
Episode 91 : Red dan Winter akan kembali pulang.
.
.
Pagi itu wajah Red kelihatan sangat cerah, mungkin karena ia telah melewati malam panas yang sangat berarti bersama Winter.
Malam itu adalah malam pertama untuknya, dan Red merasa sangat puas dan kagum oleh kemampuannya sendiri.
Ya, Red kagum dengan kemampuan ranjangnya yang seolah tak kehabisan energi sama sekali.
Mungkin karena sejak dulu Red melakukan pelatihan yang lebih kejam dan berat dari pada pelatihan militer sehingga tubuhnya memiliki daya tahan energi yang seolah tak pernah habis.
"Kalau tidak ingin aku melakukannya lagi maka bangunlah, bersihkan dirimu dan makan dulu sebelum kita kembali pulang ..."
Red menarik tangan Winter sampai Winter terduduk, namun ia tetap menunduk malu dan memejamkan matanya karena hendak mengusir semua bayangan nakal yang entah mengaoa mencuat memenuhi kepalanya.
Red tersenyum gemas, dia mengusap rambut Winter yang terlihat sangat menggemaskan pagi ini.
Ketika Winter duduk, Red bisa melihat banyak tanda biru di leher wanita itu, yang dimana hal itu adalah perbuatan nya sendiri.
'Aku memang hebat sekali, sangat menyenangkan mengetahui jika aku telah menandai wanita ku ini, dia hanyalah milikku seorang!'
"Sayang ... aku ada keperluan sebentar bersama anggota ku di luar, persiapkan dirimu ya ... karena satu jam lagi kita harus kembali pulang ..."
Ucap Red lembut lalu mengecup kening Winter yang masih syok atas perbuatannya tadi malam.
"Hummm ..." Winter menganggukkan kepalanya, dia menunduk malu sekali ketika Red melangkah kakinya sembari tersenyum lepas menuju luar ruangan.
Sejak tadi pagi Red memang sengaja menunggu Winter bangun, dia tidak mau membangunkan Winter yang pastinya tadi malam kehabisan seluruh energinya.
*Ctak!*
Setelah pintu tertutup yang dimana artinya Red sudah keluar dari kamar, Winter segera membuka matanya dan hendak beranjak melihat semua tanda di tubuhnya di cermin.
Namun ketika kakinya menyentuh lantai, ada rasa ngilu dan perih diantara kedua kakinya.
Matanya melebar dan kembali duduk.
"Gila! sebegitu liar kah tadi malam sehingga aku tak bisa berjalan dengan normal?"
"Astaga ... astaga ... astaga!"
"Sejak kapan aku menjadi wanita yang nakal?!"
Winter menelan salivanya kuat sekali, lalu ia membuka sedikit baju bagaian atasnya namun segera ia tutup kembali.
Winter menggelengkan kepalanya seolah tak percaya apa yang ia lihat.
Bagaimana tidak, Winter bisa melihat dengan jelas jika tubuhnya sudah dipenuhi tanda biru, yang dimana jika ia semakin ia lihat maka akan semakin mengingatkan nya atas tubuhnya yang merasakan perasaan aneh tadi malam.
"Tidak ... tidak ... tidak, Winter, jangan diperhatikan lagi, jangan diingat lagi!"
"Walau tadi malam sangat memalukan tetapi tidak apa! lakukan saja apa yang diinginkan Tuan Avier dan cobalah melupakan adegan tadi malam!"
Seru Winter mencoba menenangkan dirinya dari kepanikan karena terlalu malu.
Dia akan secara perlahan melangkah membersihkan dirinya dan memakan makanan yang sudah disiapkan oleh Red di meja.
.
.
Disaat yang bersamaan,
"Bos ... kami sudah memastikan para warga agar tidak membocorkan identitas kita disini ... mereka semua setuju dan memahami keadaan kita ..."
Anak buah Red memberikannya laporan jika mereka telah melakukan perintah Red yang mengatakan jika kedatangan mereka ke tempat ini harus dirahasiakan.
Bagaimanapun, rencana Red sedikit melenceng sejak awal ke desa ini, dimana ternyata mereka tidak bisa menghindari melakukan hubungan sosial dengan para warga.
"Bagus, tetap awasi semua warga desa di sini ketika aku dan Winter kembali, sebelum rencana akhir kita usai, tidak ada satupun disekitar ku yang benar-benar aman!"
Perintah Red memiliki firasat yang aneh, disaat mereka menemukan keberadaan Dave pastilah pihak musuh cepat atau lambat juga akan menemukan lelaki itu.
Tetapi untungnya pihak Red adalah yang pertama menemukan Dave, dimana hal itu merupakan kartu as bagi Red.
.
.
.
.
JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR YA : @Anak_Kost_Joy
Semoga selanjutnya bisa update dua episode setiap hari sampai tamat 🔥🔥