
Tidak butuh lama bagi Keenan untuk mengantarkan Thalia sampai ke sekolahnya. Karena Keenan membawanya mobilnya melaju dengan cepat. Itu juga atas desakan dari Thalia alasannya karena dia tidak ingin terlambat masuk ke sekolah.
Dan ya, Thalia akan marah - marah kepadanya jika dirinya membawa mobilnya dengan sangat lamban. Padahal sebenarnya, Keenan hanya ingin lebih lama berduaan di dalam mobil memadu kasih dan sayang.
"Ingat, pulang nanti biar Kak Keenan yang jemput. Nggak usah menghindar dari Kakak dengan pulang bersama dengan teman kamu." kata Keenan yang selalu memarkirkan mobilnya tidak terlalu jauh dari gerbang sekolah sesuai keinginan dari adik tirinya yang akan selalu menolak jika di antar sampai masuk ke parkiran sekolah.
Keenan mengira mungkin kehadirannya akan membuat kericuhan di dalam sana, karena memang pesonanya tak tertolakan. Dan ya, bisa jadi Thalia cemburu jika Kakaknya yang terlalu tampan akan di rebut orang.
Bukankah sekarang ini Keenan terlalu percaya diri?
Ya, Keenan memang selalu percaya diri dan percaya jika Thalia adalah jodohnya.
Walaupun banyak sekali perempuan di luar sana yang berlomba-lomba memperlihatkan pesonanya agar bisa menarik perhatiannya bahkan ada yang mau memberikan tubuhnya secara cuma - cuma dan ya, Keenan akan selalu menolaknya. Karena bagaimana pun Keenan hanya tertarik pada satu perempuan saja yaitu Thalia. Perempuan yang sudah sukses membuat dirinya menjadi gila karena di mabuk cinta setiap hari.
"Ya sudah, aku masuk kedalam sekolah dulu ya." ucap Thalia dan hendak langsung keluar dari mobil Keenan.
"Eh, tunggu dulu, Thalia." ucap Keenan langsung menahan pergelangan tangan Thalia.
"Ada apa lagi sih, Kak. Nanti aku terlambat masuk ke kelas." ucap Thalia kesal.
"Lagi pula kamu sudah sampai di depan sekolah jadi gak mungkin terlambat. Jangan banyak alasan kamu."
"Lalu Kak Keenan mau apalagi?" tanyanya sekali lagi.
"Kakak cuma mau kalau kamu kasih ciuman lagi buat Kakak."
"Apa?! Kak Keenan gila ya? Waktu di hotel kan sudah kenapa memintanya lagi." ucap Thalia kesal.
"Di hotel dan di sini kan berbeda, sayang."
"Gak, aku gak mau!" Tolak Thalia cepat.
"Baik, kalau kamu menolak kita tinggal putar balik aja dan melanjutkan aktivitas panas kita di Apartemen Kakak dan-
"STOP!" Ucap Thalia memotong ucapan Kakak tirinya itu. "Ya, aku mau tapi Kak Keenan harus tutup mata."
"Kenapa harus tutup mata lagi?"
"Kalau tidak mau ya sudah." ucap Thalia yang kini sudah punya rencana di benaknya.
"Baiklah." ucap Keenan mengalah.
"Tapi Kak Keenan lepasin dulu tangan Kakak. Aku kan nanti susah buat geraknya."
"Iya, ya. Bawel sekali sih kamu." gerutu Keenan yang tampaknya mulai kesal.
"Ya sudah, sekarang pejamin mata Kakak." dan tanpa menunggu lama Keenan pun memejamkan matanya.
Di saat Keenan memejamkan matanya dengan perlahan Thalia membuka pintu mobilnya dan saat sudah keluar dari mobil Kakaknya Thalia tak lupa mengetuk pintu kaca mobil Kakaknya dan Keenan pun membuka matanya saat melihat Thalia sudah keluar dari mobil.
"Dasar Kak Keenan bodoh." ucap Thalia dan langsung berlari masuk kedalam sekolahnya.
Sedangkan Keenan yang melihat tingkah adiknya hanya bisa tersenyum dan merutuki kebodohannya karena sudah di kerjai oleh adiknya.
"Awas kamu, Thalia." ucap Keenan.
***
Di Perusahaan...
"Jangan bilang kalau kau yang semalam yang membawa Thalia?!" Pekik Tristan yang kini menatap tajam pada Keenan.
"Lalu? Kenapa kalau aku melakukannya? Kau tidak terima? Kau ingin marah padaku? Bunda Vina saja percaya padaku dan menitipkan putrinya kepadaku? Lalu kenapa?" tanya Keenan dengan bersedekap menatap ke arah Ayah kandungnya yang terlihat sedang marah.
Detik itu juga Tristan mengepalkan kedua tangannya dan berjalan mendekati ke arah Keenan sebelum ia menarik kerah jas biru muda yang di pakai oleh Keenan.
