Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 33 : Tidak sabar bertemu dengan mu?



Episode 33 : Tidak sabar bertemu dengan mu?


***


Di kediaman Harry Roshfil,


"Bagaimana apakah sudah ada pemberitahuan dari keluarga Goldwil? apakah mereka bisa hadir di pertemuan kita Minggu depan?"


Harry tengah menanyakan kepada assitennya terhadap permintaan nya yang menginginkan agar keluarga Goldwil ikut dalam pertemuan penting itu.


Pertemuan penting antara Goldwil dan Roshfil akan menjadi fenomena yang sangat langka.


Dua keluarga yang menguasai begitu banyak aset di berbagai belahan dunia, mereka adalah kaum elit yang memegang 90% aset di setiap negara.


Mereka adalah kaum sebenarnya yang mengontrol perekonomian dunia.


Banyak hal yang akan dibahas oleh mereka, juga Roshfil ingin meminta perlindungan untuk beberapa pabrik ilegal nya di kemudian hari.


"Aku sudah membelikan lukisan yang dia inginkan, dia pasti akan membantu kita dalam keamanan dan jaminan pabrik kita, dia hanya perlu datang ke pertemuan itu!"


Harry Roshfil, kepala keluarga Roshfil saja sangat ingin Goldwil datang ke pertemuan itu.


"Dari pesan melalui asisten beliau, dia bisa hadir Tuan, hanya saja tidak terlalu lama ..."


assitennya memberikan laporan tersebut dan membuat Harry tersenyum sangat lebar bahkan sampai berdiri dari tempat ia duduk.


"Bagus ... bagus sekali, jika keluarga Goldwil membantu kita maka tak akan ada kendala di kemudian hari!"


Harry bahagia sekali, dia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya.


Lalu ketika panggilan itu usai ...


"Bagus, ini akan menjadi permulaan yang sangat bagus, semuanya menjadi sangat mulus ketika orang itu lenyap! hahaha!"


Harry tertawa dengan sangat lantang, entah siapa yang ia bahas namun ia bahagia orang yang ia katakan lenyap dari muka bumi.


Semua hal yang ingin ia lakukan mulus dan tanpa ada hambatan sekalipun.


Harry Roshfil memang terkenal dengan obsesinya dengan kedudukan dan kekayaan, dia sudah terlalu kaya dan merupakan salah satu jajaran elit dunia, namun dia masih saja belum puas.


Harry Roshfil ingin nama keluarganya menjadi nomor satu, mengalahkan keluarga Goldwil.


.


.


.


Di kediaman Red,


"Pak Ronni, apakah Tuan Red adalah seorang CEO? mengapa aku tidak pernah mendengar namanya?"


Winter bertanya degan nada yang pelan terhadap Pak Ronni.


Masih ada waktu jeda baginya untuk berangkat bersama anggota Red.


Pak Ronni yang merasa jika Winter memiliki banyak sekali rasa penasaran membuat Pak Ronni bingung.


Pak Ronni tidak boleh membeberkan informasi apapun mengenai Red, itu adalah hukum yang mutlak.


Tetapi melihat mata penuh harap dari Winter membuat Pak Ronni menghela nafasnya dalam-dalam.


"Nona Winter, saya sangat menyarankan agar Nona jangan mencari tahu lebih dalam mengenai Tuan Red, bukan hanya nyawa anda yang akan terancam juga semua pelayan disini,"


"Saya ingin anda bisa hidup lama dengan menghindari masalah, yang jelas adalah Tuan Red itu sangat cerdik dan hebat, dia bisa melakukan apa saja yang ia mau tanpa ketahuan,"


"Saya harap Nona berhati-hati di kemudian hari,"


Pak Ronni khawatir dengan Winter yang terlihat hendak mencarinya tahu mengenai Red.


Bagaimanapun Red itu lebih besar dan lebih berkuasa dari kelihatan, dia bukan hanya sekedar bos mafia tetapi namanya sangatlah besar, sehingga jika ada yang mengetahui nama dan marga aslinya mereka semua tak terkecuali akan segan dan hormat.


