
Episode 121 : Mengenai Penyakit Winter.
***
Setelah mereka sampai, semua tim dokter Florence yang merupakan rekomendasi dari Kevin sudah melakukan perkenalan.
Dokter Florence adalah seorang wanita berusia 46 tahun yang sangat aktif dalam penelitian dan pengobatan semua penyakit yang berhubungan dengan saraf.
Termasuk penyakit autoimun yang beberapa jenis penyakitnya belum ditemukan obat nya sama sekali.
.
.
Dan saat ini sudah ada ruangan khusus dengan peralatan canggih yang memang sengaja dibawa oleh dokter Florence dan tim ke mansion itu.
Saat Avier dan Winter berada di luar, semua perlengkapan itu sudah dipasang dengan baik.
"Apa yang kamu rasakan akhir-akhir ini Nona Winter?"
"Apakah ada yang mengganggu anda beberapa saat terakhir?"
Dokter Florence sudah memeriksa tubuh Winter menggunakan alat yang memang khusus untuk memeriksa pasien yang menderita auto imun.
"Ummm, sebenarnya selama satu bulan terakhir, terkadang aku kehilangan penglihatan ku, dan tadi aku kehilangan keseimbangan berdiri dan juga penglihatan sekaligus ..."
Balas Winter jujur, dia hanya ingin sembuh, walah ia tahu jika penyakit autoimun adalah penyakit keturunan dan belum ada obatnya sama sekali.
Terlihat dokter Florence menghela nafasnya dalam-dalam, lalu ia melakukan pemeriksaan sekali lagi.
Wajah dokter Florence kelihatan cemas ketika memeriksa keadaan Winter.
"Baiklah Nona Winter, pemeriksaan kita sudah usai, saya akan berbicara dengan Tuan Avier mengenai hal ini ..."
Setelah rangkaian pemeriksaan yang panjang, Winter akhirnya diperbolehkan istirahat.
Winter memang lelah setelah pemeriksaan itu dan dia ingin tidur sejenak.
"Terimakasih dokter," balas Winter kemudian keluar dari ruangan pemeriksaan.
Di luar sudah ada Avier dan beberapa pelayan termasuk Pak Ronni menunggu.
"Sayang ... apakah semua sudah selesai?"
"Kau pasti lelah kan? aku antar ke kamar ya ..." Avier kelihatan khawatir sekali.
Namun ada ekspresi lega disana, dimana Avier sangat yakin jika penyakit Winter tidaklah berbahaya dan pasti bisa disembuhkan.
"Tuan Avier, bisa bicara sebentar ..." Dokter Florence yang baru keluar dari ruangan meminta untuk berbicara secara pribadi dengan Avier.
"Baiklah aku akan kesana setelah mengantar kekasih ku ke kamar!" seru Avier membuat semua orang yang ada di tempat itu nampak kesepian.
Avier bersikap layaknya seorang lelaki yang sangat mencintai kekasihnya, dan jika saja ada yang jomblo di ruangan itu maka dia akan merasa sangat kesepian tentunya.
.
.
"Sayang ... aku akan ke sana berbicara sebentar dengan dokter Florence, kau tidur dulu ya ... setelah itu kita makan siang bersama," seru Avier mencium dahi kekasihnya itu.
Avier masih terlihat tersenyum dan optimis, dia mengusap tangan Winter sebentar lalu pergi.
Avier sudah sampai di ruangan dimana dokter Florence menunggu ...
"Bagaimana dok? kekasihku baik-baik saja kan?"
"Selama aku bersama nya, dia terlihat sangat sehat dan kuat, pasti dia baik-baik saja dan penyakit nya tidak berbahaya ..."
Avier mempercayai ucapannya sendiri, dia menunggu respon Dokter Florence agar setuju dengan ucapannya.
Dokter Florence menghela nafasnya panjang, lalu dengan berat hati dia harus berterus terang terhadap Avier mengenai kondisi Winter.
"Tuan Avier, maafkan saya sebelumnya, akan tetapi kondisi Nona Winter sebetulnya termasuk langka ..."
"Yang diketahui hanyalah jika penyakit ini lebih banyak menyerang wanita dan biasanya adalah penyakit yang menurun dari Ibunya."
