Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 129 : Kau adalah hadiahku!



Episode 129 : Kau adalah hadiahku!


***


Di dalam mobil,


"Sayang ... apakah kau senang?" Avier bertanya kepada Winter yang sudah duduk di sisinya menggenggam tangannya dan bersandar di bahunya.


"Iya ... aku senang sekali, akhirnya bertemu Ayah, melihat keadaan nya baik-baik saja sungguh membuat aku senang ..." balas Winter sama sekali tidak menyadari jika yang ditanyakan oleh Avier adalah mengenai kehadirannya hari ini.


Mata Avier menjadi tajam saat itu, lalu ia membalas ucapan Winter dengan ketus.


"Maksud ku bukan tentang itu, Pak Ronni mengatakan kau akan senang saat aku datang, dan aku adalah hadiah terbaik untukmu, aku bertanya apakah kau senang?"


Seru Avier seperti anak kecil yang hendak menuntut sesuatu.


Winter yang menyadari betapa lelaki yang ada di sisinya ini sangat polos namun sikapnya dibalut dengan pemaksaan dan sedikit arogansi tertawa kecil.


Winter menatap sejenak ke wajah Avier yang kelihatan ngambek, dan ketika Winter melihatnya, Avier mengalihkan pandangannya ke arah jalanan untuk menunjukkan jika Avier tengah kesal.


"Pffft!"


Winter kembali menggandeng Avier dan bersandar di bahunya.


"Aku senang kau datang, dan Pak Ronni benar jika kau adalah hadiah terbaik untukku, berdua dengan mu seperti ini sudah membuat aku senang dan tenang ..."


"Jika berada di sisimu aku merasa nyaman dan aman!"


Jawab Winter memejamkan matanya, seharian menghabiskan waktu bersama Ayahnya sudah membuatnya lelah sehingga dia ingin sejenak bersandar di bahu kekasihnya ini.


*Blush*


Pipi Avier merah sekali ketika mendengar ucapan dari Winter, jantungnya berdegup semakin kencang.


Avier segera mengusap rambut kekasihnya itu dan berbicara dengan ekspresi wajah yang super bangga.


"Ya ... aku memang hadiah terbaikmu, aku sudah yakin dengan itu!"


"Penyihir kecil ku yang imut ini juga adalah hadiah terbaikku!" balas Avier tidak mah kalah.


Dia mendekap Winter dengan nyaman, memastikan jika Winter tidak akan kedinginan.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Tiba-tiba ponsel Avier berbunyi, dan panggilan itu adalah dari Sai.


"Halo Sai?" seru Avier pelan, dia tidak ingin mengganggu kekasihnya yang tengah nyaman bersandar di bahunya.


"Halo Bos, semuanya yang Bos perintahkan sudah selesai ..." seru Sai memberitahu kepada Bosnya.


Jika persiapan kejutan ulangtahun sembari melamar Winter telah usai, dan Avier bisa melamar Winter dengan benar kali ini.


"Baiklah ... baiklah, aku sudah dalam perjalanan ke sana!" seru Avier semakin bersemangat.


Namun disaat yang bersamaan dia gugup sekali.


Bagaimana tidak, di hubungan pertamanya disaat ia baru merasakan cinta, dia akan dengan percaya diri melamar kekasihnya ini.


Walau hubungan mereka dimulai dari hubungan musuh, namun siapa menduga cinta mereka menjadi sekuat itu.


.


.


Setelah beberapa saat ...


"Sayang ... apakah kau mengantuk?" bisik Avier ketika mereka sudah sampai di hotel pusat kota yang menunjukkan pemandangan megah di kota itu.


Winter yang sejak tadi bersandar dan memejamkan matanya karena lelah segera bangkit dan melihat kearah Avier.


Winter tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mengantuk, tadi aku memang lelah tetapi karena aku sudah bersandar di bahu mu, rasa lelah ku jadi hilang ..." seru Winter benar-benar percaya diri.


Avier yang mendengar tentu saja senang sekali, dia menaikkan bajunya dan tersenyum puas.


