Brother'S Obsession

Brother'S Obsession
Peringatan Keenan Pada Axel



"Keenan? Kenapa sepagi ini kamu keluar dari kamar Thalia? Abis ngapain kamu di kamarnya Thalia?" tanya Ayahnya sedikit menaruh kecurigaan dengan anaknya yang baru saja keluar dari kamar Thalia.


"Tadi Keenan habis bantuin usir kecoa di kamarnya Thalia, Pah." jawab Keenan memasang wajah datarnya untuk menutupi rasa curiga dari Ayahnya.


"Oh, seperti itu."


"Iya seperti itu, Pah." Keenan masih menatap Ayahnya hingga membuat sang Ayah mengerutkan dahinya merasa ada yang aneh dari ekspresi wajah putranya itu.


"Keenan, kamu tidak melakukan hal yang aneh pada adikmu sendiri kan?" selidiknya dan hanya di balas gelengan kepala dari Keenan.


"Papa pikir aku apaan? Tidak mungkinlah aku berbuat hal yang aneh-aneh pada adik tiriku sendiri."


Mendengar jawaban dari putranya itu Tristan tersenyum ke arahnya "Baiklah, kalau begitu Papah pergi dulu." ucapnya sambil menepuk bahu Keenan lalu berlalu pergi meninggalkan putranya di depan pintu kamar Thalia.


***


Sesampainya di gerbang sekolah Thalia langsung bergegas turun dari mobil Keenan. Namun sebelum Thalia turun dari mobil Keenan menarik tangan Thalia. "Ingat Thalia setibanya di sekolah kamu itu langsung masuk kedalam kelas. Dan pulang sekolah nanti akan Kakak jemput. Jangan berani lagi kamu pulang bersama dengan teman laki - laki mu yang kemarin." ucap Keenan memberikan peringatan pada Thalia.


Thalia pun menganggukkan kepalanya dengan cepat dan berkata "Baik Kak," dan langsung keluar dari mobil Kakak tirinya.


"Thalia," panggil Axel saat melihat Thalia sudah turun dari mobil dan kini sedang berjalan ke arahnya.


Mendengar seseorang memanggil namanya Thalia langsung melambaikan tangannya saat melihat Axel yang sudah bertengger manis di atas sepeda motornya.


"Hei, Axel. Tumben lo gak langsung masuk aja" sapa Thalia dengan senyuman manisnya.


"Gue itu emang sengaja nungguin lo di sini! Nih, kaki gue itu sampe kebas, karena gak turun - turun dari atas motor." keluh Axel


"Lagian siapa yang nyuruh lo itu nungguin gue."


"Abisnya gue itu khawatir banget sama lo. Lo tau sendiri kan saat kemarin Kakak lo itu marah - marah sama lo."


"Akan lebih baik kalau kamu tidak ikut campur, El. Dan terima kasih untuk perhatian kamu."


"Tapi, Lia-"


"Udahlah gak usah di bahas lagi." potong Thalia cepat. Karena dia tidak ingin jika Axel mendapatkan masalah.


"Thalia, kenapa kamu masih belum masuk kedalam. Apa kamu sudah lupa dengan peringatan dari Kakak tadi?" tanya Keenan dari arah belakang sontak membuat Thalia terkejut. Ya, Thalia mengira bahwa Kakaknya itu sudah langsung berangkat ke kantor tadi.


"aah ya, tadi Thalia lagi ngobrol sama Axel sebentar, Kak. Lagi pula bel masuk sekolah kan belum berbunyi jadi Thalia sempetin buat ngobrol sebentar dengan Axel."


"Lebih baik kamu cepat masuk ke sekolah, Thalia." ucap Keenan tegas. "Dan kau, aku ingin berbicara denganmu." lanjutnya yang kini sedang menatap ke arah Axel.


"Hallo bang, apa kabar? Senang bertemu dengan Anda." ucap Axel dengan menjabat tangan Keenan.


Sedangkan Keenan tidak mau mengulurkan tangannya untuk membalas jabatan tangan dari Axel, hingga membuat Axel pun merasa tersinggung.


Axel berusaha untuk tetap santai, dia hanya berfikir itu adalah kerikil kecil yang datang untuk menguji kedekatannya dengan Thalia.


"Bang, gue itu deketin adik lo juga dengan cara yang baik - baik, bang. Gue janji, Bang. Nggak akan bikin Thalia terluka ataupun menangis."


"Tapi gue itu gak suka dengan cara lo ya! Intinya gue itu gak pernah suka jika Thalia deket dengan laki - laki manapun." geram Keenan pada Axel.


Mendengar ucapan dari Keenan membuat Axel semakin bingung dengan penjelasan dari Kakaknya Thalia itu. Ya, bagaimana mungkin adik perempuannya yang sudah di besarkan tidak di izinkan untuk memilki kekasih, bahkan Kakaknya Thalia sampai tidak suka jika adiknya memiliki teman cowok. Dan ya, Axel berpikir bahwa Kakaknya Thalia memang sudah gila.


"Hei, kenapa lo malah diem aja? Lo itu gak budeg kan? Dengar, gue peringati sama lo, mulai hari ini lo itu harus jauhi adik gue. Atau lo bakalan berurusan dengan gue!" Peringat Keenan memberikan ancaman pada Axel.


Axel tersenyum smirk ke arah Keenan karena ancaman dari Keenan sangatlah aneh.


"Bang, apa lo itu benar-benar serius ngekang adik lo itu untuk tidak berpacaran. Ada apa dengan lo bang, lo masih waras kan. Bagaimana mana mungkin seorang Kakak akan mengekang adik perempuannya untuk memilih pasangan hidupnya. Ini benar - benar tak masuk akal, Bang." ejek Axel dengan menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Keenan yang mendengar ucapan dari Axel mengepalkan tangannya kuat-kuat menahan amarahnya agar tidak sampai memukul Axel.


"Gue sempet mikir soal abang tadi, Abang itu udah bikin Thalia tertekan dengan melarang keras dia berteman dengan orang lain. Ah, atau jangan - jangan Abang ini suka dengan Thalia. Gila aja Bang, kalau beneran suka dengan adik sendiri." ejek Axel dengan menyilangkan tangannya di depan dada.


Keenan yang sudah sangat geram pun langsung mendekat ke arah Axel dan mencengkram erat jaket yang di pakai oleh Axel.


"Bahkan, penampilan lo itu sudah seperti buronan berandal. Apa lo pikir lo itu pantas buat adik gue." geram Keenan dengan menghempaskan tubuhnya Axel.


Setelah bermain kecil dengan Axel diapun langsung berjalan menuju ke arah mobilnya dan segera meninggalkan sekolah itu dengan penuh kekesalan.


***


Thalia beberapa kali menghentakkan kakinya di atas lantai sekolah hanya untuk meluapkan segala kemarahannya yang sudah dia tahan dari kemarin malam. Ya, jika saja tidak ada ancaman yang mengerikan dari Keenan mungkin saja dirinya sudah lama dia akan melakukan hal gila melebihi sikap Kakak tirinya itu.


semakin hari sikap Kakak tirinya sangat keterlaluan. Rasanya Thalia ingin sekali mengadukan semua perbuatan buruk Keenan kepada kedua orang tuanya. Namun, Keenan begitu pandai membolak balikkan fakta dan jatuhnya nanti Thalia yang akan selalu salah.


Rasanya sekarang Thalia ingin menangisi nasib dirinya yang begitu menyedihkan.


********


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.