"Saya telah melakukan beberapa pemeriksaan, dan hasil pertama yang saya dapatkan adalah penyakit ini menyerang sistem saraf yang ada di otak beliau, yang sebentar lagi bisa mengakibatkan beliau kehilangan penglihatan bahkan lumpuh!"
"Itu adalah skenario terbaik yang akan terjadi, skenario terburuknya adalah penyakit ini adalah jenis penyakit autoimun, dimana penyakit yang merupakan suatu kondisi di mana sistem imun atau kekebalan tubuh tidak dapat berfungsi secara optimal, sepertinya dokter yang sebelumnya menangani Nona Winter terlalu berfokus ke penyakit autoimun imun jenis MS ini ..."
"Padahal penyakit autoimun bisa menyerang sistem saraf yang artinya bisa sampai ke hati, jantung dan alat vital lainnya ..."
Belum sempat dokter Florence menyelesaikan ucapannya, Avier yang mendengar itu memukul meja.
"TUNGGU SEBENTAR!"
"Terlalu banyak informasi! jadi singkatnya bagaimana? aku tidak peduli dengan arti penyakit sialan itu! aku hanya tahu apakan kekasih ku baik-baik saja?!"
"Pengobatan apa yang bisa dia terima agar dia sembuh! hanya itu saja!"
Avier terlihat kehabisan kesabarannya, bagaimana dokter ini secara lancang mengatakan jika Winter seolah mengidap penyakit berbahaya yang sebentar lagi akan merenggut penglihatan atau membuatnya lumpuh.
Bahkan dengan lancang mengatakan jika penyakit itu akan menyerang saraf di bagian vital Winter.
Avier tidak akan terima dan tinggal diam.
.
.
Dokter Florence yang sejak tadi mencoba menjelaskan sejujur-jujurnya terdiam sejenak.
"Tuan, maafkan saya, tetapi yang saya lihat sebentar lagi Nona Winter akan kehilangan penglihatan nya, penyakit nya ini sudah bersarang lama ditubuh nya!"
"Dan rekomendasi saya sekarang adalah agar Tuan mencarikan donor mata terhadap beliau secepatnya, dan untuk selanjutnya saya akan melakukan prosedur pengobatan Plasmapheresis terhadap Nona Winter!"
Dokter Florence secara singkat menjelaskan apa yang harus mereka lakukan sekarang ini.
Penyakit autoimun memang tidak bisa disembuhkan, akan tetapi masih bisa dilakukan pengobatan agar penyakitnya tidak kambuh.
Tubuh Avier bergetar hebat ketika mendengar hal itu, dia tidak mengerti mengapa dia selalu saja mendapatkan rasa sakit seperti ini.
Rasa takut kehilangan Winter telah memenuhi kepalanya sekarang ini.
"Dokter Florence ..." Avier yang terdiam sebentar dengan wajahnya yang sudah pucat itu memanggil dokter Florence sembari menatapnya dengan tatapan yang begitu kosong dan hampa.
"Apakah dia bisa sembuh? katakan dia bisa sembuh!"
"Aku hanya ingin mendengar nya!"
Seru Avier benar-benar tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan sekarang ini.
Dokter Florence terdiam sejenak, dia seorang dokter dan dia harus bisa melakukan yang terbaik yang ia bisa.
"Tuan Avier, penyakit ini memang sangat berbahaya tetapi masih bisa diatasi jika dilakukan pengobatan sejak dini ... saya akan melakukan yang terbaik Tuan." balas Dokter Florence tidak bisa memberikan harapan yang terlalu besar terhadap Avier.
Hal itu sungguh membuat dunia Avier runtuh untuk yang kedua kalinya, kepercayaan nya mengenai bagaimana Winter itu wanita yang kuat dan penyakitnya pasti tidak terlalu berbahaya memberikan rasa sakit yang tidak bisa ia jelaskan.
"Kau memang harus melakukan yang terbaik karena itulah kau disini!" seru Avier segera pergi.
Emosinya meluap-luap, dia tidak tahu lagi sebenarnya apa maksud dari semesta sekarang ini.
Memberikannya cahaya namun cahaya itu seolah dituruni hujan sampai harus padam.
.
.
.
.
Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejar target crazy up 🥺
Btw Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..