"Tentu saja, bahu ku kan lebah dan nyaman untuk menjadi tempat bersandar! hahahaha!"


Balas Avier benar-benar memiliki bibir percaya diri super tinggi dalam dirinya.


"Iya ... iya, bahu mu memang lebar, aku mengakuinya!" seru Winter tidak ingin berdebat untuk sekarang.


"Hehe ... kalau begitu ayo kita keluar, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepada mu ..." seru Avier turun lebih dulu dari mobil.


Ketika itu, Winter batu sadar jika mereka tidak kembali pulang, melainkan mereka sedang berada di hotel paling top di negara mereka.


"Kenapa kita ke sini?" tanya Winter ketika meraih tangan Avier yang diulurkan untuknya dan melangkah memasuki hotel.


"Rahasia sayang, kalau aku beritahu padamu namanya bukan lagi kejutan dong ..."


"Sekarang ... aku ingin kau menutup mata mu ..." seru Avier sudah memasuki lift.


Di kantongnya sejak tadi dia sudah membawa sebuah kain hitam untuk menutup mata istrinya.


"Kenapa harus di tutup? ada apa sebenarnya? aku penasaran sekali."


Winter semakin penasaran, apa sebenarnya kejutan kekasihnya ini.


"Cerewet sekali, tapi aku suka! sudahlah ikuti saja apa yang aku katakan! aku jamin kau tidak akan menyesal!" seru Avier tanpa menunggu jawaban sudah menutup mata Winter.


Lalu agar Winter bisa melangkah dengan benar, Avier menggenggam tangannya dengan sangat erat.


.


.


Akhirnya mereka sampai di lantai paling atas hotel, malam ini hotel itu di sewa oleh Avier untuk melamar Winter.


"Ayo kita kesana ... jangan takut, ikuti saja aku." bisik Avier menggenggam tangan Winter dan menuntun nya melangkah dengan sangat hati-hati.


"Ummm." Winter menganggukkan kepalanya, dia percaya kepada Avier dan dia mengikuti arah yang ditujukan oleh Avier untuknya.


Sampai ketika ...


"Sayang ... bukalah matamu ..." bisik Avier meminta Winter untuk membuka matanya.


Setelah itu Winter membuka ikatan kain hitam itu dan alangkah terkejutnya Winter ketika melihat pemandangan spektakuler kota, dan yang paling hebat adalah bagaimana matahari keemasan yang mengenai salju putih yang memenuhi kota.


Pemandangan kali ini seperti berada di negeri dongeng yang super indah.


Matahari keemasan yang hendak pergi, mengintip dari sela-sela gedung tinggi.


Salju putih yang menutup kota bagaikan awan yang bersih disinari cahaya matahari keemasan.


"Indah sekali ... aku belum pernah melihat sesuatu seperti ini, seperti berada di negeri dongeng ... ini terlalu indah ..." seru Winter dengan mata yang berbinar-binar.


Dia terpaku oleh pemandangan indah itu, lalu ia melangkah mendekati matahari.


Cahaya matahari yang perlahan pergi, meninggalkan kesan hangat yang tak terlupakan.


Tetapi kejutan Avier belum sampai di situ, masih ada beberapa hal lagi yang disiapkan olehnya.


.


.


Saat matahari sudah pergi dan gelap telah tiba, lampu hias segera mengelilingi nya seperti bintang.


Sekarang ini Winter seolah berdiri di langit malam di penuhi bintang, di sekitarnya banyak lampu yang begitu indah yang membuatnya semakin terpana dan terlena oleh keindahannya.


Belum lagi salju yang sudah mulai turun, membuat suasana saat itu semakin sempurna.


"Haaah!" Winter menghela nafasnya lega, dia tersenyum sangat indah dan memejamkan matanya.


Menikmati semua keindahan yang disiapkan oleh Avier untuknya.


Tetapi tiba-tiba ...


*Terdengar suara drone yang melayang di udara*


.


.


.


.


Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya 🥺


Juga jika kosa kata masih banyak yang janggal nanti akan segera aku perbaiki.


Jangan lupa berikan saran membangun ya semuanya, Lope you sekebon jeruk 😘❤️