Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 97 : Wanita paling cantik di dunia.



Episode 97 : Wanita paling cantik di dunia.


***


Di kediaman David,


"Aku pasti akan membawa Winter kabur bersama ku, aku hanya ingin Winter tidak ingin yang lain!"


Seru David mencengkeram tangannya, dan tidak akan melepaskan Winter kali ini.


David akan merencanakan sesuatu, dia sudah lelah menjadi target obsesi ayahnya sendiri.


Ketika ia bersama Winter hanya sementara waktu, dia akhirnya sadar jika dia tak akan pernah merasakan jatuh cinta seperti itu lagi kepada wanita lain.


David segera menulis sebuah surat, dimana dia sadar jika dia menggunakan panggilan telepon maka ayahnya bisa melacak dengan mudah.


Dia akan meminta suruhannya menyampaikan surat itu kepada Winter agar mereka bisa pergi bersama.


.


.


.


Di kediaman Red,


 


Winter sudah memakai pakaian yang sangat indah, berwarna biru velvet, gaun itu khusus dipilihkan para pelayan untuk menunjukkan keindahan dan kecantikan winter yang terasa hangat dan cerah disaat yang bersamaan.


“Aku tidak tahu jika aku bisa terlihat secantik ini ….”


“Kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini?”


Winter dengan pipi merona, mata bulat yang bersinar, rambut Panjang terurai indah, merasa jantungnya berdebar begitu kencang.


“Nona … Tuan sudah menunggu anda,” salah seorang pelayan memberikan laporan, sehingga Winter sedikit terperanjat.


Jantungnya berdegup semakin kencang, dia segera menunduk mencengkeram gaunnya sebagai bentuk debaran aneh yang ia rasakan beberapa saat terakhir ini.


“Uhmm … ba … baik aku akan segera kesana …” balas Winter sedikit terbata-bata.


Dia melangkahkan kakinya menuju balkon kamar luas yang menunjukkan pemandangan lapangan hijau dan kolam renang.


Di sana banyak makanan mewah telah dihidangkan, juga Red telah duduk menunggu Winter.


“Tak … Tak … Tak!”


Suara sepatu hak yang mengenai lantai membuat Red mengalihkan pandangannya menuju arah Winter.


Mata Red melebar dan dia segera berdiri melihat betapa cantik dan anggun Winter yang tengah mendekat kearahnya ini.


‘Cantik sekali …. Astaga, apakah seorang manusia diperbolehkan menjadi secantik ni?’


‘Jantungku tak bisa aku kontrol lagi, aku benar-benar tak bisa menahan debaran di hatiku!’


***


Dia sangat senang dengan gaun yang dikenakan Winter, sangat sesuai dengan warna Winter yang hangat namun sangat cantik.


“Tu … Tuan, apakah aku terlihat aneh?”


“Tuan melihat aku sejak tadi …” Winter mengejutkan Red.


Bagaimana tidak, bagi Red waktu seolah berdetak begitu lambat, dan dia secara tidak sadar telah menatap Winter selama beberapa menit, sehingga Winter berdiri terpaku di hadapan Red sembari kebingungan.


“Ah … astaga, apa yang sudah terjadi kepadaku?”


“Inilah sebabnya jika kau menyihirku terus, aku bahkan melihat waktu seolah berjalan melambat!”


Ketus Red sembari menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri.


Dia memejamkan matanya sejenak untuk Kembali fokus sejenak, mereka harus makan malam terlebih dahulu.


***


“Du … duduklah, mari kita makan,” seru Red sembari mengalihkan pandangannya, dia tidak berani menatap Winter dengan keindahan dan kecantikannya itu.


‘Kenapa aku jadi malu seperti ini?’


‘Jika seperti ini terus sepertinya wibawaku akan hancur seketika!’


Red merasa kebingungan dengan dirinya, dia merasa jika dia menatap Winter maka dia sama sekali tidak akan bisa menutupi rasa malu dan bagaimana ia sangat berdebar-debar.


“Ba … baik Tuan,” balas Winter malah menjadi bingung.


Dia heran mengapa Red malah kelihatan menghindarinya dan tak berani menatap matanya.


‘Apakah aku jelek? Tapi aku merasa aku lumayan cantik mala mini …’


‘Astaga Winter, apa yang sebenarnya kau pikirkan, beraninya kau berpikir untuk menarik perhatian lelaki ini, kau sama sekali tidak pantas!’


 


Keduanya tengah terbenam dalam perbincangan pelik dalam dirinya mereka sendiri.


Kedua insan yang telah disatukan oleh semesta ini tidak menyadari jika sudah ada perasaan yang lebih besar tumbuh di hati mereka masing-masing.


Lebih dari apa yang mereka sadari.


 


.


.


.