Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 84 : Alasan dibalik kembang api.



Episode 84 : Alasan dibalik kembang api.


***


Sedangkan Red yang tak lagi menghiraukan apapun lagi, dia menarik tangan Winter sampai makanan terjatuh dan segera mencium bibir Winter di hadapan Semua orang.


Tindakan ini benar-benar tidak terhindar olehnya, karena jika dia tak melakukan itu maka mungkin dia akan frustasi karena nya.


.


.


Ketika itu semua mata tertuju kepada Red dan Winter, dimana Red terlihat sangat bersemangat dengan ciumannya.


Sedangkan Winter begitu syok sampai ia melebarkan mata dan menahan nafas sejenak.


"Uhmmm ... tu ... tunggu dulu, aku tidak bisa bernafas!"


Winter mencoba melepaskan dirinya, dimana disamping ia terkejut dan merasa sangat malu dia juga tak bisa bernafas dengan lega.


Mendengar itu Red melepaskan sedikit ciumannya lalu menyeringai nakal.


"Kau masih saja tidak pandai melakukan nya, padahal kau sudah menggodaku sejak tadi ... kau benar-benar penyihir kecil yang paling berbahaya!" bisik Red benar-benar menjadi tontonan orang-orang yang layaknya tengah menonton serial televisi romantis.


*Terdengar suara kembang api*


Pak kepala desa ialah Pak Troy, segera menyalakan kembang api sembari merangkul istrinya.


Dia ingin suasana romantis yang dialami oleh Red dan Winter yang merupakan pengantin baru itu semakin lengkap dengan pemandangan luar biasa.


Sungguh, walau malam itu begitu dingin akan tetapi suasana hati mereka hangat sekali, dimana mereka menghabiskan waktu dengan orang yang terkasih.


"Putra kita pasti sudah bahagia disana istriku ... setiap tahun kita menyalakan kembang api untuknya, sesuatu yang paling ia sukai ..."


Pak Troy berbicara kepada istrinya yang langsung berlinang air matanya melihat pemandangan itu.


Mengingatkan ia terhadap putranya yang telah meninggalkan dunia berpuluh tahun silam ketika hendak menyambut musim salju.


Oleh karena itulah setiap tahun, Pak Troy menambahkan kembang api sebagai perayaan penyambutan musim salju di desanya, untuk mengingatkan mereka atas putra mereka.


.


.


.


Disaat yang bersamaan dikediaman keluarga Goldwil.


"Ayah ... apakah Ayah yang melakukan itu? membuat pacar ku pergi?"


Julia Goldwil, putri tunggal dari Asher tengah menuntut ayahnya yang tengah berada di ruangan pribadinya.


Tadi Julia datang dengan terburu-buru dan wajah yang marah.


Mau bagaimana pun, Julia benar-benar marah kali ini, Ayahnya selalu saja ikut campur dengan urusan pribadinya.


Dan semuanya pasti ulah ayahnya.


*Brak*


Asher memukul meja dimana semakin membuat suasana tegang dan hubungan antara ayah dan putrinya ini semakin meregang.


"Julia ... kau itu putriku satu-satunya, hanya hubungan darah yang menghubungkan kita ... jangan mengasah kesabaran ku, Ayah sudah memperingati mu untuk tidak bergaul dengan orang-orang kelas rendah!"


"Kau masih harus bersyukur karena Ayah tidak membunuh teman-teman mu itu! jika sekali lagi kau tidak menuruti perintah Ayah maka kau tidak akan bisa keluar dari rumah ini sampai Ayah mendapatkan jodoh yang tepat untukmu!"


"Mengerti?"


Geram Asher yang telah kehilangan kesabarannya kepada putri semata wayangnya ini.


Julia yang memiliki mata yang mirip dengan ibunya, berwarna biru dan wajah yang kelihatan sangat cantik namun tegas mengeluarkan ekspresi marah namun mulutnya sudah tak bisa lagi membantah.


Julia tahu watak ayahnya, bagaimana Ayahnya adalah orang yang keji, bahkan Julia merasa tak pernah nyaman berada di kediaman Ayahnya sendiri.


"Aku jadi mengerti Ayah, mengapa Ibu tak pernah mau melihat mu bahkan hingga akhir hayatnya!" geram Julia benar-benar sudah kelewatan berbicara lantang kepada Ayahnya.


"JULIA! KAU!"


"SUDAH KU KATAKAN JANGAN MEMBAHAS WANITA ITU!" teriak Asher akan benar-benar menghukum putrinya ini.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Tetapi tiba-tiba saja ada ketukan dari pintu dimana bawahan langsung Asher Goldwil tengah datang menghadap hendak memberikan informasi yang sangat penting.


"Tuan ... maafkan saya atas kelancangan saya, tetapi ada informasi penting yang harus saya sampaikan, orang yang kita cari selama ini telah ditemukan jejak terakhir dimana dia berada ..."


Bawahannya itu membahas mengenai orang yang mereka cari selama ini, dan mata Asher melebar lalu ia menyeringai dengan tajam.


"Bagus!" geramnya dengan wajah yang benar-benar puas.


Entah siapa yang mereka bahas namun Asher segera meminta pengawal untuk membawa Julia ke ruangannya dan akan dikurung disana sampai amarahnya mereda.


Lalu ia berbicara secara pribadi dengan bawahannya untuk laporan yang membahagiakan ini.


.


.


.


.


Edit : Si Troy bukan bapaknya Red, adegan itu ditambah agar Red semakin melihat jika di dunia ini sebenarnya banyak orang kehilangan seperti dia juga.


Jadi tolong diperhatikan lagi ya 🥺


Terimakasih 🙏