Brother'S Obsession

Brother'S Obsession
Rasa Penasaran Siska



"Siska!" Pekik Thalia saat tiba di depan kelasnya.


Thalia yang masih berada di dalam mobil dia telah melambaikan tangannya pada sahabatnya.


"Hey, Thalia. Tumben kamu kok datang agak pagi," ucap Siska yang berjalan di depan gerbang untuk menunggu Thalia yang belum keluar dari dalam mobilnya.


Keenan menghentikan mobilnya dengan menatap ke arah Siska yang tengah menunggu Thalia turun dari dalam mobilnya.


"Sayang! Itu sahabat kamu?" tanya Keenan dengan mendongakkan dagunya mengarah pada Thalia.


Dan Thalia langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat ke arah Keenan.


"Ya, itu sahabatku, Kak. Ya udah, aku langsung keluar ya. Udah di tungguin tuh sama Siska." tunjuk Thalia pada Siska.


Keenan menganggukkan kepalanya pelan dan menarik tangan Thalia yang hendak membuka pintu mobilnya.


"Tunggu bentar, sayang. Jangan buru - buru dong. Aku cuma mau ngingetin kamu jangan pernah berteman sama cowok yang lain. Apalagi si sialan itu sedang di rawat di rumah sakit. Kakak itu senang banget akhirnya saingan Kakak lagi gak berdaya. Tapi awas ya, kalau kamu berani jengukin laki - laki sialan itu, Kakak itu gak akan segan-segan buat kasih pelajaran ke kamu dan laki - laki sialan itu. Kakak serius, akan bikin kalian berdua hancur agar tidak punya masa depan. Jadi, jika kamu tidak ingin Kakak melakukan hal seperti itu kau harus menurut sama, Kakak." peringat Keenan dengan tatapan tajam ke arah Thalia.


Dan Thalia pun di buat bergidik ngeri akibat ulah Kakaknya yang selalu membuat ancaman kepadanya.


"Udah deh, Kak.Aku udah berkali-kali bilang sama Kakak kalau aku itu sedang mau konsentrasi buat belajar untuk ujian mendatang. Jadi, aku tidak bisa menemui Axel sementara waktu. Dan jika nantinya akan ada cowok yang datang mendekat ke arahku, itu bukan karena kemauanku, Kak." jawab Thalia dengan melepaskan tangan Kakak tirinya.


Sedangkan Thalia juga tidak ingin berdebat Kakak tirinya itu agar nantinya tidak mengurangi konsentrasi untuk belajarnya, dan Thalia pun langsung membuka pintu mobil dan segera keluar.


"Thalia, dengar kan Kakak. Kini sudah berulang kali Kakak memberikan peringatan padamu agar jangan pernah pulang dengan siapapun sebelum Kakak jemput kamu. Tetap patuh dan tunggulah di sini karena Kakak bakalan datang tepat waktu buat jemput kamu." ucap Keenan memberikan peringatan kemudian menyalakan mesin mobilnya.


Thalia hanya mengangguk pelan. Tidak menoleh pada Keenan dan langsung melangkah mendekat ke arah Siska.


"Eh, Thalia? Siapa itu cowok? Cowok lo ya, Thalia. Duh, ganteng banget tau gak sih?" puji Siska sangat mengagumi cowok yang sudah mengantarkan Thalia tadi.


Thalia memutar bola matanya malas, mendengar kata pujian yang di ucapkan oleh Siska untuk Kakak tirinya itu.


"Lo suka sama dia ya, Sis? Ambil aja buat lo?" ucap Thalia dengan menarik ujung bibirnya mengarah ke arah Siska.


Mendengar tawaran dari Thalia tentunya Siska sangat tersenyum senang.


"Lo serius, Thalia. Emangnya dia itu bukannya cowok kamu ya. Terus kalau bukan, dia siapanya lo dong? Tapi, kalau dia masih nganggur, boleh dong gue coba deketin dia." sahut Siska yang sangat berharap bisa mendapatkan cowok yang tampan dan juga mapan.


Thalia berjalan mendekat ke arah Siska dan mengajak Siska untuk segera masuk kedalam kelasnya.


"Siska, cowok tadi itu Kakak tiri gue. Dan dia juga gak nganggur, Sis. Dia itu sangat pekerja keras, kalau lo mau, Lo bisa deketin dia kok." jawab Thalia dengan nada ketusnya.


Thalia berdecak kesal pada sahabatnya. "Halah, emang ada hukumnya apa, kalau orang ganteng itu gak boleh jahat. Emang udah bawaan dari lahir mau gimana coba?" ucap Thalia dengan menautkan alisnya mengarah kepada Siska.


"Ya nggak gitu juga kali, Thalia. Gue itu cuma nyayangin aja sama Kakak lo itu. Andai dia itu gak kasar gue pasti mau kok, Thalia. Jadi Kakak Ipar lo, tapi karena denger dari cerita lo yang beberapa hari kemarin itu gue itu jadi mikir - mikir buat jadian sama cowok ganteng, bisa - bisa yang di banting bukan cuma ponsel, tapi guenya juga bisa di banting kalau ia gue nanti jadi ceweknya sih. Nah, kalau gue di bantingnya di kasur kan enak, Thalia terus empuk juga. Tapi, kalau di bantingnya di lantai kan gak lucu juga kan, Thalia." cerocos Siska


Sedangkan Thalia yang menanggapi ocehan dari Siska hanya terkekeh meledeknya.


"Ya nggak apa-apa juga kalau kamu mau daftar buat jadi Kakak ipar gue. Kali aja kan, setelah kenalan sama lo dia itu suka sama lo, dan pastinya Kakak gue bakalan berubah jadi baik dan gak kasar lagi sama gue." ucap Thalia tersenyum tipis pada Siska.


Siska menatap iba pada Thalia. Dan ya, sangat kasihan jika Thalia mengalami kekerasan di dalam lingkup keluarganya.


"Eh, Thalia. Apa selama ini kedua orang tua lo masih belum tau juga Kalau Kakak tiri lo itu selalu kasar sama lo?" tanya Siska.


Thalia meneguk ludahnya kasar dan kini menoleh ke arah Siska.


"Gue gak tau pemikiran mereka kayak gimana sama Kak Keenan. Mereka semua terlalu menjunjung tinggi Kak Keenan dan gue juga sebenarnya udah gak betah banget tinggal di rumah, Sis?" ungkap Thalia yang kini mulai menangis dan menceritakan pada Siska apa yang sedang di rasakanya.


Siska kini menghadap ke arah Thalia dan langsung memeluknya.


"Udah ya, jangan nangis. Lo bisa cerita semuanya sama gue, lo nggak harus simpen semuanya ini sendirian. Ingat, lo itu punya temen jadi lo itu jangan diem aja kalau lo lagi punya masalah," tutur Siska mencoba untuk menenangkan perasaan dari Thalia.


Thalia menganggukkan kepalanya dengan mengusap air matanya.


"Makasih ya, Sis. Lo itu temen gue yang sangat baik. Gue itu gak tau mau cerita ke siapa lagi, tapi gue gak bisa nahan masalah gue sendirian. Sedangkan Bunda gue juga gak pernah percaya kalau Kak Keenan itu emang keras sama gue, yang Bunda gue tau adalah gue itu penyebab Kak Keenan selalu marah." cerocos Thalia menjelaskan pada Siska.


******


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.