
Episode 99 : Aku tidak akan meninggalkan mu.
***
Kepala pelayan yang mendengar ucapan Winter itu terlihat sangat berbinar, dia sangat tidak menyangka Tuan nya bisa melakukan hal itu.
Bersikap seperti anak muda pada umumnya, cemburu dan ngambek karena ada sesuatu hal yang terjadi kepada seseorang yang dia suka.
Dengan mata yang berlinang dan tak menyangka masa seperti ini akan tiba, kepala pelayan itu segera menjawab Winter.
"Nona ... Tuan itu adalah seorang lelaki yang dalam hidupnya dipenuhi kegelapan ..."
"Dia mungkin bersikap kekanak-kanakan, dia juga tidak tahu cara memperlakukan wanita dengan baik ..."
"Itu semua terjadi sejak keluarganya tiba-tiba direnggut darinya, aku adalah seorang pelayan yang selamat dari tragedi di kediaman Tuan dahulu ..."
"Kebaikan hatinya tidak luntur untuk orang-orang terdekatnya, Tuan Avier mencari saya dan beberapa pelayan yang selamat untuk mengikutinya ..."
"Jadi saya sangat memohon agar Nona mengerti dengan posisi Tuan, jika dia bersikap seperti barusan, mohon bujuklah ia dengan kasih sayang ..."
"Beritahu Tuan jika kasih sayang itu tidak akan pernah hilang dari dunia ini ..."
"Tuan pasti hanya takut Nona meninggalkan dia,"
Dengan rasa haru dan menunduk dengan sangat hormat, kepala pelayan yang sudah tua itu tak mampu menahan air mata dan rasa harunya.
Dia tidak akan pernah tahu jika saat-saat seperti ini akan tiba, saat-saat dimana Tuan nya yang ia layani sejak Avier kecil akan kembali menunjukkan ekspresi seperti tadi.
Jadi perasaan itu benar-benar memberikan rasa haru yang teramat sangat baginya.
Seolah-olah kepala pelayan itu sudah bisa beristirahat dengan tenang ketika meninggalkan Avier.
Mengetahui jika ternyata ada seorang gadis yang bisa mengisi kekosongan hati sang bos mafia, juga mungkin akan menyalakan api kehidupan dalam diri Avier.
***
Mata Winter melebar mendengar itu, Winter sama sekali tidak menyadari bagaimana kepala pelayan ini ternyata juga adalah seseorang yang selamat dari pembantaian keluarga Avier dahulu.
Winter menundukkan kepalanya dengan rasa ngilu di dadanya.
"Baik Pak, saya berjanji tidak akan meninggalkan Tuan Avier, saya akan memberikan semua rasa sayang yang saya miliki untuk nya ..."
"Saya yakin semesta memiliki rencana indah untuknya yang telah terkekang dengan derita nya ... terimakasih sudah mengingatkan saya Pak ..."
"Kalau begitu saya undur diri dulu ..."
Balas Winter segera berdiri dan menundukkan kepalanya hormat kepada Kepala pelayan.
Red berpura-pura menghisap rokok di tangannya, dia duduk di sofa dekat ranjang.
Ketika ia menyadari Winter mengejarnya masuk ke dalam kamar, ada rasa bahagia tak terukur ia rasakan.
Namun Avier masih ingin kesal, seperti seorang remaja yang ingin menunjukkan rasa kesalnya, begitulah Avier sekarang ini.
'Aku harus tetap marah ... aku sama sekali tidak boleh menunjukkan jika aku sudah sangat bahagia mengetahui dia mengejar aku hingga kesini!'
'Tetap tenang Avier, jangan longgarkan keamanan mu terhadap penyihir kecil pencuri hati ini!'
Seru Avier dalam hatinya, dia menghisap rokok sehingga ada beberapa asap di sekitarnya yang segera menyatu dengan udara.
"Tuan ..."
Winter segera duduk di sisi Avier, dia tak lagi malu ketika tiba-tiba saja Winter menggenggam tangan Avier yang satunya lagi.
"Aku meminta maaf ... aku hanya ingin jujur dan ingin tak ada rahasia, aku memang pernah mencintai seseorang tetapi untuk sekarang hal itu sama sekali tidak jelas ..."
"Lagian aku ini milik mu, bahkan aku sudah menyerahkan tubuhku untuk mu, bukankah itu sudah bisa menjadi salah satu bukti jika aku tidak akan pernah meninggalkan mu?"
Winter menjelaskan mengapa tadi dia menjawab hal itu.
Ketika itu Avier terdiam, dia masih melihat kearah berlawanan dari Winter namun jantungnya berdegup sangat kencang sekarang ini.
"Itu tidak cukup!"
"Mulai hari ini kau harus mencintaiku!"
"Dan hanya boleh aku seorang yang ada di hatimu!"
Ucapan Red ketika Red mematikan rokoknya, menarik tangan Winter dan mendorongnya ke sofa agar berbaring.
Terlihat sangat panas dan mendebarkan disaat yang sama.
.
.
.
Author : Guys mulai episode ini mungkin Red akan sering dipanggil jadi Avier ya, nama aslinya.
Jangan bingung ya guys 😍