Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 35 : Red tidak suka melihat Winter dan David.



Episode 35 : Red tidak suka melihat Winter dan David.


***


Winter sudah tegang sekali ketika ia dalam perjalanan menuju perusahaan milik Red.


“Mengapa kami menuju perusahaan ini? ini kan salah satu-satunya perusahaan yang beekembang dengan sangat pesat beberapa tahun terakhir ini?”


Winter kebingungan ketika mobil yang ia kendarai menuju sebuah menara dimana menara itu adalah kator pusat dari perusahaan yang baru di perkenalkan 5 tahun terakhir namun sudah masuk jajaran perusahaan terbaik yang diakui oleh dunia.


“Jangan bilang, lelaki itu adalah pemiliknya … pantas saja pemilik perusahaan ini dikatakan sangat miterius dan sulit ditemui … ternyata dia adalah Red!”


Winter baru saja menyadari sesuatu, ucapan Pak Ronni mengenai bagaimana Red itu lebih berkuasa dari kelihatan ternyata benar.


Dan sepertinya Red memiliki nama yang berbeda-beda tergantung profesinya, karena nama pemilik perusahaan ini yang terdaftar bukanlah nama Red melainkan nama lain.


Jadi, ada kemungkinan jika Red juga memiliki beberapa identias yang lainnya.


“Tapi bukan itu yang penting sekarang, bagaimana mungkin aku masih penasran dengan identitas lelaki itu ketika nyawaku sendiri terancam!”


“Apakah aku melakukan kesalahan? Apa yang akan terjadi kepada ku?”


Winter kembali menyadarkan dirinya sendiri lagi, dia sadar dari nada suara Red tadi pasti Red tengah marah sekali.


Winter sedang mencari-cari kesalahan apa yang ia perbuat sehingga Red harus marah kepadanya.


.


.


.


.


Hanya dalam beberapa saat Winter sudah sampai disana, anggota Red segera membawa Winter melalui jalur ekslusif agar tak ada yang mengetahui jika Winter ke perusahaan ini.


Winter merasa semakin tertekan dan tegang ketika ia sudah memasuki lift.


“Ting!”


Suara lift segera terbuka dimana mereka sudah sampai di lantai dimana ruangan kerja Red berada.


“Ini adalah ruangan Tuan Red, Nona, silahkan anda masuk saja, kami tidak bisa mengantar anda lebih jauh lagi …”


Para anggota Red mengetahui peraturannya, tidak boleh orang sembarangan memasuki ruangan pribadi itu.


Winter menelan salivanya dengan kasar, bahkan sudah ada keringat membasahi dahinya, dia menggangguk sopan lalu segera mengetuk ruangan pribadi milk Red.


.


.


“Tok … Tok … Tok!”


Winter mengetuk pintu lalu dengan tangan gemetaran dia membuka pintu itu.


“Ctak!”


 


Pintu itu terbuka lalu terlihatlah Red sudah duduk di kursi kebesarannya sembari menatap lekat ke arah pintu, tahu jika Winter adalah yang mengetuk pintu.


Winter segera membeku ketika mendapati tatapan maut nan mematikan itu, Winter bahkan mematung di depan pintu menunduk sembari kedua tangan di depan berpegangan satu sama lain.


Seperti seorang siswa yang dihukum di depan kelas, begitulah Winter bersikap sekarang.


Mata Red semakin tajam, apalagi ketika mendapati Winter terlihat begitu cantik ketika bertemu dengan David.


‘Cih, dia bahkan kelihatan cantik sekali ketika bertemu lelaki itu, apakah dia sengaja untuk menggoda nya lagi?’


‘Apakah gadis ini merasa bisa kabur dariku jika sudah berhasil meggoda David lagi, heh!’


‘Kau meremehkan aku gadis kecil!’


Geram Red memang tengah marah besar, tetapi alasannya sama sekali tidak jelas dan masuk akal.


Bagaimana pun yang merias Winter adalah orangnya sendiri, dan pertemuan antara Winter dan David juga diatur oleh dirinya juga demi informasi yang hendak ia dapatkan.


Tetapi pada akhirnya dia marah sendiri oleh tindakannya sendiri.


