
Episode 45 : Gambaran Ayah yang sudah terkoyak!
***
Di kediaman Red,
Winter dengan sabar menunggu Red menyantap makan paginya, entah mengapa disamping kemarahan Red yang tidak jelas pagi ini terasa sangat tenang dan damai.
Winter bisa merasakan, terlepas dari Red yang merupakan orang paling misterius yang pernah dia temui, pada akhirnya dia juga manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan.
Mungkin kejadian tragis itu adalah penyebab Red seperti ini.
"Apa yang kau lihat? apa kau tidak sabar melakukan olahraga panas dengan ku?"
"Jika tidak ingin aku menghabisi mu di atas meja makan ini maka jangan menatapku seperti itu! apa kau mengerti?"
seru Red tentu saja menyadari jika sejak tadi sepertinya Winter tak bisa menahan dirinya untuk melihat Red.
Padahal Winter melihat Red karena merasa kasihan, Winter merasa Red selama ini pastinya sangat kesepian dan menderita sendirian.
"Ma ... maafkan aku Tuan," balas Winter segera mengalihkan pandangannya dan tak berani melihat kearah Red lagi.
'Sial! kenapa aku gugup hanya karena dia melihat ku sejak tadi?'
'Ah! aku benar-benar tidak habis pikir!'
Geram Red jadi kesal sendiri menemukan dirinya yang entah mengapa gugup dan jantung nya berdegup kencang dilihat oleh kelinci kecil seperti Winter.
Padahal dalam hal ini, sang predator harusnya tidak akan luluh terhadap kelinci tetapi dalam kasus ini, Red sepertinya benar-benar luluh terhadap Winter.
Hanya dalam beberapa saat Red sepertinya sudah usai mengisi energinya, dia mengajak Winter menuju sebuah ruangan.
"Ikuti aku, ada yang ingin aku tunjukkan padamu!"
Seru Red sudah melangkahkan kaki lebih dulu, meminta Winter untuk segera mengikuti nya.
"Baik Tuan ..." balas Winter segera mengikuti Red yang melangkah kaki menuju ruangan yang ada di lantai bawah itu.
*Ctak*
Pintu akhirnya dibuka oleh Red, dan Winter yang melihat apa yang hendak ditunjukkan oleh Red langsung syok.
Matanya melebar dan buliran air mata tak kuasa membasahi pipinya.
"Ayah ..."
Winter menangis dengan hebat dan berlari ke dalam ruangan memeluk Ayahnya yang kelihatan ada di sana.
Ya, tamu spesial yang dibawakan oleh Sai tadi adalah Wilson Benson, dimana hal itu adalah apa yang diminta oleh Red di dalam mobil saat lalu kepada Sai.
.
.
.
.
Red melihat reuni itu dari pintu sembari melipat tangan.
Mata Red sangat tajam melihat senyuman Wilson Benson, bagi Red seharusnya Wilson tak pantas tersenyum haru seperti itu.
Tetapi apa boleh buat, ada perubahan rencana yang langsung tercetus dibenaknya ketika ia mendapati informasi baru dari David melalui Winter.
"Aku beri waktu 15 menit, ruangan ini dipenuhi cctv dan percakapan kalian bisa aku dengar!"
"Jadi jangan macam macam dan jangan mencoba kabur!"
Seru Red keluar dari ruangan dan menutup pintu dengan suara yang nyaring.
Red tak mau berada di ruangan itu, melihat reuni yang memuakkan itu.
Entah mengapa juga Red mempertemukan Winter dengan ayahnya, semuanya masih menjadi tanda tanya besar untuk dirinya sendiri.
"Ayah ... apakah Ayah baik-baik saja?"
"Kenapa Ayah semakin kurus?"
Winter tak lagi mempedulikan apa yang baru saja dikatakan oleh Red yang jelas hanyalah dia sangat senang bisa berjumpa dengan ayahnya.
Wilson Benson yang melihat putrinya baik-baik saja juga ikut menitikkan bulir-bulir air mata.
Wilson memeluk putri satu-satunya itu dengan sangat erat.
"Ayah baik-baik saja Nak, Ayah benar-benar lega sekali melihat mu dalam keadaan sehat ... maafkan Ayah Nak, maafkan Ayah ... semua ini salah Ayah,"
Wilson Benson meminta maaf kepada putrinya.
