
Episode 54 : Desa yang sangat indah.
***
Setelah waktu yang cukup lama, mobil yang dikendarai oleh Red dan Winter sudah memasuki kawasan pedesaan yang terpencil, disana rumah warga memiliki jarak yang jauh satu sama lain.
Di desa itu ada sebuah danau yang luas, dan pekerjaan utama penduduk disana adalah bertani membuat banyak sawah disana.
Menambah kesan desa yang asri dan jauh dari perkotaan.
Red dan Winter dibawa ke sebuah rumah di atas bukit, rumah itu adalah rumah kosong yang sudah di berdiskusi oleh anggota Red sebelum kedatangan Bos mereka.
Juga sudah banyak anggota Red yang membangun tenda di jarak yang jauh dari rumah kosong, memastikan keamanan Bos mereka dari jauh maupun dekat.
"Bos, kita sudah sampai ..."
Anak buah Red memanggil Bosnya dari luar mobil.
Suara itu membangunkan Winter yang tadi tertidur dengan sangat lelap.
Winter terperanjat dan terkejut sekali ketika mendapati dia tidur dengan nyaman di bahu Tuannya.
"Tuan ... maafkan aku, maafkan aku, pasti Tuan merasa tidak nyaman karena aku, aku siap menerima hukuman atas perlakuan ku ini Tuan ..."
Winter langsung panik dan meminta maaf, dia sadar jika dia telah lancang tidur dengan nyaman disana Tuannya malah terjaga dan menopang tubuhnya ketika tertidur lelap.
"Heh, akhirnya kau bangun juga, apakah kau tidak tahu seberat apa kepala mu itu?"
"Tapi karena aku kuat, aku bisa menopang nya dengan mudah!"
"Kau bisa tertidur lelap disaat aku masih terjaga! penyihir kecil seperti mu memang harus mendapatkan hukuman!"
"Tetapi pertama-tama kita turun dan makan dulu, aku sudah lapar!"
Ketus Red menyentil dahi Winter yang sekarang tertunduk memohon maaf di dalam mobil.
"Aww ... sakit," keluh Winter mengusap dahinya yang sepertinya sedikit memerah.
Winter kebingungan mengapa Red kelihatan tidak terlalu marah, hanya akan memberikan dia hukuman.
Walau Winter tidak tahu apa hukumannya, tetapi dari reaksi Red, sepertinya hukumannya tidak akan terlalu berat.
.
.
Winter segera membuka mobil dan keluar ketika Red sudah keluar lebih dulu, ketika kakinya menyentuh tanah dan dia melihat sekitar mata Winter melebar dan ekspresi kagumnya tak bisa ia sembunyikan.
Dari tempat ia berdiri, jika dia melihat ke belakang, maka akan ada danau luas yang sangat jernih terlihat begitu indah.
Dan jika dilihat ke depan dimana arah rumah kosong itu, akan ada gunung yang terlihat sangat menawan dengan segala pesonanya.
"Indah sekali ..." serunya tanpa sadar.
Ketika mereka sampai matahari sudah hampir terbenam, jadi langit jingga menghipnotis mata Winter untuk terus menerus menatap pemandangan itu.
"Apa kau mau mati kedinginan di luar? ayo cepat masuk dan makan!"
Seru Red yang sejak tadi berdiri di samping Winter sembari melipat tangan.
Red sebenarnya juga kagum melihat pemandangan itu, tetapi dia tidak mau memperlihatkan nya.
Winter terperanjat ketika mendengar suara itu.
"Ba ... baik Tuan," balas Winter langsung hormat dan tak lagi melihat pemandangan.
.
.
Winter dan Red akhirnya memasuki rumah kosong yang sudah bersih dan nyaman untuk ditinggali.
"Kau duluan saja masuk, aku harus berbicara dengan anak buatku!"
Red meminta Winter untuk masuk lebih dulu ke kamar dimana makanan sudah disediakan.
Kamar di rumah kosong itu dilengkapi dengan balkon, sehingga makanan di tata disana dengan pemandangan yang super indah bisa terlihat dari balkon.
"Baik Tuan,"
Winter hanya menurut lalu ia masuk lebih dulu.
*Ctak!*
Ketika pintu kamar sudah tertutup, anak buah Red yang sudah sampai lebih dulu dari Red di desa ini segera memberikan laporan secara langsung mengenai target yang mereka cari selama bertahun-tahun dan baru ditemukan sekarang.
"Bos, saya sudah mengatur pertemuan Bos dengannya esok hari, tidak akan ada yang curiga karena identitas Bos hanyalah menjadi seorang donatur di sana ..."
Seru anak buah Red mengenai pertemuan Red dengan seseorang yang dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan itu.
Entah apa tujuan Red, akan tetapi segalanya akan diketahui esok hari.
.
.
.
.
Author : Guys maaf ya baru update ðŸ˜