. Tatapannya menatap tajam ke arah Thalia.
Wajah Thalia langsung menegang ketika mendengar ucapan dari Keenan. Dia tidak menyangka jika Kakaknya memiliki pikiran seperti itu terhadapnya. Terlihat sorot mata Keenan penuh dengan kemarahan. Dan Thalia pun berusaha untuk tenang, tidak gugup dan takut.
"Kenapa kau diam? Ah, apa karena tebakanku benar?" tukas Keenan tajam.
"Tidak, tidak Kak Keenan. Kau itu sudah salah paham. Sungguh, aku tidak ada hubungan apa - apa dengan Kak Mario. Tadi kami itu tidak sengaja bertemu di restoran." jelas Thalia. Dia berusaha untuk tetap tenang dan berusaha untuk menjelaskan semuanya pada Kakak tirinya itu. Meski Thalia tahu, wajah Keenan penuh dengan kemarahan. Tapi Thalia akan terus mencoba menjelaskan kesalahpahaman ini.
"Hentikan omong kosong mu, Thalia! Kau berani menipuku! Dan sebenarnya kau ingin berselingkuh di belakangku, kan?" Seru Keenan dengan tatapannya yang semakin tajam. Matanya menggelap dan dirinya sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
"Tidak Kak Keenan. Aku tidak pernah berselingkuh. Aku bisa menjelaskannya Kak Keenan. Kau itu hanya salah paham." ucap Thalia yang masih berusaha untuk menenangkan amarah Kakak tirinya itu.
"Diam kau! Beraninya kau mau menutupi kesalahanmu itu.Apa kalian tadi sudah berciuman, Hah?! Katakan Thalia, Katakan!" Bentak Keenan.
"Tidak Kak Keenan! Aku tidak serendah itu!" Bentak Thalia.
"Diam kau sialan! Kalau begitu aku akan membuktikannya sendiri. Apakah si brengsek itu sudah menyentuhmu atau tidak!" Dan kini, Keenan mendekat ke arah ranjang, melempar jas sembarangan, dan Thalia yang sedang duduk di arah ranjang langsung memundurkan badannya saat melihat Kakak tirinya itu melepas kemejanya. Dan ya, wajah Keenan kini penuh dengan amarah.
"K-Kak Keenan, kau mau apa?" ucap Thalia setelah melihat Kakak tirinya itu melepas kemejanya.
"Jangan takut, sayang. Aku hanya akan membuktikannya." seru Keenan.
Dan kini, Keenan langsung menarik paksa kaki Thalia, hinggap membuat Thalia kini terbaring di ranjang. Dan dengan cepat Keenan langsung naik ke atas Thalia. Lalu dia menarik paksa seragam sekolah Thalia hingga kancing bajunya terlepas dan melemparkannya sembarangan.
******
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.