Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 89 : Malam penyatuan bagian II



Episode 89 : Malam penyatuan bagian II


***


'Apakah aku sudah gila?'


Benak Winter tanpa sadar memejamkan matanya dan tak mampu mengontrol tubuhnya lagi ketika Red menyentuhnya dengan sangat lembut.


.


.


Suara lenguhan di malam itu benar-benar terdengar sangat pelan namun mampu memberikan gejolak yang begitu besar bagi Red.


Dia ketagihan dengan ciuman, sentuhan dan bagaimana rasanya ketika ia menyentuh tubuh Winter.


Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, dia bahkan tak memiliki hasrat kepada wanita lain sebelumnya, padahal banyak sekali wanita yang menggodanya di luaran sana.


Tetapi nampaknya hanya Winter lah yang mampu meluluhkan sang bos mafia, mencairkan hatinya yang beku dan dikira telah mati puluhan tahun silam.


Winter mencengkeram lengan besar Red ketika bibir lelaki itu menjelajahi seluruh tubuhnya, rasa malu itu entah kemana perginya.


Yang ada sekarang hanyalah dua insan yang tengah dimabuk rasa keinginan untuk satu sama lain.


Red menyadari sesuatu, walau ini adalah malam pertama untuknya juga, dia melihat perubahan ekspresi Winter ketika ia berhasil membuat Winter melayang.


"Sayang ... sepertinya sudah waktunya ... malam ini kita benar-benar akan menyatu!" bisik Red menyeringai tajam.


Wajahnya yang memerah dan jantungnya yang berdegup sangat kencang.


Red tak bisa mengalihkan pandangannya dari keindahan seorang gadis tanpa busana yang ia peluk erat ini.


"Hmmm?"


Winter masih belum bisa memproses apa yang tengah terjadi, namun ia segera tahu ketika ada rasa perih yang ia rasakan sejenak.


Matanya melebar dan dia mencengkeram pundak Red begitu kuat.


Red menyadari getaran itu, ketika matanya terpejam dan merasakan gejolak yang begitu dahsyat dalam dirinya saat pertama kali merasakan olahraga panas itu.


Red masih tetap mengutamakan Winter, Red mungkin tidak sadar tetapi walau dia tengah merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika hal itu terjadi, dia menahannya sejenak karena mendengar keluhan rasa sakit dari bibir gadis yang sekarang telah menjadi wanita itu.


Agar perhatian Winter teralihkan dari rasa sakit.


'Ah ... aku benar-benar tidak tahu lagi, aku pusing, rasanya sakit sekali tetapi ada sesuatu yang memenuhi hatiku ...'


'Sesuatu yang lain yang tak pernah aku rasakan! aku kira aku akan menyesal melakukan ini sebelum menikah tetapi kenapa hatiku baik-baik saja?'


'Apakah karena lelaki yang mengambil nya adalah Tuan Avier? apakah hatiku juga telah berubah?'


Winter kebingungan, dia memejamkan matanya kuat sekali sembari sesekali mencakar pundak Red karena perasaan yang tak bisa ia gambarkan.


Hal ini belum pernah terjadi kepadanya, tubuhnya seolah tak bisa ia kendalikan.


Malam ini dia menjadi milik Red seutuhnya.


Red memejamkan matanya dan tak berhenti memberikan kecupan yang bertubi-tubi ke wajah Winter.


Dia juga akan mengecup bahunya, dan dada yang sejak awal sudah membuatnya gemas.


"Aku rasa aku tak akan bisa lepas dari perasaan gila ini, tubuhmu membuat aku mabuk sayang" bisik Red lagi masih terus melakukan nya.


Walau ini adalah pertama kalinya baginya, tetapi dia benar-benar bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama.


Winter sampai lelah sekali, dan yang diingat oleh Winter malam itu sebelum ia benar-benar terlelap karena terlalu kelelahan adalah senyuman nakal Red yang terus mempermainkan tubuhnya dan bosan menciumi dirinya.


'Ahhh ... aku lelah sekali, apakah melakukan hal ini memang selelah ini? rasanya energi ku selama satu tahun dikuras habis! lalu kenapa Tuan Avier masih menyeringai nakal seperti itu? apakah dia tidak kelelahan?'


'Ah ... aku tidak tahu aku hanya ingin tidur!'


Tanpa sadar, Winter terlelap begitu saja, ketika Red masih sangat ingin melanjutkan kegiatan mereka.


"Sayang ... sekali lagi, aku janji ini akan berakhir ..." bisik Red mencoba melakukannya lagi karena tidak menyadari jika Winter telah terlelap.


.


.


.


.