Semua ini tentu saja terjadi karena kelalaiannya dahulu, jika saja dia tidak menerima penawaran itu maka mungkin dia tidak akan membuat putrinya menderita seperti ini.
Mendengar ayahnya meminta maaf mengingatkan Winter dengan segala pertanyaan yang hendak ditanyakan oleh dirinya kepada Ayahnya.
Winter melepaskan pelukan Ayahnya dan mereka duduk di sofa di dalam ruangan itu.
"Ayah ... tolong ceritakan kepadaku, apa yang sebenarnya terjadi?"
Winter ingin tahu cerita versi dari ayahnya, jawaban dari Ayahnya ini akan menentukan sikap Winter di kemudian hari terhadap Red.
Mendengar itu Wilson menyadari jika tak akan ada lagi bisa ia sembunyikan, dia juga akan mengungkapkan dosanya yang terus ia sembunyikan itu.
"Dulu Ayah baru saja mengalami krisis di perusahaan, bukan hanya Ayah tetapi banyak sekali perusahaan yang mengalami kebangkrutan,"
"Semuanya butuh pinjaman dana dan dukungan investasi yang tidak mudah di dapatkan saat itu ..."
"Disaat itu, Ayah gelap mata menerima tawaran seorang teman lama ..." tiba-tiba saja tangan William Benson bergetar Hebat mengingat kejadian mengerikan itu.
"Ayah tidak bisa menceritakan segalanya secara detail, tetapi Ayah memang menerima menyingkirkan keluarga lelaki itu ... tetapi sesampai disana ternyata semuanya sudah habis, Ayah sama sekali tidak menyadari jika menyingkirkan itu maksudnya adalah melenyapkan dengan sadis ..."
"Tetapi Ayah tidak bisa membela diri Ayah, karena Ayah bersalah menerima tawaran itu dan menutup mulut ketika keluarga lelaki itu benar-benar sudah tak terselamatkan,"
"Tetapi sekarang Ayah akan menebus dosa-dosa Ayah, Ayah tahu Ayah salah jadi Ayah akan bertanggung jawab ..."
"Kau tidak seharusnya terseret dalam semua ini, Ayah akan ..."
Wilson Benson mencoba mengatakan kepada Winter jika Winter tidak seharusnya ikut terseret dalam semua ini.
"Kenapa Ayah bisa mengatakan hal itu? ketika Ayah menerima tawaran itu Ayah tahu kan jika Tuan Red memiliki saudara perempuan?"
"Lalu Ayah dengan percaya diri mengatakan aku tidak seharusnya ikut dalam semua ini, tetapi saat lalu menerima tawaran untuk melenyapkan sebuah keluarga."
Winter metasa hatinya terkoyak, gambaran tentang ayahnya benar-benar sudah pecah dan tak bisa kembali lagi.
Harapannya yang menginginkan Ayahnya tak bersalah pupus sudah.
Ayahnya benar-benar bersalah karena walau bukan Ayahnya yang mengeksekusi tetapi Ayahnya menerima tawaran itu dan menutup mulut.
Siapa saja yang menutup atas sebuah pembunuhan maka orang itu juga adalah salah satu pelaku, apalagi dalam hal ini ayahnya menutup mulut demi uang.
"Winter ... Ayah minta maaf ... Ayah benar-benar akan melakukan segalanya demi menebus dosa Ayah itu, Ayah akan memastikan kau bebas dan bisa hidup tanpa merasa bersalah ..."
Seru Wilson Benson sembari terisak.
"Ayah ..." dengan nada yang bergetar hebat dan linangan air mata yang tak berhenti mengalir Winter melihat ke arah Ayahnya.
"Apakah jika Ayah menebus dosa Ayah keluarga lelaki itu akan kembali?"
"Apakah Ayah mengira aku pantas mendapat hidup bahagia setelah tahu fakta ini?"
"Ayah tenyata masih sangat kejam, bagaimana menurut Ayah jika yang di posisi Tuan Red adalah Ayah?"
"Mendengar musuh yang ikut bekerjasama melenyapkan keluarga mu, dan musuh mu terang-terangan mengatakan apa yang baru saja Ayah katakan ..."
"Ayah ... aku benar-benar kecewa,"
.
.
.
.
Author : Aloo pembaca setia sayang 😍
crazy up hari ini sudah update ya, jumlah kata per bab nya sudah aku perbanyak 😍
Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️
Ditunggu satu episode lagi yaa 🌹