Winter menelan salivanya dengan kasar, dia semakin yakin jika Red bukanlah orang sembarangan, bukan hanya sekedar bos mafia yang menguasai perkumpulan.


Melihat dari kejeniusan nya bisa dipastikan jika dia berasal dari keluarga yang terpandang.


'Sebenarnya dengan siapa aku ini berurusan? kenapa nyawa layaknya tak berharga baginya?'


Winter semakin tegang, tak kala dia semakin takut dengan jati diri Red yang sebenarnya.


"Nona ... sudah waktunya untuk berangkat?"


Lelaki yang merasa hubungannya dengan Winter semakin membaik.


Hari ini skenario yang diatur oleh Red adakah Winter dan David akan berbincang-bincang di kafe, disaat Winter wajib menggali informasi lebih dalam mengenai keluarga Roshfil.


"Pak Ronni, maafkan aku barusan sudah lancang, selanjutnya aku akan lebih hati-hati lagi,"


Ucap Winter, mulai detik ini mengerti jika dia harus lebih berhati-hati lagi dengan tutur kata dan meredam rasa penasaran nya.


"Tidak apa Nona, saya hanya berharap semoga kehidupan anda lebih baik di kemudian hari ..." balas Pak Ronni yang tak bisa berbuat banyak terhadap Winter yang malang.


Pak Ronni hanya bisa mengajari Winter agar lebih berhati-hati dengan tutur katanya, agar ucapannya tak akan membahayakan dirinya di kemudian hari.


.


.


.


Setelah itu Winter berangkat bersama anggota Red, diperjalanan Winter melihat beberapa pesan dari David.


"Winter, aku sudah sampai di tempat pertemuan kita, aku sangat menunggu kehadiran mu,"


"Aku tidak menyangka jika hubungan kita bisa membaik ..."


David mengirim pesan itu dan membuat hati Winter sakit, ada rasa sakit yang segera menyelekit di dadanya.


"David maafkan aku, aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini terhadap mu ..."


"Suatu hari ketika kau tahu apa yang sudah aku lakukan, aku harap kau membenci ku seumur hidup ... aku sungguh tak memiliki pilihan lain selain menjadi mata-mata lelaki itu ..."


"Maafkan aku,"


Winter belum pernah melakukan kejahatan sebelumnya, bagi Winter memanfaatkan David dan hatinya adalah bentuk kejahatan yang sangat menyakitkan.


Dan sekarang dia jayus melakukan itu demi ayahnya juga keselamatan David sendiri.


"Aku juga tidak sabar bertemu dengan mu David, sampai jumpa disana ..."


Winter membalas dengan tangan bergetar hebat, dia hanya bisa melihat nanar ke layar ponsel dan hatinya semakin sakit mengetahui apa yang akan ia lakukan terhadap David.


Dan apa yang akan terjadi kepada David jika Red sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.


.


.


"Tring!"


Setiap pesan yang masuk dan dikirim dari ponsel Winter, semuanya juga bisa terlihat di ponsel Red.


Seperti yang diucapkan oleh Red, jika ponsel itu sudah dikendalikan olehnya secara pribadi.


"Cih! sampai jumpa lagi?"


"Gadis ini apakah dia benar-benar berpikir sedang berkencan sungguhan dengan lelaki itu?"


"Apakah dia pikir dia bisa kembali dengan lelaki cecunguk itu!"


"Awas saja kau ya!"


Ketika membaca balasan pesan dari Winter yang mengatakan jika Winter tak sabar berjumpa dengan David membuat Red merasakan terbakar di hatinya.


Dia menjadi sangat marah tanpa alasan, dan dia jengkel sekali.


Padahal sekarang ada meeting yang sangat penting dengan vendor tetapi hal itu memecah perhatiannya.


.


.


.


.


Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejar target crazy up 🥺


Btw Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..