
Episode 56 : Makan malam bersama di pedesaan.
.
.
.
Waktu seolah berjalan begitu lambat sekarang, setiap helaian rambut Winter terlihat sangat indah di mata Red.
Wajah yang cantik dan ekspresi yang menggemaskan itu seolah tak akan pernah dilupakan oleh Red seumur hidupnya.
"Menyebalkan! aku kesal karena kau kelihatan terlalu indah di mataku! sebenarnya sihir apa yang kau berikan kepadaku!"
"Haaah!"
Red memejamkan matanya, dia mencengkeram tangannya dengan sangat kuat.
Baru saja dia sudah tidak sabar ingin segera menghabisi Winter dengan sangat bergairah.
Walaupun Red adakah seorang bos mafia dan seorang yang sangat berkuasa, dia tidak pernah bisa tidur dengan wanita manapun.
Seperti yang ia katakan, jika Red merasa jiwanya telah mati ketika keluarga nya dibantai.
Selama hidup, Red sama sekali tidak memiliki gairah apapun kecuali untuk membalaskan dendam.
Red telah hidup menjadi monster pendendam tanpa tujuan hidup yang jelas selama ini.
Winter terdiam dan tak sadar jika bibirnya sekarang manyun karena sedih dikatai menyebalkan oleh Red.
Padahal dia hanya bertanya hal biasa saja.
"Maafkan aku Tuan, aku memang menyebalkan bertanya banyak hal kepada mu, mulai hari ini aku tidak akan menanyakan apapun lagi ..." balas Winter sembari mengambil makanan dan mengunyahnya.
'Ya! sebaiknya aku Fokus makan saja, Tuan Red akan semakin murka jika aku bertanya banyak hal!'
Benak Winter mengunyah makanannya dengan bersungguh-sungguh.
Pipinya menggembung seperti biasa dan terlihat terlalu imut di mata Red.
"Haaah!"
Red menghela nafasnya berat ketika melihat seberapa menggodanya Winter di hadapannya.
"Aku benar-benar ingin memakan mu!" geram Red berpangku tangan lagi dan menatap Winter tajam.
Winter terperanjat ketika mendengar itu, dia celingak-celinguk ketika tahu Red akan memakan nya.
'Me ... memakan aku?'
'Apakah makanan yang di atas meja tidak cukup!'
Mungkin karena jalan pikiran Winter yang lurus dan tulus membuatnya tak pernah memikirkan hal nakal sebelumnya.
Dengan rasa gugup dan tegang, Winter mengunyah makanannya lebih cepat dan menghabiskan makanan seperti yang diperintahkan oleh Red.
Sungguh, selama bersama Red, Winter makan dalam jumlah yang banyak, sebelumnya Winter memiliki nafsu makan yang sedikit.
Tetapi ketika sudah bersama Red, Winter melahap banyak makanan, mungkin karena faktor ancaman juga jadi Winter bisa menghabiskan makanannya.
.
.
'Aduh ... kenapa melihat ku terus? katanya akan membuat aku bekerja keras malam ini? apakah maksud nya duduk di tempat ini semalaman dan di tatap seperti itu?'
Winter bertanya-tanya dalam dirinya, ketika makanan sudah ia santap habis tetapi mereka masih duduk di balkon ini dan keduanya hanya diam saja.
Membuat suasana canggung yang begitu terlihat di mata Winter.
Sedangkan Red sebenarnya dengan sengaja membuat mereka duduk di balkon sejenak, agar makanan yang baru di konsumsi oleh Winter tidak akan membuatnya sakit perut jika langsung bergerak.
Setelah menunggu beberapa menit ...
"Ayo kita masuk, sudah waktunya ..." seru Red berdiri dan membuat Winter terperanjat.
'Waktunya untuk apa?'
'Memakan aku hidup-hidup?'
'Astaga ... kakiku sampai gemeteran tak bisa melangkah!'
Seru Winter dalam hatinya ketika ia merasa dia akan dimakan hidup-hidup, membuat kakinya membeku dan tak bisa ie gerakan.
Bagaimanapun, yang dilihat oleh Winter dalam diri Red adakah hal-hal yang mengerikan, jadi Winter tentunya membayangkan hal mengerikan saja dari ucapan yang dikatakan oleh Red.
.
.
.
.
Author : Waktunya untuk apa nih menurut kalian? hehe
Si Red masih perjaka Ting Ting ya guys, dia adakah karakter cowok kedua di Novel ku yang perjaka Ting Ting.
Semoga kalian suka ya semuanya, jangan luka berikan duiuang nya berupa like, komentar dan gift jika berkenan 😘❤️