Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 117 : Avier sangat manja.



Episode 117 : Avier sangat manja.


***


Hidup itu adalah sebuah anugerah, nafas yang kita hirup setiap hari adalah sebuah berkat yang tak tergantikan.


Avier kehilangan makna kehidupan selama ini, ketika ia kehilangan keluarganya, dia tinggal di dalam kegelapan dan hatinya membeku.


Nafas yang ia hirup ketika ia bangun menjadi hal yang sangat ia benci, dia membenci kehidupan sebelum bertemu dengan Winter.


Seorang gadis yang sangat menghargai kehidupannya, menghargai waktu dan semua yang ia miliki.


.


.


Setelah pagi itu, Avier kembali tenang, dia senang sekali bagaimana Winter selalu berada di sisinya ketika ia membutuhkan dirinya.


Winter telah benar-benar menjadi cahaya hidupnya, sebuah ujung tombak untuk Avier memulai kembali hidupnya.


Setelah beberapa saat ...


Avier dan Winter telah usai membersihkan diri mereka sendiri, dan keduanya tengah sarapan.


Avier hendak membawa Winter ke makam keluarganya setelah ini.


Di ruangan makan,


"Sayang ... apakah kau suka makanannya?" tanya Avier sedang berpangku tangan.


Dia benar-benar suka sekali ketika melihat Winter makan dan mengunyah makanannya.


Winter menganggukkan kepalanya bersemangat, dia seperti tupai yang tengah mengunyah.


Pipinya menggembung dan dia terlihat sangat antusias ketika makan.


Avier tersenyum melihat itu, dia berpangku tangan dan hanya menatap Winter saja ketika makan.


"Ummm ... kenapa kau tidak makan? bukankah kita akan pergi ke suatu tempat? sangat penting mengisi perut ketika hendak melakukan perjalanan ... jika tidak maka akan kesusahan sendiri ketika di perjalanan ..."


Winter berbicara panjang lebar, secara tidak sadar Winter telah menunjukkan warna aslinya.


Suka berbicara dan cerewet.


"Pfft ..." Avier terkekeh melihat Winter yang tengah mengomel.


Mengingatkan dirinya untuk segera ikut makan.


"Hmmm ... aku tidak mau makan jika pacar ku tidak menyuapi aku!"


"Aku tengah menunggu kamu untuk selesai makan, lalu setelah itu kau harus menyuapi aku!"


Seru Avier dengan begitu manja, dia sebenarnya sedang setengah mengerjai Winter juga.


Wajah malu dan memerah Winter entah mengapa sangat menggemaskan baginya, jadi Avier ingin melihat wajah malu dan salah tingkah itu lagi.


"Hmmm? a ... apa?"


"Tapi ... banyak orang di sini, banyak pelayan yang melihat, tidakkah itu memalukan?"


Bisik Winter, dan seperti dugaan Avier, Winter terlihat sangat malu dan salah tingkah.


Dengan melihat sekitar dimana para pelayan berdiri, Winter seolah memastikan jika tidak ada yang mendengar.


"Memangnya kenapa? jika tidak mau menyuapi aku maka aku akan melakukannya sembari membuat mu duduk di pangkuan ku!"


"Kau pilih mana, menyuapi aku tetapi tetap duduk di tempat duduk mu? atau kau tetap menyuapi aku sembari duduk di disini ..." balas Avier dengan begitu nakalnya, sembari menepuk paha nya.


Seolah memberitahu Winter jika dia tidak mau menyuapi nya, maka Winter wajib duduk di pangkuannya.


'Astaga ... penawaran macam apa itu? kenapa lelaki ini jadi sangat nakal? dia tidak begitu sebelumnya!'


'Ini sangat memalukan, namun jika diingat lagi kami sudah melakukan hal yang lebih memalukan, jadi ini bukanlah apa-apa!'


'Lagian aku sadar tidak akan bisa menolak nya!'


Benak Winter terdiam dan merasa kenakalan Avier ini sungguh sudah melewati batas.


Bagi Avier sekarang dunia seolah hanya menjadi milik mereka berdua saja, dan yang lain hanya mengontrak.


"Sayang ... jawab aku! katakan kau akan menyuapi aku!"


