
Episode 73 : Hidupmu dan jiwamu adalah milikku!
***
"Semesta mungkin mempertemukan kita agar aku bisa memberikan Tuan sedikit kelegaan ..."
.
.
Red terdiam, dia membisu sejenak lalu waktu seolah berputar begitu lambat, dia meraih dagu Winter agar wajah mereka bisa berhadapan satu sama lain.
Dengan tatapan yang begitu dalam dan gelap, dia melihat bola mata Winter yang seolah dipenuhi oleh cahaya yang tak pernah padam.
"Kau berjanji tidak akan pernah meninggalkan aku, selamanya kau adalah milikku, hidupmu dan jiwa mu adalah milikku!"
"Jika kau pergi dariku maka kau akan menerima akibatnya, mungkin aku sudah tak akan waras saat ini dan akan menghabisi mu ..."
"Ini bukanlah penawaran tetapi perintah! jangan pergi walau sebentar, aku juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi kepadaku, kenapa aku sama sekali tidak bisa menyakiti mu!"
Red memberikan ancamannya, mengatakan jika Winter adalah miliknya, dan akan segera mencari tahu alasan mengapa Red sama sekali tidak bisa menyakiti Winter.
Winter menganggukkan kepalanya, dia setuju begitu cepat seolah tak memiliki sedikitpun rasa takut.
"Ya Tuan, lakukan semua yang bisa membuat mu lega, aku sudah bahagia dengan cara itu ... aku akan menggantung kan hidup ku kepada mu, aku tidak akan pernah berubah pikiran ..."
Winter sudah mantap dengan keputusan nya, dia tidak peduli lagi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pasti ada alasan dibalik pertemuan mereka alasan dibalik mengapa Winter merasa lebih pedih ketika melihat mata Red yang paling dalam.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Tiba-tiba saja ada panggilan dari Sai.
.
.
.
Red melepaskan Winter begitu saja, lalu ia melangkah menuju balkon untuk mengangkat panggilan itu.
"Halo?"
"Halo Bos? aku sudah melakukan operasi misi dengan lancar bersama Desmon Benson,"
"Aku akan mengirimkan semua data yang kita dapatkan dari beliau, dia setuju bekerjasama dengan kita ..."
Sai memberikan laporan langsung mengenai misi personalnya ketika Red berada di desa untuk misi pribadinya juga.
"Bagus, untuk sekarang pertahankan misi mu, hubungi Kevin selanjutnya untuk operasi misi puncak ... dia sudah memberikan laporan mengenai penelitian nya,"
"Kita butuh senjata buatan nya untuk menghabisi semua penjagaan dari para monster itu ..."
Seru Red memberikan misi baru untuk Sai.
Entah dengan siapa Red mengajukan kerja sama misi, akan tetapi orang itu benar-benar akan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan.
"Baik Bos ... aku akan menunggu Bos kembali ..." balas Sai dengan hormat.
Setelah itu panggilan pun berakhir.
Red akan membaca beberapa informasi yang diberikan oleh rekan barunya untuknya.
Dan tentu saja ini adalah informasi rahasia mengenai Asher Goldwil.
.
.
Disaat yang bersamaan,
David yang dikurung oleh Ayahnya mencoba dengan keras terus menghubungi Winter, dia sudah benar-benar lelah oleh kekangan ayahnya.
Namun sama sekali tak ada balasan, David merasa ada yang tidak beres dengan semua ini.
"Apakah Ayah tahu aku menemui Winter?"
"Atau apakah ada yang terjadi kepada nya?"
"Sial! aku frustasi sekali, aku harus mencari tahu kebenaran nya!"
"Winter tidak boleh terluka!"
David akan melakukan segala cara untuk menyelidiki mengenai Winter.
Dia tidak ingin Winter terluka karena dirinya.
Dan jika memungkinkan, David akan merencanakan pelarian nya bersama Winter, dia sama sekali tidak peduli dengan harta ayahnya.
.
.
.
.