
Episode 123 : Aku akan melindungi mu.
***
Time skip,
Dua hari telah berlalu sejak pemeriksaan Winter, Winter kelihatan baik-baik saja seperti biasa.
Hanya saja pandangannya lebih sering kabur.
Pagi itu, Avier bangun lebih dulu, dia berpangku tangan dan menatap wajah Winter yang terlelap di sisinya.
"Aku akan menjaga mu sayang, tidak akan aku biarkan seorang pun melukai mu, bahkan jika itu dewa kematian sekalipun!"
"Aku bersumpah jika kau akan sembuh dan baik-baik saja."
Bisik Avier mengecup kening kekasihnya, dia mengecup kening Winter dengan sangat lembut dan penuh perasaan.
Tangan kokohnya mengusap pipi Winter yang lembut dan benar-benar mencurahkan semua rasa sayang nya melalui tindakan kepada Winter.
"Hmmmm ..." Winter terbangun karena merasakan kecupan demi kecupan mendarat di wajahnya.
Menyadari itu, Avier menghentikan aksinya dan memeluk Winter nyaman sekali.
"Selamat pagi sayang, apakah tidur mu nyenyak?" bisik Avier memeluk Winter yang baru saja terbangun.
"Hummm, aku tidur dengan nyenyak berkat mu ..." balas Winter kembali menekankan matanya lagi.
Winter terlihat tenggelam dalam pelukan Avier, dan Winter terlihat menikmatinya.
Tubuh Avier sangat hangat.
"Tempat ternyaman ku berada di pelukan mu, saat kau memeluk aku rasanya sangat nyaman ..." ucap Winter lagi memeluk Avier.
"Sayang ... kita harus segera bangun, hari ini kau mau bertemu ayah mu kan?" seru Avier mengusap rambut Winter dengan lembut.
"Oh iya ... hari ini aku akan menghabiskan waktu bersama Ayah ... aku harus segera bangun dan bersiap-siap." balas Winter segera membuka matanya lebar dan segala duduk meregangkan tubuhnya.
Avier yang tidak suka Winter tiba-tiba bersemangat dan langsung melepaskan pelukannya tengah berpangku tangan di sisi Winter yang tengah meregangkan tubuhnya.
"Cih! kau kelihatan sangat bersemangat ingin menghabiskan waktu dengan Ayahmu!"
"Apakah sebegitu menyenangkan? kau tidak pernah seperti itu kepadaku!"
Gerutu Avier malah cemburu karena tidak suka Winter terlihat bersemangat sekali.
"Aku bersemangat karena sudah lama tidak bertemu dengan Ayah ..."
Balas Winter melihat kearah Avier.
Ketika Winter menoleh ke arah Avier, Winter terkejut ketika menyadari jika Avier terlihat sangat cemburu.
Namun ekspresi cemburunya itu terlihat sangat menggemaskan bagi Winter.
"Deg ... Deg ... Deg"
'Astaga ... apakah diperbolehkan se imut ini? dia kan lelaki dewasa tetapi kenapa sangat imut! astaga!'
Winter bergumam dalam hatinya, merasa Avier terlalu menggemaskan untuk ukuran lelaki dewasa apalagi seorang Bos mafia.
"Pokoknya aku tidak suka! aku tidak suka melihat mu bersemangat untuk orang lain kecuali aku!" gerutu Avier sudah ikut duduk.
Avier melipat tangan di depan dadanya, dan wajah nya terlihat muram karena memang benar-benar cemburu.
Winter mungkin belum sadar jika sebenarnya lelaki ini sangatlah posesif dan cemburuan, tidak suka jika kekasihnya bersemangat bahkan untuk ayahnya sendiri.
Winter yang mendengar itu tersenyum, dia mengusap pipi Avier agar tidak marah lagi.
"Maafkan aku, jangan marah begitu ya ..." Winter membujuk Avier, suaranya lembut sekali dan kelihatan sekali Winter memang benar-benar mengalah untuk sikap posesif Avier ini.
'Hmmm, pacar ku kenapa imut sekali?'
'Ku kerjai saja ah!'
Seru Avier dalam hatinya, dia segera melihat kearah mata Winter.
