
Episode 58 : Kau cantik sekali.
.
.
.
"Semesta sepertinya ingin mempermainkan hidupku lagi!" bisik Red dengan wajah yang sudah sejajar dengan Winter.
Dia berbicara dengan sangat dekat sekali, nafasnya yang hangat bisa dirasakan oleh Winter yang menahan dirinya untuk tidak menunjukkan respon penolakan.
***
Tangan kokoh Red sudah berada di pinggang Winter, dia tak akan bisa lagi menahan dirinya, dia menatap Winter lekat sekali dan tak bisa mengalihkan pandangannya sedikitpun.
"Lingkarkan tangan mu di leher ku, dan peluk aku!"
Bisik Red meminta Winter melakukan hal itu kepadanya.
Winter dengan gugup dan gemetaran tak memiliki pilihan lain, semua hal yang akan terjadi sudah ia setujui demi Ayahnya.
Winter melingkarkan tangannya di leher Red sesuai dengan instruksi, tubuh mereka sudah menempel satu sama lain.
Red menatap wajah Winter sepuasnya, dia menatap lebih lekat, ada beberapa tahi lalat yang ia bisa lihat ketika memerhatikan wajah Winter.
Dan yang paling menarik adalah tahi lalat di bawah matanya, ukurannya kecil tetapi sangat manis di wajah Winter.
"Kau benar-benar sangat cantik," bisik Red mengisap pipi lembut Winter.
Winter hanya terdiam ketika mendengar ucapan itu.
"Jangan menunduk, lihat mata ku ..." ucap Red lagi membuat Winter yang sejak tadi mengalihkan pandangannya agar tidak menatap mata tajam Red mulai memberanikan dirinya untuk menatap mata tajam itu.
"Deg!"
Ada rasa sakit yang terasa di dada Winter, mata Red terlihat sangat tajam namun bola matanya begitu gelap dan dalam, seolah menceritakan kisah hidupnya yang tidak mudah dan penuh perjuangan.
Ada pepatah mengatakan jika mata tidak akan pernah bisa berbohong, mata mencerminkan jiwa dan kisah seseorang.
Sama seperti Red, walau tatapan matanya begitu tajam akan tetapi ada kisah pilu disana, yang tak akan pernah bisa sembuh selamanya.
Winter dengan hatinya yang lembut dan jiwanya yang hangat bertemu dengan lelaki yang kehilangan segalanya dan hatinya telah beku.
Winter tak bisa menahan dirinya, tangannya mengusap pipi Red sampai Red syok dan melebarkan matanya ketika mendapati perlakuan itu.
"Pasti sangat menyakitkan bagimu sendirian di kegelapan itu, jika saja aku bisa menukar hidupku yang tak berarti ini demi semua jiwa yang hilang itu, aku akan dengan senang hati melakukannya ..."
"Tidakkah semesta sangat lucu? seperti mempermainkan hidup kita ..."
"Rasa sakit mu, bisakah kau berikan saja kepada ku? jadi saat aku mati kau bisa hidup dengan rasa bahagia, memiliki keluarga dan berdamai dengan masa lalu ..."
Winter berbicara dengan sangat lembut, suaranya selembut angin malam yang semakin dingin.
Ya, selama ini Winter memiliki penyakit autoimun yang tidak akan bisa diobati dan dicegah.
Sebenarnya penderita penyakit Multiple sclerosis kebanyakan tidak akan kehilangan nyawanya, akan tetapi akan mengalami kelumpuhan, buta dan penurunan kualitas hidup.
Tetapi dalam kasus Winter, dokter pribadinya mengatakan tetap harus berjaga-jaga karena Ibu Winter meninggal karena pembuluh darah yang tersumbat akibat penyakit itu.
Jadi hal serupa bisa terjadi kepada Winter juga.
.
.
Ketika Red mendengarkan itu, dia mendorong Winter ke atas ranjang sampai Winter berbaring disana.
Kedua tangan Winter di genggam oleh Red, dan Red sekarang tepat berada di atas tubuh Winter.
"Siapa bilang kau bisa mati? tidak akan ku biarkan! kau milikku sepenuhnya bahkan jika dewa kematian akan menjadi musuhku maka aku tidak akan takut!"
"Kau tidak akan mati!"
Geram Red tak menerima ucapan Winter dengan mengatakan dia mati.
.
.
.
.
Author : Halo guys untuk saat ini hanya sanggup update dikit per bab nya ya..
Nanti jika sudah punya waktu luang yang banyak update kata per bab nya akan aku perbanyak.
Terimakasih semuanya, jangan luka berikan duiuang nya berupa like, komentar dan gift jika berkenan 😘❤️