
Episode 130 : Mau kah kau menikah denganku?
***
Belum lagi salju yang sudah mulai turun, membuat suasana saat itu semakin sempurna.
"Haaah!" Winter menghela nafasnya lega, dia tersenyum sangat indah dan memejamkan matanya.
Menikmati semua keindahan yang disiapkan oleh Avier untuknya.
Tetapi tiba-tiba ...
*Terdengar suara drone yang melayang di udara*
.
.
Winter segera membuka matanya dan alangkah terkejutnya Winter ketika drone-drone yang mengeluarkan cahaya putih itu merangkai sebuah kotak cincin super besar.
Dari kotak cincin itu keluar sebuah cincin dan mawar, lalu drone itu menyebar seperti salju putih dan membentuk sebuah kata.
"Winter My Forever Love, Please Marry Me!"
Ketika melihat tulisan yang mengajaknya menikah Winter segera menoleh ke belakangnya hendak melihat Avier.
Dan saat itu Avier sudah berlutut di hadapannya sembari menyodorkan cincin berlian yang bersinar terang.
Dengan senyuman yang sangat indah, mata yang dipenuhi cahaya kehidupan dan kata-kata yang sangat lembut.
Avier akhirnya melamar Winter dengan romantis.
"Winter Benson, yang sering aku panggil penyihir kecilku, kau adalah cahaya yang datang dan memberikan nyala api kehidupan bagiku!"
"Aku telah mencintai mu secara tidak sadar, aku tidak tahu sejak kapan tetapi aku telah jatuh hati semakin dalam kepada mu ..."
"Di hari ulangtahun mu ini, aku ingin melamar mu."
"Mau kah kau menikah denganku? mau kah kau membangun keluarga bersama ku? mau kah kau bersama dengan ku sampai kita tua?"
"Mau kah kau menggenggam tanganku selama nya?"
Avier melamar Winter dengan kata-kata yang sangat romantis namun penuh haru.
Lamaran ini bukan hanya sekedar pernikahan saja, namun lamaran ini adalah bentuk tunas kehidupan dalam diri Avier.
Bagaimana rasa cintanya telah tumbuh semakin besar, cahaya di diri Winter telah memberikan kehangatan yang memberikan kesempatan kepada Avier untuk merasakan detak cinta yang selama ini tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Waktu seolah berjalan lebih lambat, angin lembut yang membawa salju putih menjadi background lamaran Avier.
Lampu yang begitu banyak disusun sebegitu indah terlihat seperti bintang disekitar mereka.
Dan drone yang terbang itu melengkapi cahaya yang semakin terang.
Seperti menggambarkan bagaimana kedua insan yang memiliki karakter dan sikap yang berbeda menumbuhkan cahaya cinta di hati mereka masing-masing.
Dan cahaya itu semakin banyak dan terang setiap waktunya.
.
.
Winter yang tertegun dan tak menyangka Avier menyiapkan semuanya untuknya tak bisa menahan haru dan tangis bahagianya.
Dia ikut duduk dan segera memeluk Avier di dadanya.
"Tentu saja aku mau, kita akan hidup bahagia dan saling mencintai!"
"Kau menyiapkan semua ini untukku, terimakasih banyak ..." seru Winter menangis bahagia.
Dia tidak menyangka Avier melamarnya di hari ulangtahun nya seperti ini.
"Sayang ... biarkan aku memakaikan cincin ini di jari manis mu, ketika cincin ini terpasang di jarimu, ikatan kita akan semakin kuat ..."
Bisik Avier menahan harunya.
Dia tidak ingin merusak suasana ini, dia ingin hari lamaran ini menjadi hari yang tak terlupakan bagi Winter juga dirinya.
Winter menganggukkan kepalanya, dan melepaskan pelukannya sejenak.
Air matanya masih mengalir karena merasa terlalu terharu.
Ketika itu, Avier segera memasangkan cincin untuk Winter dan dia segera memeluknya lagi.
Ketika cincin itu sudah terpasang ....