Dia melihatnya dalam sekali, lalu Avier tersenyum nakal.
"Ma ... mau apa?" balas Winter sudah gugup sekali.
Ketika nafas Avier terasa di wajahnya, engah mengapa tubuhnya menjadi sangat panas dan jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.
"Hehe ..." Avier menyeringai tajam dan senyuman itu terlihat begitu nakal.
"Sayang ... sejak kapan aku menerima maaf secara gratis?"
"Kau harus melakukan sesuatu untukku!" bisik Avier mendekatkan wajahnya membuat jantung Winter semakin berdegup kencang sekali.
"Ja ... jangan, masih pagi, lagian bukankah tidak baik melakukan hal itu dalam rentang waktu yang berdekatan?" balas Winter mencoba menolak Avier.
Winter mencoba mendorong Avier karena merasa malu sekali.
Namun penolakan Winter tentu saja semakin menghidupkan monster penakluk di diri Avier.
"Hehe ... sayang, kau imut sekali ..." balas Avier mendorong Winter sampai terjerembab ke ranjang.
"Tapi karena kau terlalu imut, aku malah semakin tidak bisa menahannya ..."
"Apalagi ketika kau menunjukkan buah dada mu kepadaku, kau menggodaku kan?"
"Jika aku perhatikan, ukurannya juga semakin besar, apakah karena sering aku ..." belum sempat Avier melanjutkan ucapannya.
Winter segera melihat ke arah bajunya yang memang kancing baju tidur telah terbuka hampir seluruhnya.
'Dasar si mesum ini, sejak kapan dia membuka semua kancing bajuku? aku lagi yang dikatakan menggoda!' gerutu Winter ketika melihat jika kancing bajunya telah terbuka dan sepertinya Avier mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk bermain disana tadi sebelum Winter bangun.
"Tuan mesum, jangan lakukan pagi ini, nanti aku tidak bisa berjalan jika dilanjutkan, aku harus jalan-jalan dengan ayahku!" seru Winter dengan matanya yang bulat itu, dan eksepsi nya yang terlalu menggemaskan bagi Avier.
"Sayang ... sekali saja, aku tidak akan berlebihan ..."
"Juga sejak awal harus kau sudah tahu jika aku memang mesum khusus untuk mu saja!" bisik Avier benar-benar percaya diri mengatakan hal itu.
Di dunia ini yang percaya diri mengatakan hal itu sepertinya hanya Avier saja.
"Haaah!"
Winter menghela nafasnya panjang, lalu ia memiliki cara terbaik untuk menghentikan aksi nakal lelaki ini.
Karena jika dilanjutkan terus maka mungkin Winter benar-benar akan sulit berjalan.
Avier memiliki energi yang sangat besar, jika saja Avier memulainya pasti Avier akan mengulangi nya beberapa kali lagi sampai Winter kelelahan sekali.
'Aku harus memikirkan cara! aku harus memikirkan cara menghentikan ini semua! jika tidak maka aku tak akan bisa berjalan!'
Seru Winter memejamkan matanya berpikir dengan sangat keras, cara apa yang harus ia lakukan agar Avier menghentikan aksinya ini.
"Ho? sudah memejamkan mata rupanya, aku sudah duga yang ketagihan bukan hanya aku, tetapi juga kau sayang ..." seru Avier puas sekali.
Dia segera naik ke atas tubuh Winter dan hendak melakukan penyatuan yang sangat ia nikmati itu.
"Sayang ... kau cantik sekali, bagaimana mungkin kau bisa secantik ini bahkan ketika bangun pagi?"
Bisik Avier mulai hendak melepaskan pakaian Winter yang menutupi tubuhnya.
'Ah, habislah, sekeras apapun aku berpikir tak ada cara untuk melarikan diri dari lelaki ini, pasrah saja lah, aku pasti akan merasakan pegal pagi ini!'
Benak Winter sudah menyerah berpikir untuk menghentikan Avier yang memang tak bisa dihentikan ini.
.
.
.
.
Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya 🥺
Juga jika kosa kata masih banyak yang janggal nanti akan segera aku perbaiki.
Jangan lupa berikan saran membangun ya semuanya, Lope you sekebon jeruk 😘❤️