Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 75 : Rindu seumur hidup!



Episode 75 : Rindu seumur hidup!


***


Cinta itu seperti angin, kau tak akan bisa melihat nya namun bisa merasakannya.


Tetapi terkadang angin itu bisa menjadi sangat dingin, atau bahkan menjadi badai, atau bahkan angin yang tenang dan menenangkan.


Bagi Red, dia tak pernah merasakan cinta sebelumnya, dia juga tak tahu mengapa dia tidak bisa melepaskan Winter.


Lalu jika dia cinta kepada Winter, apakah angin cinta ini angin badai ataukah angin tenang yang menyembuhkan.


Hanya saja ada satu jawaban yang pasti, hati beku Red secara perlahan-lahan retak dan tak bisa ia bendung.


"Avier ... jika kau menemukan wanita yang kau cintai nanti ... jangan lupa hormati dia dan jadikan dia wanita paling beruntung di dunia ..."


"Ingat jika kau dibesarkan dengan baik oleh Ibu dan ayahmu, perlakuan dia layaknya ratu di hatimu, Ibu sangat yakin jika putraku Avier bisa menjadi lelaki yang hebat dan tetap menghormati wanita ..."


"Iya kan? putra ku ..."


Avier tengah bermimpi, dia seperti kembali ke masa lalu, bagaimana ibunya seperti tahu jika akan ada hal buruk yang akan terjadi.


Jika dilihat kembali, Ibu Red telah memberikan banyak sekali nasehat namun banyak yang terlupakan oleh Red karena dendamnya.


"IBU ...." Seru Avier karena tiba-tiba saja suara guntur membangunkan nya.


"Hah ... hah ... hah!"


Suara nafas Red menjadi berat ketika ia bangun dan suasana tiba-tiba jauh berbeda dari mimpinya.


Tak ada ibunya di tempat ini, membuat hati Red terasa tertusuk begitu dalam dan kosong.


Tangan Red bergetar dan tak bisa ia menahan tangisan kerinduan yang teramat sangat, kerinduan yang ia tahan seumur hidup, kerinduan yang membunuhnya secara perlahan.


"Ibu ..." keluhnya dengan suara yang bergetar.


Namun tiba-tiba ....


*Grep!*


Tiba-tiba tangan mungil Winter menggenggam tangan Red yang baru saja terduduk di atas ranjang.


"Koko ... Koko, jangan tinggalkan aku Koko ..."


"Koko ..."


Koko ia rawat sepenuh hati, namun meninggal karena usianya yang sudah tua.


"Koko ..."


Winter masih memanggil nama Koko, membuat Red memicingkan matanya dan dia segera berfokus kepada Winter yang ternyata menemaninya tidur sepanjang waktu.


Red tanpa sadar tersenyum, tangannya yang bergetar tak lagi bergetar karena tangan mungil Winter menggenggamnya erat sekali.


"Cih? KOKO? SIAPA ITU KOKO?"


"Wanita penyihir kecil ini sepertinya adalah playgirl! dia sepertinya memiliki banyak pacar di masa lalunya! awas saja kau gadis kecil!"


Geram Red seolah lupa jika baru saja dia tengah bersedih sekali.


Dia berbaring lagi dan memandangi wajah Winter dari dekat sekali.


Wajahnya yang terlihat sangat indah dan cantik, rasanya kata cantik tak lagi bisa menggambarkan kekaguman Red ketika memandangi wajah itu.


"Koko ..."


Winter masih saja memanggil nama Koko, Red yang kesal langsung mencubit pelan pipi Winter yang memanggil nama oranglain di sisinya.


"Aku akan cari si Koko dan aku akan MENGHABISI nya! KOKO ... seberapa tampan kah kau sampai bisa masuk ke dalam mimpi gadis ku!"


"Berani sekali kau masuk ke dalam mimpi gadis ku! awas saja kau!"


Geram Red tak sadar jika dia baru saja menunjukkan sisi posesif yang keterlaluan, dia tidak suka ketika Winter memimpikan oranglain.


Red tidak tahu saja jika Koko adalah kucing peliharaan Winter yang telah meninggal.


.


.


.


Author : Tolong banget ya jika tidak suka sama karya ku jangan dikasih rating jelek 😭


aku ga update bukan karena aku males atau apa, tapi karena ada masalah dan aku sakit karena pusing mikirin masalah di N.T ini 😭


Jadi please ya, aku tetap akan update dan menyelesaikan novel ini kok, tapi berikan aku waktu. Karena novel ini sama sekali ga dapat promo, dimana hal itu membuat author tidak memiliki pendapatan 😭