
Episode 26 : Apakah dia sedang menyihir aku?
***
“Hei kau! apa yang kau lakukan disana berdiri seperti patung! Cepat kemari dan makan!”
“Jangan salah sangka, aku melakukan ini kepadamu bukan karena kasihan, tetapi karena aku tidak mau kau mati dengan cepat!”
Red memerintah Winter untuk segera duduk dan makan.
Hal itu membuat Winter terkejut, matanya melebar dan dia seolah tak percaya jika Red memintanya duduk untuk makan.
“Te … tetapi Tuan, aku …” Lagi-lagi ketika Winter belum menyelesaikan ucapannya Red langsung memotong dengan nada yang nyaring.
“Apa kau mau mengasah kesabaranku? Apa kau tidak mau!? Ha?”
“Jangan berbesar kepala, aku melakukan ini agar kau tidak mati! Cepat kemari!” seru red sangat amat tidak suka menerima penolakan dari Winter.
Menurutnya Winter tidak memiliki hak untuk menolak permintaan darinya.
.
.
.
.
Mendengar ancaman dan suara yang nyaring sungguh membuat jantung Winter menjadi lemah, dia mudah bergetar dan ketakutan jika mendengar suara nyaring seperti suara Red.
"Ba ... baik Tuan," balas Winter melangkah menuju kursi paling jauh dari Red.
Ketika dia sudah hendak duduk ...
"Apa yang kau lakukan? duduk di sini!"
"Sejak tadi kenapa kau seolah menentang ku!"
Red berseru nyaring lagi membuat Winters terperanjat, dia terkejut dan mengurungkan niatnya duduk di kursi paling jauh.
Walau dia amat takut dan adrenalin nya naik dan turun, Winter memang bukanlah dalam posisi bisa menolak, jadi dia hanya bisa menurut jika tidak nyawanya dan nyawa ayahnya akan melayang dengan sekejap.
"Ba ... baik Tuan,"
Winter melangkah ke sisi Red, dimana Red menatap Winter begitu lekat, sampai saat ia duduk di sisinya.
"Makanlah!"
Red meminta Winter makan ketika Red menatap Winter dengan gamblang, bahkan berpangku tangan hanya untuk bisa melihat Winter dengan jelas.
'Ada apa ini? kenapa dia melihat ku seperti itu?'
'Bagaimana aku bisa makan jika dia melihatku dengan tatapannya yang mengerikan!'
'Astaga ... aku bahkan tak berani bernafas dengan bebas jika di sisinya!'
Winter merasa dia seperti tengah diberikan makanan enak dan perut kenyang sebelum di eksekusi mati.
"Apa kau mau aku yang menaruh makanan di mulut mu? kenapa kau hanya diam dan tidak mulai makan?!"
"Apa kau takut ada racun di makanan itu?"
Ucap Red masih saja matanya yang tajam menatap lekat kearah Winter.
Jadi ketika Winter terperanjat dan tak sengaja menatap kearah Red, Winter segera menunduk kembali.
"Ma ... maafkan saya Tuan, saya tidak merasa ada racun di makanan ini, saya ... saya akan segera makan ..." balas Winter segera menyantap makanannya.
Sungguh, Winter sama sekali tidak bisa menikmati rasa makanan yang ada di mulutnya.
Bagaimana ia bisa menikmati makanan jika sang Bos mafia memelototi dirinya seolah Winter adalah mangsa hidup yang harus dihabisi.
Begitulah pemikiran Winter, tetapi berbeda dengan Red yang sebenarnya tidak sadar jika dia menatap Winter terlalu kentara.
Ini adalah pertama kalinya baginya dan dia tidak menyadarinya.
'Dasar kelinci penakut! ketika melihat mataku wajahnya langsung ketakutan!'
'Cara makan nya sudah seperti Kukang! sangat sangat lama, tapi pipinya menggembung sangat imut!'
'Kenapa aku suka melihat nya makan?'
Red tanpa sadar membicarakan mengenai Winter di hatinya, dia merasa Winter sangat lambat ketika makan dan pipinya imut ketika menggembung.
'Astaga! kenapa fokus ku malah tertuju kepada gadis ini! sialan ... sialan!'
'Apakah dia menyihir aku?'
Red terkejut dengan dirinya sendiri, bagaimana dia sangat fokus atas Winter dan bahkan memuji Winter dengan kata imut.
Perubahan ekspresi Red memang terlihat jelas sehingga membuat Winter semakin gugup dan kaku, dia menelan makanannya dan takut apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dan ...
.
.
.
.
Author : Hai guys, bagi yang bertanya-tanya kapan novel ini update, sebenarnya sudah update setiap hari loh ini ya 😘
Belum ada jam tetap nya tetapi semoga aku punya waktu luang yang banyak untuk menabung episode dan menetapkan jadwal tetap update nya.
Jangan lupa dukung author dengan cara berikan like, komentar dan jika berkenan gift ehe 😘✌️
Lope you sekebon jeruk semuanya ❤️