Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 68 : Dave sang kuasa hukum.



Episode 68 : Dave sang kuasa hukum.


.


.


.


Di rumah sakit jiwa,


"Tak ... Tak ... Tak!"


Langkah kaki Red terdengar nyaring, anggota nya membuka pintu dan mempersilahkan Red memasuki ruangan itu.


Ketika Red masuk, orang yang menjadi target nya belum melihat ke arah Red.


"Hello Dave ... lama tidak bertemu ..." seru Red membuat Dave, nama lelaki paruh baya yang memang merupakan target Red melebarkan matanya dan langsung bergetar hebat.


Dave seolah langsung tahu siapa yang sudah ada di hadapannya berdiri, dia mengenali suara itu.


Suaranya mirip dengan suara seseorang yang telah mati puluhan tahun silam.


Dave terdiam menunduk, dia tak tahu jika lokasinya bisa dilacak padahal dia sudah menggantikan identitas nya dan telah menyamarkan diri menjadi orang dengan gangguan kejiwaan.


"Apakah kau pikir aku mati bersama keluarga ku? atau apakah kau pikir penyamaran mu bisa menyelematkan mu selamanya?"


"Heh! menjijikkan! padahal dulu Ayahku sangat mempercayai mu!"


"Tapi cukup basa basi nya ..."


Red tak mau berbicara lebih banyak, dia segera menyodorkan senjata api ke kepala Dave.


"Dimana kau sembunyikan berkas itu? dimana semua bukti yang Ayahku berikan kepada mu! dan dimana surat asli ahli waris kekayaan keluarga ku!"


"Katakan dalam waktu singkat!"


Red langsung to the point, Dave segenap tahu jika yang ada di hadapannya ini adalah putra satu-satunya lelaki itu.


Salah satu rekannya dulu, dan Dave adalah kuasa hukum keluarga Red dahulu.


Entah berkas apa yang dibahas oleh Red, dan surat ahli waris apa yang ia bicarakan, namun benang merah nya akan segera terungkap sebentar lagi.


Dave masih menunduk, tahu jika nyawanya tidak akan lagi selamat ketika lelaki ini berada di hadapannya.


Seru Dave menyebutkan nama lengkap dari Red, nama aslinya yang selama ini telah ia kubur dalam rencana pembalasan dendamnya.


"Heh!"


Red terkekeh ketika mendengar itu dari Dave, lalu Red dengan matanya yang begitu tajam segera meremehkan Dave.


"Kau kira aku datang ke desa ini dengan tangan kosong? putrimu juga tinggal di desa ini kan? dia sudah memiliki anak ... aku bisa membunuh nya dalam sekejap!"


"Jika kau tidak memberikan semua bukti yang ada padamu, maka aku akan membunuh putri mu itu, bagaimana?"


Bisik Red menyeringai mengerikan.


Tentu saja, lokasi Dave diketahui juga karena keberadaan putri Dave, dimana walau identitas putrinya sudah diganti tetap saja bisa terlacak oleh anggota Red.


Mata Dave melebar seketika, dia mengangkat wajahnya dan langsung memohon ampun.


"Tolong Tuan Avier, tolong jangan libatkan putri dan cucuku Tuan Avier, saya mohon ... tolong ..." Dave langsung bersimpuh, dia memohon agar Avier tidak merenggut nyawa putrinya dan cucunya.


Melihat itu Red tak kuasa meneteskan air mata kemarahan, dia menyeringai karena teringat masa lalu keluarga nya yang malang.


"Kenapa kalian semua mencoba melindungi keluarga kalian disaat dulu kalian membantai keluarga Ayahku dengan sadis? hanya karena kekuasaan dan uang kalian menghabisi seorang anak perempuan dan kalian membiarkan dia dilecehkan begitu saja!"


"Kenapa kalian merasa anak-anak kalian akan bebas dari dosa keji itu!"


"KENAPA?"


teriak Red muak dengan Wilson maupun Dave keduanya ingin menyelematkan putrinya tetapi disaat yang bersamaan membiarkan putri oranglain mati mengenaskan.


Sungguh ironi kehidupan yang menyakitkan dan terus saja membuat Red menjaga gila karena dendam dan amarah.


"Tu ... Tuan Avier, saya mau ... saya akan tunjukkan lokasi dimana semua bukti itu, saya akan tunjukkan kepada anda, tetapi nanti bunuh aku saja, jangan putri dan cucuku ... aku mohon ..." Dave memohon dengan sangat.


Dia tidak ingin putri dan cucunya kehilangan nyawa dengan tragis karena kesalahannya dahulu.


.


.


.


.