Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 50 : Kemarilah penyihir kecil!



Episode 50 : Kemarilah penyihir kecil!


***


Winter pergi mempersiapkan dirinya seperti perintah Red.


Winter lega bagaimana Red sepertinya tidak akan melenyapkan ayahnya karena tindakannya barusan.


Winter berdiri sejenak di ruangan pakaian, dia mencengkeram tangannya kuat dan menahan getaran di tubuhnya.


Sungguh, dia seperti berdiri di tepi jurang, jika dia salah langkah maka dia akan terjatuh begitu saja.


Berada di sisi Red sepertinya menaikkan adrenalinnya ke tingkat paling maksimal.


Tetapi disaat yang bersamaan tubuhnya dan imumnya juga mulai mengimbangi.


"Semangat Winter, setidaknya lakukan yang terbaik sampai kemarahan lelaki itu mereda,"


"Tuan Red juga terluka dan menderita, jika kau bisa menjadi wadah penampung kemarahannya maka hal itu lebih baik dibanding melihat ayahmu dibunuh ..."


Winter menguatkan dirinya lagi dan lagi, dia menatap cermin yang memperlihatkan ekspresi menyedihkan dari dirinya.


Segera Winter menyadarkan dirinya, dia mempersiapkan dirinya, memasukkan segala keperluan dirinya dan Red ke sebuah koper.


.


.


Setelah beberapa saat ...


"Tuan ... aku sudah mempersiapkan segalanya ..." Winter sudah keluar dari ruangan pakaian, membawa koper berisikan perlengkapan yang mereka butuhkan.


Red sedang duduk di kursi sofa sembari menikmati wine di tangannya, mata Red melebar ketika mendapati jika Winter mengemas semua perlengkapan mereka secara berlebihan ke pedesaan nanti.


"Apakah kau hendak pergi bertamasya, kenapa koper nya besar sekali?"


"Juga ... aku meminta mu untuk mempersiapkan dirimu saja, bukan mengemas barang!"


Red mengomentari sikap Winter, yang kelihatan terlalu berlebihan mempersiapkan segalanya itu.


Winter melihat koper yang ia genggam, dengan ekspresi lesu karena usahanya mengemas semua barang ini ternyata salah dan tak dihargai sedikit membuat nya kecewa.


Ekspresi kecewa dari Winter yang terlihat jelas ketika ia menunduk malah terlihat sangat menggemaskan bagi Red.


Lalu sembari meneguk wine yang ada di gelas nya, dia meminta Winter untuk datang mendekat.


"Kemarilah penyihir kecil!"


Seru Red terhadap Winter yang terdiam mematung di hadapannya.


'Penyihir kecil? sejak kapan aku jadi penyihir kecil?'


Benak Winter kebingungan ketika dirinya dipanggil dengan sebutan penyihir kecil.


Tetapi Winter tetap menurut, dia datang dan menunduk hormat.


"Duduklah ... aku ingin kau dekat dengan ku!"


Lagi lagi Red meminta Winter untuk duduk di pangkuannya.


Sepertinya Red suka sekali jika Winter bersandar padanya dan duduk dengan nyaman di pahanya.


Winter terdiam sejenak, walau dia merasa kurang nyaman tetapi perasaannya sama sekali tidak penting untuk saat ini.


Jadi dia menurut dan segera duduk menunduk, dengan kedua tangan berpegangan satu sama lain.


Kelihatan masih kaku dan gugup.


Mata Red menelisik ke tengkuk Winter, lalu bagian selangka nya yang membiru akibat ulahnya.


"Tuangkan minum untukku!"


Perintah lagi meminta Winter untuk menuangkan minum wine ke gelas nya yang sudah kosong.


"Baik Tuan ..."


Winter segera mengisi gelas wine itu dengan baik, benar-benar menurut sekali.


Tetapi mata Red seperti elang yang hendak menyantap mangsanya, dia sama sekali tak bisa menyingkirkan pandangannya dari Winter.


"Silahkan Tuan ..." seru Winter meletakkan wine di hadapan Red.


Red yang berpangku tangan itu menarik baju Winter untuk melihat seberapa parah tanda kemarahan yang ia torehkan disana.


Winter tentu saja syok tiba-tiba bajunya disibak seperti itu, sehingga Winter tanpa sadar menghempaskan tangan Red dan memundurkan tubuhnya.


Hanya setelah beberapa detik kemudian Winter sadar apa yang baru saja ia lakukan.


'Mati aku!' geram Winter dengan polosnya meraih tangan Red yang tadi ia singkirkan dan meletakkannya di baju bagian dada yang tadi hendak di sibak oleh Red.


Red merasa tingkat spontan Winter ini sangat imut, apalagi cara Winter mengembalikan tangannya hanya beberapa detik setelah disingkirkan.


"Hmmm ... menarik sekali, penyihir kecil sudah berubah menjadi penggoda rupanya ..." bisik Red meraih gelas wine dan menyodorkan nya kepada Winter.


.


.


.


.


Author : halo guys, aku lupa bilang kemarin kalau crazy up sudah berakhir tadi malam hehe.


Sekarang hanya update reguler ya.


Jika ada waktu luang Minggu depan mungkin akan crazy up lagi.


Terimakasih semuanya 😘