Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 107 : KENAPA MELAKUKAN NYA?



Episode 107 : KENAPA MELAKUKAN NYA?


***


"SIAPA KAU? BERAPA YANG KAU MAU?" Teriak Harry merasa jika Avier adalah perampok lautan yang memang hanya menginginkan uang.


Sampai ketika Avier melepaskan masker latex pengubah wajah dari kepalanya yang ia gunakan sejak memasuki kapal pesiar.


Ya ... untuk menutupi wajahnya, sebelumnya Avier telah menggunakannya topeng latex yang merupakan hasil eksperimen Kevin dan ternyata berhasil mengubah wajah Avier menjadi seseorang yang lain.


Avier menggunakan kesempatan wajah dan biodata rahasianya sebagai pemimpin perusahaan yang bernama Carl Davidson, dimana belum pernah satu orang pun berhasil melihat wajahnya.


Penyamaran Avier berhasil dengan sempurna dan mengelabui semua orang.


Ketika topeng itu dibuka, dan wajah asli Avier diperlihatkan, mata Asher segera melebar dan tubuhnya bergetar dengan sangat hebat.


"A ... Akram? tidak ... tidak mungkin!"


"KAU SUDAH MATI!" Teriak Asher bergetar hebat namun tubuhnya membeku seolah tak bisa ia gerakkan lagi.


Dia merasa saudara tertuanya, Akram Goldwil telah bangkit dari kubur.


"Akram?"


"Berani sekali kau memanggil nama ayahku?"


"Heh! melihat wajah pucat dan ketakutan mu rasanya aku ingin muntah!"


"Apakah kau sudah bisa melihat ku dengan jelas?"


Bisik Avier mendekat, pengawal Asher Goldwil yang tersisa segera melindungi Tuannya.


"Jangan mendekat atau peluru ini akan menembus ke ..." belum sempat pengawal Asher memberikan ancaman kepada Avier.


"Bak!"


"Buk!"


"Bak!"


"Buk!"


Kedua pengawal yang tersisa itu telah terkapar oleh Avier, padahal Avier hanya menggunakan tinju nya, tidak menggunakan senjata api.


"Ti ... tidak mungkin, kau sudah mati!"


"Semuanya sudah mati! aku sudah membantai kalian semua dahulu!"


"Jangan berbohong! apakah kau pikir kemiripan wajahmu bisa menipu ku?"


"Jangan mimpi!"


"Apakah kau tahu seberapa besar kekuasaan ku? kau salah lawan anak muda! jangan berani-berani menggertak aku!"


"Semua keluarga Goldwil kecuali aku dan keturunan ku telah mati!"


Teriak Asher tidak akan percaya dengan Avier, Asher tidak akan mempercayai hal itu.


Lagian pemuda di hadapannya ini bukanlah apa-apa bagi kekuasaannya yang besar.


***


"Kenapa melakukannya? kenapa adikku?"


"Kenapa Ayahku?"


"Kenapa Ibuku?"


"Kenapa semua pelayan yang aku sayangi dan anggap keluarga juga kau bantai Paman?"


"Apakah harta yang kau rebut seberharga itu?"


"Aku menunggu berpuluh tahun untuk menanyakan ini!"


"Apakah Paman bisa tidur dengan tenang?"


"Apakah Paman tahu apa yang terjadi kepada adikku sebelum dia dieksekusi oleh suruhan mu?"


"KENAPA?"


Dengan tubuh bergetar hebat, tawa dicampur tangisan, dan amarah melebihi apapun, Avier terlihat seperti monster sekarang.


*Brak*


Asher terjatuh, dia melihat Avier sembari menggelengkan kepalanya, dengan air mata ketakutan dan mimpi buruk yang tersirat jelas diwajahnya, Asher Goldwil yang agung itu merangkak mundur menjauh dari Avier.


Lelaki yang ternyata adalah keponakannya, yang luput dari tragedi silam.


Mimpi buruk Asher telah menjadi kenyataan, ternyata pewaris tunggal keluarga Goldwil masih hidup dan tumbuh menjadi lelaki yang amat mengerikan.


"KENAPA? KENAPA? KENAPA?"


"ADIKKU BERTERIAK, IBUKU MENANGIS DAN AYAHKU TAK BERDAYA!"


"AKU MELIHAT SEMUANYA!"


"KENAPA KAU MELAKUKAN NYA?"


"KENAPAAAAAAA!"


Avier sudah kehilangan kendali dirinya, para anggotanya saja sudah ketakutan melihat kengerian di mata Avier.


Ketika melihat Asher Goldwil merangkak ketakutan seperti itu, membuat Avier menyadari betapa rencananya selama berpuluh tahun hanyalah untuk meruntuhkan orang lemah seperti Asher.


Orang lemah dan ketakutan yang berlindung dibawah kekayaan ayahnya sendiri.


Avier merasa semuanya menjadi hampa dan sunyi, dia ingin membakar semuanya.


Dia tidak lagi melihat cahaya.


.


.


.


.