
Episode 108 : Avier kehilangan kendali atas dirinya.
***
Sedangkan Asher yang ketakutan setengah mati mengetahui harta nya akan bisa direnggut oleh Avier tengah memikirkan cara ditengah ketakutan hebatnya.
Asher benar-benar tidak memiliki penyesalan telah menghabisi keluarganya sendiri, dan akibat ulah nya adik Avier mengalami hal yang paling mengerikan diantara semuanya.
Jika Avier mengingat itu, dia akan menjadi seperti seseorang yang gila.
"Avier ... Paman bersalah ..."
"Maafkan Paman, ampuni Paman ... tolong berikan Paman kesempatan ..."
Asher menangis dan mencoba mencari belas kasih dari Avier.
Ketika melihat wajah menjijikkan dan tanpa penyesalan Asher karena sudah membantai keluarganya sendiri ...
*BOOM*
Seperti ada bom yang meledak di kepala Avier, kewarasan yang tertinggal dalam dirinya telah musnah.
Kegilaan dan dendam pekat lah yang tersisa.
Akhirnya Avier menyadari, tidak ada gunanya meminta alasan, yang penting hanyalah membantai orang yang menghabisi keluarganya.
Karena pendosa seperti Asher sejak awal tidak pernah memiliki hati di dalam jiwa nya.
"Aku kasihan kepada Ayahku, karena memiliki hubungan darah dengan mu!"
"Kematian adalah upah mu!" geram Avier dengan mata yang gelap dan wajah yang amat menyeramkan.
Avier menatap Asher dengan tatapan yang merendahkan, lalu Avier mengambil senjata yang tergeletak dilantai.
Senjata dari anak buah Asher Goldwil sendiri.
*Dor*
"Pertama kaki kiri!" seru Avier dengan dinginnya.
"Ah! sakit! ampun ... jangan dilanjutkan lagi!"
*Dor*
"Kedua kaki kanan!" seru Avier lagi tak menghiraukan lolongan kesakitan Asher.
"Cukup! cukup! aku bersalah ... aku minta ampun!"
"TOLONG!"
Teriak Asher sembari menyeret tubuhnya sendiri menggunakan tangan, dikala darahnya sudah bercucuran dimana-mana.
*Dor*
Darah sudah menyapu lantai yang dilewati oleh Asher, jika bukan karena tembakan maka Asher bisa saja mati karena kehabisan darah.
Sudah beberapa tembakan menembus tubuh Asher, Kevin berusaha mendekati Bos nya yang sudah kelihatan seperti monster.
"Bos ... sadarlah, kita tidak bisa membiarkan dia mati disini, jika tidak semua rencana kita akan hancur!" seru Kevin mencoba menyadarkan bosnya dan hendak merebut senjata yang ada di tangan Avier.
*Brak*
Namun Avier yang sudah dipenuhi rasa gelap dari dendam paling dalam, tak lagi bisa mendengar ucapan Kevin.
Avier mendorong Kevin menjauh dan hendak melanjutkan tembakannya.
Jika saja satu tembakan lagi yang akan mengenai kepala Asher, maka bisa dipastikan Asher akan mati ditempat.
Padahal mereka membutuhkan Asher hidup-hidup untuk mengalihkan semua kekuasaan, meluruskan kematian keluarga Avier dan agar Avier tidak dibebankan hukuman telah membunuh Asher.
"Selanjutnya ... kepala!"
Seru Avier hendak menembakkan peluru ke kepala Asher yang sudah berdarah-darah dan tak mampu lagi berbicara.
Matanya hanya bisa melihat kearah guci besar yang ternyata lukisan di guci itu menjadi kenyataan.
***
Sebelum Avier menembakkan peluru itu ... ada sebuah video yang disengaja diputar oleh Sai.
Sai, orang paling dekat bagi Avier tahu hal ini akan terjadi.
Tentu saja, siapa juga yang bisa menahan dendam nya dihadapan orang yang membunuh keluarganya.
Jadi Sai telah menyiapkan sesuatu, ketika Avier dan Winter masih di desa.
Hal ini sangat perlu dipersiapkan oleh Sai secara rahasia, sebab Bos nya adalah seseorang yang selama ini hidup dalam kegelapan.
Ketika salju pertama turun, apalagi ketika melihat musuhnya di hadapannya, Avier pasti akan kehilangan kendali dirinya.
Sama seperti saat ini, Avier sudah akan membantai semua orang di dalam ruangan ini.
Avier sudah tidak bisa melihat yang benar dan yang salah, yang ada di depan matanya hanyalah es tebal, dan Avier sekali lagi terpenjara dalam gelap nya sendiri.
.
.
.
.
Author : Menurut kalian apa ya yang dipersiapkan oleh Sai, apakah itu mampu menyadarkan Avier?
Hehe, ditunggu yaa 😍