Kemang api yang begitu banyak dan indah segera bermekaran di langit malam.
Malam itu benar-benar indah sekali, tidak ada satupun yang kurang.
.
.
Saat itu, Sai dan Kevin yang telah menyelesaikan misi mereka datang ke hotel untuk memberikan selamat atas lamaran Bos mereka.
Wilson Benson juga sudah disana sejak tadi melihat keindahan cinta putrinya dan Avier Goldwil.
Malam itu, di lantai paling atas hotel, tepatnya di rooftop semua anggota Avier berpesta dan merayakan lamaran Avier dan Winter.
.
.
Di tengah pesta ...
"Bos, bisa bicara sebentar?"
Sai memanggil Bos nya, yang terus berada di sisi Winter, menggenggam tangannya dan selalu menatapnya.
"Ada apa? apakah tidak bisa dikatakan disini? kau sedang mengganggu keromantisan ku dengan calon istriku kau tahu?" gerutu Avier melihat Sai yang membisik ke arahnya itu.
Sai yang mendengar jawaban menyelekit Bos nya segera menghela nafasnya dan geleng-geleng kepala.
Bos nya sungguh sudah bucin maksimal kepada Winter.
"Ini mengenai hukuman final Asher Bos," bisik Sai lagi.
Karena putusan hukuman Asher telah turun beberapa saat yang lalu.
Ketika mendengar nama Asher, Avier terdiam sejenak lalu ia hendak pergi bersama Sai sebentar.
"Sayang ... tunggu sebentar disini ya ..." bisik Avier terhadap Winter yang juga sedang berbincang-bincang dengan Ayahnya.
Winter menganggukkan kepalanya kecil dan tersenyum manis ke arahnya.
"Baiklah, aku akan menunggu mu." balas Winter kemudian Avier pergi bersama Sai sejenak.
.
.
"Bagaimana? hukuman apa yang diterima bedebah itu?" tanya Avier sebenarnya tidak ingin mau tahu lagi mengenai Asher.
Untuk sekarang, Avier hanya ingin Asher mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.
Avier sungguh tidak ingin mengotori tangannya untuk iblis seperti Asher, Avier sungguh ingin berdamai dengan masa lalunya dan ingin hidup dengan benar.
"Gerald Ortega sudah menghubungi aku Bos, jika Asher dan sindikat nya akan diberikan hukuman mati karena telah merencanakan pembunuhan dan beberapa kejahatan kelas satu lainnya!"
"Namun tanggal nya tidak bisa dipastikan, sepertinya akan dihukum ketika musim salju usai!" seru Sai memberitahu Bos nya mengenai hukum Asher yang baru diketuk palu.
"Sebenarnya mati terlalu mudah baginya, tetapi aku sadar jika kebencian ku akan merenggut segalanya dariku, aku tidak mau seperti dia ..."
"Aku serahkan hukumannya kepada semesta, ketika ia mati dia akan mendapatkan hukuman yang lebih berat, bukan dariku tetapi dari semua orang yang ia sakiti!" seru Avier benar-benar tidak mau lagi berurusan dengan Asher.
Avier yakin jika ada hukum tabur tuai di dunia, pasti segala sesuatu yang kita tabur akan di tuai saat waktunya tiba.
"Sai, aku harus kembali ke sisi calon istriku, sebelum operasinya aku harus menikahi nya, juga sebelum aku menunjukkan jati diri ku ke publik aku ingin memiliki istri dan tempat untukku pulang."
"Kau bersenang-senang lah malam ini, seminggu lagi setelah aku menikah, kau bisa ambil libur dua Minggu ... sekalian cari pacar mu ..." seru Avier menepuk bahu Sai dan membuat Sai terkejut dengan ucapan terakhir bosnya.
Yang mengatakan jika dia harus mencari pacar saat cuti nanti.
.
.
.
.
Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya 🥺
Juga jika kosa kata masih banyak yang janggal nanti akan segera aku perbaiki.
Jangan lupa berikan saran membangun ya