Brother'S Obsession

Brother'S Obsession
Pergi Ke Pesta



Malam ini Thalia akan menemani Kakaknya datang ke acara pesta rekan bisnis teman kakak tirinya itu. Meski sebenarnya Thalia sungguh tidak ingin pergi. Tapi dirinya tidak bisa melakukan apapun, jika Kakaknya itu sudah mulai mengancamnya dan mau tidak dia pun menerima permintaannya itu.


Thalia mematut cermin, kini tubuhnya sudah terbalut dengan sebuah gaun berwarna merah yang sangat seksi. Gaun ini juga sedikit terbuka di bagian dada, membuat Thalia jauh lebih dewasa ketika memakai gaun ini.


Thalia memoles wajahnya dengan make up tipis, kemudian dia juga tidak lupa untuk memastikan penampilannya malam ini sudah sempurna.


"Hm, cantik juga aku memakai gaun ini. Ini gaun pasti harganya sangat mahal. Lihatlah, bahannya saja sangat lembut dan enak di pakainya. Tapi kenapa dia memperlakukan aku seperti ini. Membelikan aku gaun, dan mengajakku keluar untuk menemui temannya. Ah, seandainya Papa dan Bunda tau. Kalau Kak Keenan sudah membuat masa depanku hancur, apa yang akan mereka katakan padaku nanti?" ucap Thalia. Dan kini melihat ke arah jam dinding di kamarnya sudah hampir pukul tujuh malam.


"Huft... Sudahlah. Aku itu tidak mau memikirkan hal ini. Yang paling penting bagiku sekarang, aku itu harus cepat - cepat lulus sekolah."


Setelah berdandan rapi, kini Thalia mengambil tasnya dan memakai sepatu hak tinggi agar terlihat lebih sempurna. Ya, walaupun Thalia sebenarnya tidak ingin keluar bersama dengan Kakak tirinya itu. Tetapi setidaknya dia itu harus menyesuaikan diri di lingkungan luar agar terlihat lebih cantik saat di lihat orang dan setidaknya tidak mempermalukan Kakak tirinya itu.


Kemudian, Thalia pun keluar dari kamar dan mendapati Keenan yang kini sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Kamu sudah selesai, Thali...."


Saat melihat penampilan Thalia. Keenan hanya terbengong. Ya, bagaimana mungkin Keenan tidak merasa takjub dengan melihat penampilan adik tirinya itu yang terlihat sangat cantik malam ini.


"Woow, adikku ini ternyata semakin cantik sekali ketika berdandan. Ini baru yang namanya sempurna. Ya, kamu dan aku memang di ciptakan untuk saling melengkapi. Dan malam ini, aku akan buktikan ke semua orang kalau kamu adalah kekasihku, bukannya adikku.Aku sudah tidak peduli lagi, jika nantinya Papa kembali menentang ku. Dan aku juga sudah tidak peduli lagi jika Bunda juga akhirnya akan menentang ku nanti. Karena kamu memang di takdirkan hanya untuk menjadi milik Keenan Alexander."


"Ekhm! Bisakah kita jalan sekarang?" tanya Thalia mengabaikan ucapan Keenan.


"Ya, tentu saja. Kita langsung jalan sekarang." jawab Keenan tampak begitu bersemangat.


Keenan berjalan dengan begitu tegas di ikuti oleh Thalia di belakangnya.


Saat sampai di lantai dasar, Thalia bertemu dengan Ibunya. Saat melihat Thalia yang kini memakai gaun pesta, dan ia pun langsung bertanya padanya.


"Thalia, kamu mau pergi kemana?" tanya Vina menatap Thalia terlihat aneh, cantik tidak seperti biasanya, yang biasanya hanya selalu mengenakan baju rumahan.


Dan ya, sebenarnya Vina juga sudah mengetahui jika Keenan yang akan mengajaknya pergi ke pesta. Namun dia tetap diam, karena tidak mau bertengkar dengan anak laki - lakinya. Karena ia pun yakin jika Keenan tidak akan pernah melakukan hal yang buruk pada Thalia.


"Emmmm, aku mau di ajak Kak Keenan, Bund. Kak Keenan mengajakku ke pesta sekalian juga memperkenalkan aku ke rekan kerjanya." jawab Thalia.


Sedangkan Keenan kini pamit keluar lebih dulu untuk menyiapkan mobilnya. Dan ya, ia juga tidak ingin jika ketika Ayahnya tiba-tiba pulang dari kantor akan menggagalkan rencananya untuk membawa Thalia pergi ke pesta bersamanya.


"Jadi, kamu hanya pergi berdua dengan Kakakmu saja, Thalia? Apakah tidak ada orang yang akan menemanimu?" Tanya Vina kembali.


"Ya, Bund. Aku hanya pergi berdua dengan Kak Keenan," jawab Thalia dengan menatap sendu ke arah Ibunya.


***


Tiba di tempat pesta Thalia dan Keenan di sambut meriah oleh teman - teman Keenan yang sudah berada di lantai bawah.


Dan kini Keenan berlanjut mengajak Thalia untuk bertemu dengan Vino. Dan ya, Thalia akan di kenalkan kepada Vino sebagai kekasihnya dan bukannya sebagai adik perempuannya.


Memang gila, Keenan karena obsesinya pada Thalia bahkan kini sudah sampai mendarah daging. Bahkan ia sepertinya sudah mati rasa pada perempuan lain.


"Kak Keenan sebenarnya ini rumah siapa, Kak?" tanya Thalia yang kini sudah berada di rumah mewah di lantai dua.


"Rumah temanku." jawab Keenan


"Memangnya Kak Keenan ngapain ajak aku lantai dua ini. Bukankah di lantai bawah tadi juga sudah bertemu dengan teman Kakak. Aku malu tau nggak?!"


"Kenapa malu, kita juga belum ngapa-ngapain, kok? Tapi kamu udah malu. Udah deh gak usah malu. Nanti kalau kita mau malam pertama lagi kamu boleh bilang malu. Tapi untuk saat ini kamu itu gak perlu malu, okey?" jawab Keenan sambil mengacak rambut Thalia pelan.


"Ih... Mulai lagi deh! Kamu itu memang udah gak waras, Kak. Dengar, sampai kapanpun kita itu tidak akan pernah bisa bersatu. Karena kita adalah saudara dan aku jamin Papa dan Bunda tidak akan pernah merestui hubungan di antara kita. Lagian ya, kak menikah dengan adik sendiri hukumnya haram, Kak Keenan mengerti hukum kan? Itu nggak akan di benarkan. Jadi lebih baik, Kak Keenan mencari orang lain untuk kamu nikahi. Biarkan aku mencari jalan hidupku, dan kamu juga cari jalan hidupmu." omel Thalia kesal.


"Tapi aku maunya sama kamu, sayang. Lagi pula kita juga bukan saudara kandung jadi sah - sah aja kalau kita menikah nanti," jawab Keenan sambil mengusap pelan Pipi Thalia. Dan itu langsung di tepis oleh Thalia.


"Gila! Kak Keenan benar - benar sudah gila!" Seru Thalia menghempaskan tangan Keenan.


Dan ya, Thalia itu sudah sangat risih saat mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya di lakukan seorang Kakak kepada adiknya. Meskipun Thalia pun menyadari jika di antara mereka tidak mempunyai hubungan darah.


*****


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.