“Aku merasa kau benar-benar suka ketika berperan sebagai patung!”


Ketus Red dengan ekspresi yang mengerikan, tentu saja winter terperajat oleh suara nyaring dari Red.


Winter sampai tiba-tiba melompat kecil sehingga terbentur pelan oleh pintu.


“Ya … Ya Tuan, sa … saya segera kesana …” balas Winter menelan salivanya dengan kasar.


Lalu ia melangkah dengan sangat hati-hati, nafas berderu kencang dan tangan yang gemetaran.


Tanpa sadar langkah kakinya sudah membawanya ke hadapan meja Red.


Dengan tangan di depan dan wajah menunduk Winter berbicara terhadap bos mafia yang ada di hadapannya ini.


“Tuan, saya minta ma …”


Winter mencoba langsung meminta maaf walau dia tidak tahu salahnya ada dimana, akan tetapi Red segera menimpali ucapan Winter.


“Diamlah, aku meminta mu kesini bukan untuk banyak berbicara!”


“Lihat lah kemari!”


Ketus Red meminta Winter untuk melihat ke layar komputer yang ada di hadapannya, yang otomatis Winter harus datang ke sisi Red agar bisa melihat itu.


Winter yang tak bisa menolak segera melangkah ke tempat itu dan melihat layar komputer yang ditujukkan oleh Red.


Mata Winter melebar dan dia hampir saja jatuh pingsan karena ketakutan dengan sangat hebat, bagaimana pun Winter melihat sebuah cctv yang diputar, ketika Winter menggeledah lemari Red tadi malam.


“Kau menggeledah lemari ku kan tadi malam? Apakah kau merasa kau tak akan ketahuan?”


“Kau sungguh meremehkan aku bukan?”


Suara Red menekan dan dia menatap tajam ke arah Winter yang sudah kelihatan pucat.


Winter menelan salivanya dengan kasar, wajah pucatnya itu bisa terlihat dengan jelas, karena sudah tertagkap basah melakukan sesuatu yang akan membuat Red marah, Winter langsung memohon dengan sangat menyedihkan.


“Ma … maafkan saya Tuan, saya benar-benar bersalah … saya tidak akan membela diri saya sendiri karena kesalahan ini,”


“Jika Tuan ingin membunuh saya, saya tidak masalah Tuan, tetapi saya ingin sekali sebelum itu bertemu Ayah saya, saya ingin meminta penjelasan dan jawaban langsung darinya …”


“Saya mohon Tuan,”


Winter sudah menangis dengan hebat, ketika ia berbicara bibir nya bergetar dengan hebat dan matanya tak berani menatap mata Red.


Red melihat Winter dari arah yang sangat dekat, Red bisa melihat bahasa tubuh Winter yang ketakutan dengan sangat hebat, bahkan kakinya saja sudah tak bisa berdiri dengan tegap.


‘Kenapa dia ketakutan sekali? Aku bahkan tidak melakukan apapun, kenapa dia merasa aku akan membunuh nya?’


‘Lalu mengapa aku menjadi khawatir kepadanya, sebenarnya apa yang sedang terjadi kepadaku, apakah aku hanya merasakan empati yang berlebihan karena merasa kami merasakan hal yang sama?’


Banyak hal terbersit di benak Red, dia merasa aneh, ketika melihat Winter ketakutan dengan hebat dan bahkan sama sekali tak memohon demi keselamatan nyawanya, ada rasa sakit itu terasa lagi di dada Red.


Red segera menyeringai tajam, dia menatap Winter dan memikirkan ide gila di kepalanya.


“Atau aku bisa memberikan mu pilihan lain?”


“Kenapa aku harus membunuh mu? Apalagi kau baru saja mendapatlan informasi yang penting dari David!”


Red menyeringai tajam terhadap Winter membuat Winter penasaran bercampur tegang menunggu apa yang hendak dikatakan oleh Red selanjutnya.


 


.


.


.


.


Author : Aloo pembaca setia sayang 😍


crazy up hari ini sudah update ya, jumlah kata per bab nya sudah aku perbanyak 😍


Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️


Ditunggu dua episode lagi yaa 🌹