Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 77 : Siapa Koko?



Episode 77 : Siapa Koko?


.


.


.


Red merasakan perasaan aneh dalam dirinya ketika mendengar Winter memimpikan Koko, entah siapa Koko akan tetapi akan ia cari tahu dan ia akan menginterogasi Winter ketika ia bangun.


Tetapi saat itu tak terasa sudah sore, dimana hujan benar-benar telah reda dan matahari yang hendak tenggelam itu mengintip hendak pergi.


Terdengar suara perut Red yang keroncongan karena dia belum makan sama sekali.


Red hendak bangkit dari ranjang dan memakan beberapa makanan untuk mengisi perutnya.


Akan tetapi ...


"Tok ... Tok ... Tok!"


Anak buah Red yang sejak tadi berada di luar mengetuk pintu dan disana sudah ada beberapa warga termasuk kepala desa membawakan makanan yang hendak mereka makan di atas bukit saat perayaan.


"Bos ..."


Belum sempat anak buah Red membicarakan niat para warga desa, Pak kepala desa yang bernama Troy langsung masuk dan merangkul Red.


"Wah ... anak muda, karena kedatangan kalian ke desa ini hujan sepertinya langsung reda sebelum perayaan, kami sekampung sangat senang atas kedatangan kalian ..."


"Jadi ... kami sudah menyiapkan banyak makanan untuk kita di atas bukit sembari melakukan perayaan penyambutan musim salju!"


Anak buah Red yang melihat kepala desa itu merangkul bos mereka terkejut dan ketakutan.


Kelihatannya Troy sangat ramah namun sisi ramahnya malah membuat semua anak buah Red sedikit gugup.


Mengingat jika Bos mereka baru saja merasakan amarah yang meledak-ledak tadi.


Red terdiam sejenak, begitu pula para anak buah Red.


Melihat keheningan itu Troy mencairkan suasana dengan tertawa.


"Ha ha ha, tidak perlu sungkan, semua makanan yang disediakan gratis!"


"Juga ... warga kampung ini sangat menantikan kehadiran orang baru disini, kami semua sudah tua dan berumur, putra putri kami semua di luar kota dan tidak bisa kembali karena kesibukan mereka ... jadi kedatangan kalian akan memberikan suasana baru bagi kami ..."


Troy berterus terang, warga desa memang sangat menyenangi ada orang baru datang ke desa mereka.


Mereka merasa jika kedatangan orang baru itu seolah mereka kedatangan anak-anak mereka yang ada di perantauan.


Red yang mendengar itu melonggarkan ekspresi nya, dia menyadari jika selalu ada alasan dari segala sesuatu.


"Baiklah Pak kepala desa, saya dan semua orang saya akan kesana ... tetapi saya dan istri saya akan menyusul, mereka yang akan lebih dulu kesana ..."


Seru Red tersenyum, Red memiliki kelemahan dimana dia akan terenyuh ketika ada orangtua merindukan anak-anaknya.


"Bukankah?"


Belum sempat salah satu anak buahnya membisik, Red langsung memegang pundak anak buahnya dengan sangat kencang agar tidak terlalu banyak bertanya dan pada akhirnya akan membuat kepala desa ini curiga dengan identitas mereka.


"Ikuti Pak kepala desa ini ya ... jangan membantah dan bantu mereka disana ..." seru Red tersenyum namun menekan.


Membuat semua anak buah Red menyeringai sedikit ngeri, namun mereka ikut tersenyum dan segera merangkul kepala desa untuk menuju bukit dimana perayaan diadakan.


.


.


Setelah itu Troy dan anggota Red pergi, sedangkan Red yang masih lapar menahan laparnya pergi ke kamar hendak membangunkan Winter untuk ikut ke perayaan musim salju.


"Koko ... Koko!"


Saat itu Winter masih memanggil Koko dan terbangun dari mimpinya sembari duduk dengan nafas yang terengah-engah.


"Koko ..." keluhnya pelan saat tersadar dari mimpi.


Sudah lama dia tidak memimpikan Koko, kucing lucunya yang telah tiada.


"Hmmm! KOKO?"


Red yang berdiri di sisi ranjang sembari melipat tangannya menatap Winter dengan tatapan tajam dan mengerikan.


Seolah semakin kesal ketika mendengar nama Koko lagi.


Winter terkejut mendengar suara Red yang menggema di sampingnya, Winter yang sudah tersadar segera beranjak berdiri secara spontan dan menunduk.


"Tuan ... Anda sudah bangun? maafkan aku tadi ikut tertidur ..."


Seru Winter dengan khawatir.


Dia takut Red marah lagi.


Red yang mendengar itu menyeringai, dia meletakkan telunjuk jarinya di bahu Winter dan menekannya sedikit sampai Winter terjerembab lagi di atas ranjang.


"Persetan dengan aku sudah bangun atau tidak! sekarang jelaskan siapa Koko!"


Geram Red sudah naik ke atas tubuh Winter dan menginterogasi Winter dari jarak yang sangat dekat.


.


.


.


.