"Jika tidak aku akan menarik mu dan duduk di pangkuan ku!"


Avier tidak akan puas jika belum mendapatkan jawaban dari Winter.


Winter yang mendengar itu hanya menghela nafasnya.


"Baiklah ... baiklah, akan aku lakukan!" seru Winter sudah pasrah.


"Hehe ... bagus, kekasihku memang sangat perhatian dan aku semakin suka!" seru Avier mengusap rambut Winter yang masih harus menghabiskan makanannya.


.


.


Dan benar saja sesuai dengan permintaan Avier, Winter sungguh menyuapi Avier di depan semua pelayan.


Dan yang paling membuat Winter malu adalah bagaimana Avier menatap dirinya dengan sangat intens, matanya tidak luput dari Winter dan selalu saja tersenyum nakal ke arahnya.


'Ini sungguh membuat ku malu!'


'Aku bahkan tidak berani lagi melihat ke arah pelayan karena pasti mereka sudah melihat ini!'


'Kenapa Avier menjadi sangat manja? apakah karena aku melamar nya lebih dulu?'


'Apakah ini bagian dari hukuman ku karena dia kesal aku melamar nya?'


'Astaga aku bingung!'


Banyak hal yang dipikirkan oleh Winter, dan Avier menyadarinya.


"Sayang ... kau memikirkan apa? jangan berani memikirkan lelaki lain ya!"


"Kau hanya boleh memikirkan aku, mencintai aku dan mementingkan aku mulai dari sekarang!"


"Jika ada lelaki lain yang kau pikirkan sekarang, aku akan menghabisi lelaki itu!"


"Tidak boleh ada lelaki lain yang ada di pikiran kekasihku!"


Seru Avier sungguh percaya diri.


Dia tetap tersenyum dan matanya tetap melekat menatap Winter.


Avier yang belum pernah berpacaran dan baru pertama kali mencintai seorang gadis, sungguh tidak pandai mencari kata-kata yang romantis.


Avier bahkan tidak sadar jika baru saja Avier telah mengancam Winter secara tidak sengaja.


Mata Winter melebar, lalu ia melihat wajah Avier yang terlihat bangga dengan ucapannya.


Sungguh Avier malah terlihat lugu dan lucu di hadapan Winter, Winter sadar jika ancaman barusan itu merupakan sebuah perhatian dari Avier.


Winter menyadari bagaimana Avier sangat tidak pandai mencari kata-kata romantis untuk dirinya.


"Hmmm, aku mana berani memikirkan lelaki lain!"


"Selain tidak ada waktu, kau juga sudah memenuhi isi kepala ku!" balas Winter tetapi menyuapi Avier.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Avier berdegup sangat kencang sekali, dia merasa ucapan Winter ini sangat provokatif dan menggodanya dengan sangat lantang.


Padahal Winter hanyalah seorang wanita yang berterus terang dan sulit berbohong.


Sungguh pasangan ini sangatlah unik, bagaimana Avier yang tidak memiliki pengalaman berpacaran sedangkan Winter yang selalu berterus terang dengan segala hal yang ia rasakan.


Sehingga Avier selalu menangkap nya sebagai tindakan menggoda.


"Sayang ... kau menggodaku lagi, apakah kau ingin melakukan nya lagi?"


"Aku sih sangat mau dan sangat ingin, tapi kau nanti tidak bisa berjalan!"


"Tadi malam kau bahkan sampai menangis dan beberapa kali ke kamar mandi, hari ini aku ingin membawa mu ke luar dan kau harus diperiksa oleh dokter rekomendasi dari saudara ku!"


"Jadi jangan menggodaku karena jika menyangkut dirimu, aku lemah dan tidak akan bisa menahan diri terlalu lama!"


Bisik Avier membuat Winter terdiam dan mematung.


Avier sungguh berhasil mengembalikan ingatan mengenai tindakan super nakal yang mereka lakukan tadi malam.


'APA YANG BARU SAJA DIKATAKAN LELAKI INI!'


'AKU INGIN MENGHILANG SAJA! AAAAAAAA!'


Seperti ada bom yang meledak di kepala Winter dan Winter sudah tidak bisa menjawab ucapan dari Avier lagi.


.


.


.


.


.