"Kau.. kau sangat kurang ajar Keenan! Kau sudah menghancurkan masa depan gadis lugu yang tidak tahu apapun, SIALAN KAU KEENAN!" Teriak Tristan murka.
Dengan kasar, Keenan menyentak tangan Ayahnya sebelum ia menatapnya tajam.
"Asal Papa tahu, aku itu sangat menyukai anak tirimu itu, tapi dia dengan beraninya selalu menolak cintaku. Papa tahu bukan, kalau aku sangat membenci kata penolakan? Jadi, apa salahnya kalau aku menghukumnya dengan mengulang kembali percintaan panasku dengannya?"
Mendengar ucapan dari putranya Tristan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia kini memijat pangkal hidungnya dan detik itu juga rasa pening menyerangnya begitu hebat.
Dan ia sama sekali tidak menyangka jika putranya itu akan melakukan hal sekeji itu pada adik tirinya sendiri, Thalia. Dan ya, Thalia adalah gadis yang selalu Tristan banggakan meskipun Thalia bukanlah putri kandungnya.
"Papa tidak habis pikir, kau itu sangat gila Keenan. Kau sudah kehilangan otak warasmu, kau memang laki - laki dari dunia kegelapan!" Maki Tristan dengan sinisnya.
Keenan kembali terkekeh, ia menatap Ayahnya dengan tatapan remeh
"Apa aku juga harus mengatakan dan menunjukkan sebuah keburukan Papa pada Bunda Vina?" ancam Keenan dengan seringainya.
"Kau..."
"Ingat Pa, aku tidak suka jika Papa menghalangi perasaanku. Ini sudah takdir yang di atas Papa. Jadi tidak bisa di ganggu gugat. Papa menikah lagi aku juga setuju karena aku pikir itu takdir Papa. Jadi, bisa kan kalau Papa menerima takdirku ini?"
Tristan terdiam.
"Dan aku katakan sekali lagi, aku sudah berniat untuk menikahi Thalia setelah hari kelulusannya?"
Dan tanpa di beritahu pun kalian pastinya sudah mengetahui setelah mendengar ucapan dari putranya sendiri bagaimana perasaan Tristan. Sungguh, Tristan tidak menyangka dengan pikiran Keenan yang sudah sejauh itu. Dan lebih sialnya lagi, hari kelulusan Thalia akan segera di laksanakan sebentar lagi. Tentunya dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Papa ingatkan sekali padamu. Lebih baik kau kubur lah dalam - dalam rencana kamu untuk menikahi adikmu. Karena Papa tidak akan pernah merestui kalian berdua."
"Aku berkata seperti itu bukan sedang meminta restu, aku hanya ingin berbagi kebahagiaanku dengan memberitahukan kabar gembira ini pada Papa. Selamat. Sebentar lagi anak satu - satu mu ini akan memiliki seorang istri yang cantik dan-"
"Akan aku pastikan rencana Kamu itu gagal total. Dan kamu itu tidak punya rasa belas kasihan sama sekali ya. Malahan kamu dengan bangganya itu mencelakai Axel dan kalau saja Thalia tahu pasti dia akan membenci kamu." ucap Tristan memberitahu. "Papa berharap secepat mungkin Thalia akan mengetahuinya dan dia akan membencimu." lanjut Tristan memberikan peringatan.
"Aku rasa itu bukanlah masalah yang besar. Karena jika hari itu tiba, akan aku pastikan jika Thalia itu sudah mencintaiku dan akan sangat mudah bagiku untuk meluluhkan hatinya kembali. Jadi, aku pastikan masalah yang sepele seperti itu tidak akan membuat Thalia membenciku." ujarnya begitu santai dan ya, rasanya Tristan ingin sekali melayangkan pukulannya pada putranya sendiri.
Bagaimana tidak kesal, jika Keenan begitu santainya mengatakan bahwa mematahkan kaki Axel adalah masalah yang sepele. Ya, semalam Tristan dah Istrinya mendapatkan kabar jika Axel anak dari sahabatnya itu mendapatkan kecelakaan dan pelakunya tak lain adalah putranya sendiri. Dan Tristan mengetahui hal itu karena Axel yang mengirimkan pesan kepadanya dan memberitahu pelaku penganiayaan yang terjadi padanya.
Jika saja Axel adalah orang yang paling jahat melebihi seorang Keenan. Mungkin saja Axel sudah melakukan hal yang sama pada Keenan atau bisa saja Axel langsung memenjarakan Keenan atas tindakan laki - laki itu. Namun sayang sekali, Axel itu terlalu baik dan dia hanya memilih diam saat di tanya oleh kedua orang tuanya mengenai si pelakunya.
Pandangan Tristan kini tertuju pada Keenan. "Meskipun kau anak kandungku sendiri, tapi jika kau berani macam-macam dengan Thalia lagi, Papa yang akan membunuhmu dengan tangan Papa sendiri. Ingat itu?!"
Keenan menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi. "Baik, silahkan saja. Kita lihat saja, Papa atau aku yang akan mati."
*****
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.