
Episode 105 : Hubungan Avier dan seluruh anggotanya.
***
Mendengar ucapan dari Sai, Avier menghela nafasnya dalam-dalam.
“Sai ... ini adalah akhirnya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kita membalaskan mereka ...”
“Akan tetapi, ingatlah jika saudaraku yang tertinggal hanyalah kau ... dalam misi ini aku tidak ingin kehilangan keluargaku lagi!”
Seru Avier pelan, dia membuat Sai yang selama ini terlihat kaku dan suram sampai menitikkan air mata.
Selama berpuluh tahun ia membantu Avier membangun perusahaan sampai mereka ada di titik ini.
“Bos ... kau memang tidak berubah, tetap memiliki hati yang lembut dan menganggap aku sebagai saudara mu ... aku tidak akan mati Bos, aku tidak akan membiarkan satupun dari antara kita mati malam ini ...”
Seru Sai bahkan sesenggukan, membuat semua anak buahnya yang berada di ruangan yang sama sampai syok sekali dan melongo.
“Apakah dia adalah Bos kami? Sai?”
“Apakah dia sedang menangis?”
“Ini lebih mengerikan dari rencana malam ini, mengetahui jika Bos Sai bisa menangis!”
“Ternyata dia bukanlah seorang monster malam!”
Bisik semua anak buahnya yang ada di dalam ruangan itu.
“Apa yang kalian bisikan disitu! Cepat fokus dan lakukan pekerjaan kalian!”
Seru Sai membuat semua anggota nya terperanjat dan segera melanjutkan misi masing-masing dari mereka.
“Apa-apaan kalian, apakah kalian berdua sedang syuting drama romantis?”
“Bisa-bisanya melupakan aku disini, aku juga bagian dari kalian ya ...” bisik Kevin tidak suka ketika namanya dilupakan.
Padahal Kevin juga sudah bersama dengan mereka selama kurang lebih 9 tahun ini.
Kevin dulunya adalah seorang gelandangan yang dibuang orangtuanya, Kevin bertemu dengan Avier ketika Kevin kabur dari panti asuhan dan menjadi gelandangan.
.
.
“Pffft ... siapa yang menduga kita bisa berbicara seperti ini saat musuh ada di depan kita ... terimakasih untuk semua anggota ku, sudah berada di sisiku selama ini!”
Seru Avier merasa aneh.
Mungkin karena perasaan nya yang semakin tumbuh membesar terhadap Winter, hatinya sekarang menjadi lebih damai.
.
.
Ketika Asher Goldwil sudah menyatakan beberapa pidato singkat nya, akhirnya pihak Harry Roshfil segera mengambil Guci super besar dan sangat langka yang memang menjadi hadiah utama untuk Asher Goldwil.
Guci itu adalah Guci yang dibuat oleh peramal dari keluarga Goldwil, Guci besar yang seluruh bagian guci menunjukkan lukisan tentang ramalan keturunannya kelak.
Di Guci itu terlukis banyak sekali warna merah dan banyak gambaran abstrak yang menunjukkan mimpi buruk, diantara banyak karakter di Guci itu, ada seorang yang berdiri di tumpukan mayat namun seorang lagi dari bayangan hendak menusuk seorang yang berdiri di tumpukan mayat itu.
Guci itu bercerita tentang perebutan hak warisan di keluarga Goldwil, dan yang saat ini berdiri diatas tumpukan mayat itu adalah Asher dan yang keluar dari bayangan membawa sebilah pedang belum diketahui siapa.
Karena pewaris satu-satunya keluarga Goldwil yang tersisa hanyalah Asher.
Guci itu ditemukan di reruntuhan mansion tua, dan maksud dari Asher menginginkan guci super mahal itu adalah untuk ia hanguskan.
Asher tidak suka dengan gambaran guci itu, memberikan nya tekanan dan gambaran mengenai dia sebenarnya memiliki musuh.
Nyatanya dia sudah melenyapkan semua keluarga nya demi warisan, jadi tidak perlu ada yang ditakutkan.
.
.
.
.