
Episode 37 : Apakah kau sudah pernah berciuman?
***
Lalu saat mata keduanya bertemu, Winter sebenarnya sudah tak bisa menahan dirinya untuk segera mengalihkan pandangannya.
Dia sungguh tak berani bertemu pandang dengan Red, tetapi perintah Red yang mengatakan dia harus melihat matanya membuat Winter tak memiliki pilihan lain selain bertahan.
“Mata mu indah … aku tidak tahu kenapa aku sangat penasaran dengan mu, apa yang ada pada dirimu yang tidak dimiliki oleh gadis gadis lain!”
“Aku benar-benar penasaran!” bisik Red mulai meraih wajah lembut Winter.
Winter semakin cantik ketika dilihat dari jarak yang sangat dekat.
‘Cantik sekali, aku jadi penasaran, apakah gadis ini sudah melakukannya dengan kedua mantan pacar nya itu!’ benak Red mulai mendekatkan wajahnya semakin dekat.
Bahkan nafasnya sudah terasa di wajah Winter.
‘Apa ini, apa yang akan terjadi … kenapa dia semakin dekat, aku benar-benar akan pingsan jika dia semakin dekat seperti ini!’
Winter semakin panik dalam dirinya, dia tidak bisa melarikan diri dari jeratan sang bos mafia ini, tidak juga bisa menolak dan mengutarakan apa yang ia inginkan.
Bahkan sekarang Winter tengah menahan nafasnya beberapa saat karena terlalu tegang.
“Apakah kau sudah pernah berciuman sebelumnya?” bisik Red berbicara dengan jarak yang sangat dekat.
Ketika ia menanyakan hal itu, Winter bisa merasakan cengkeraman tangan Red semakin kencang di bagian pipinya.
Seolah jawaban Winter selanjutnya akan mempengaruhi sikap Red terhadap Winter.
“A … aku sudah pernah berciuman di pipi Tuan,” balas Winter jujur sekali.
Dia tidak ingin berbohong sedikitpun kepada Red.
Rasanya Red akan langsung tahu segalnya jika Winter bebohong jadi lebih baik jujur saja.
“Hmmm? Hanya ciuman pipi? Bahkan dengan David juga?”
Red meragukan jawaban yang diberikan oleh Winter, Red tidak percaya bagaimana Winter sudah berpacaran dua kali tetapi belum pernah berciuman sebelumnya.
“Pembohong, aku benci kepada orang yang suka berbohong,"
"Jadi demi hubungan baik ke depannya, maka aku akan memastikannya sendiri …” balas Red segera membuat Winter syok.
'Membuktikan secara langsung? bagaimana? apa yang akan dilakukan lelaki ini, astaga aku benar-benar tidak tahan lagi, untuk pertama kalinya aku berharap ingin pingsan sekarang juga!'
Seru Winter sama sekali tak mengerti jalan pikiran Red, seolah setiap ucapan yang dikatakan oleh Red semuanya berbentuk puzzle di mata Winter.
Akan tetapi Winter segera sadar jika cara pembuktian itu ternyata adalah Red akan melihat respon Winter ketika ia menciumnya dengan tiba-tiba.
Red ingin menggunakan bibirnya sendiri untuk merasakan apakah Winter benar-benar polos atau tidak.
.
.
.
Tanpa aba-aba bibir keduanya segera menyatu membuat Winter melebarkan mata dan tak bisa berkata apa-apa.
‘Apa ini ... apa ini?’
‘Sejak kapan dia mencium ku?’
‘Lalu mengapa dia melakukannya sembari memelukku dengan kencang sekali, aku bahkan tidak bisa bergerak dengan bebas!’
Winter berteriak dalam hatinya.
Tentu saja dia tidak bisa berteriak secara langsung, jika dia mengekspresikan penolakan nya secara nyata maka mungkin dia akan langsung dijatuhkan dari gedung tinggi ini.
Akan tetapi Winter dengan kedua tangannya mencoba mendorong dada Red agar sedikit menjauh agar dia bisa bernafas lega.
Red benar-benar mencium Winter saat itu, melakukannya dengan cara dewasa membuat Winter semakin syok tentunya.
Winter sama sekali tidak berbohong jika dia memang belum pernah berciuman bibir sebelumnya.
Hal yang dilakukan Winter ketika berciuman itu adalah menahan nafasnya, lalu memejamkan matanya dengan sangat kuat.
Red menyeringai ketika tahu jika Winter tidak berbohong, sembari mencium Winter, Red membuka matanya lalu menyeringai melepaskan Winter sedikit.
“Kau tidak berbohong rupanya, kau benar-benar tidak pernah melakukannya,”
“Jangan menahan nafas mu terlalu lama, kau bisa mati karena menahan nafas terlalu lama nanti!” seru Red entah mengapa terlihat begitu puas ketika melihat reaksi Winter yang sama sekali tidak berbohong mengenai ciuman itu.
'‘Bibir ini adalah milikku karena aku yang pertama!” seru Red dengan bangga.
Winter hanya diam saja, dia juga tak bisa berbuat apa-apa, jadi dia diam mematung dan pasrah begitu saja.
Keduanya masih berjarak begitu dekat, bahkan ketika Red berbicara dia menatap lekat bibir merah yang sudah menarik perhatiannya sejak awal.
Red mengusap bibir merah alami yang basah oleh salivanya, lalu gairah yang besar yang entah dari mana datangnya muncul membuat kepalanya pusing.
"Hanya karena ciuman aku bisa seperti ini, aku semakin ingin menguasai mu gadis kecil!" bisik Red mendekap Winter dengan bebas lalu melahap bibirnya lagi.
Tetapi ciuman kali ini tidak seperti tadi yang begitu menekan dan terburu-buru, kali ini ciuman itu terasa sangat lembut namun tetap saja sangat menggelikan bagi Winter.
'Ternyata lelaki ini sangat sangat mesum! dia sudah menahannya beberapa saat tetapi dia akhirnya juga ingin menodai aku!'
'Tahan Winter ... kau hanyalah tawanan, kau tak bisa melakukan apapun, demi Ayah ...'
Winter hanya bisa pasrah saja, dia tidak tahu cara melakukan ciuman dengan benar sehingga dia hanya menerima perlakuan dari Red saja.
Bahkan kadang Winter menahan nafas karena merasa sesak ketika mereka terlalu dekat.
"Uhmm ... aku kehabisan nafas, Tuan tolong ..."
Winter sudah tidak tahan, dia kehabisan nafas lagi, dia mencoba mendorong Red ketika itu.
Red yang menyadari jika dia telah kehilangan dirinya hanya karena sebuah ciuman segera melepaskan Winter.
Winter segera menarik nafasnya dan terlihat begitu menderita ketika baru saja menahan nafas terlalu lama.
Sedangkan Red, menatap Winter dengan tatapan yang aneh, merasa aneh dengan dirinya sendiri bisa kehilangan dirinya hanya karena sebuah ciuman biasa saja.
Red dan Winter masih saling berhadapan, Red mengusap pipi Winter yang begitu lembut.
"Kau sebening salju putih, mungkin aku memang hanya ingin mengotori mu saja!"
"Pasti karena itu, hanya itulah alasan mengapa aku bisa begitu gila sekarang!"
"Aku ingin menjadikan mu simpanan melayani ku, agar kau kotor seperti salju yang terkena oleh darah!"
Red membisik, dia bertanya-tanya dalam hatinya mengenai apa yang membuatnya begitu gila dan penasaran terhadap Winter.
Dan untuk saat ini jawaban yang ia dapatkan hanyalah jika Red pasti hanya ingin mengotori Winter saja, agar Red merasa puas dengan dirinya.
.
.
.
.
Author : Yuhu crazy up hari ini sudah selesai, aku sudah update tiga episode hari ini, ditunggu besok lagi yaa sheyeng 😘❤️
Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️
Lope you sekebon jeruk semua, terimakasih ya sudah setia membaca karya ku yang banyak kekurangan ini 😌