
Episode 44 : Kau harus makan banyak!
***
Dia tidak peduli lagi dengan pedoman hidupnya yang harus melakukan hubungan hanya dengan suami saja.
Segalanya benar-benar sudah tidak penting sekarang.
Yang penting adalah melakoni peran dengan maksimal.
.
.
Winter segera turun ke bawah, ke ruang makan dimana disana Red sudah menunggunya.
Mata mereka langsung bertemu dimana hak itu membuat Winter nampak segan dan menunduk lagi.
Red masih mengenakan piyama nya, dia kelihatan sangat bebas dengan gaya berpakaiannya.
Winter dengan gugup berdiri ke sisi Red, sungguh dia belum memiliki keberanian untuk duduk di kursi yang ada di sebelah Red jadi dia berdiri.
Red berpangku tangan melihat reaksi penyihir kecil yang membuatnya mengubah beberapa rencananya.
Seolah mencari cara agar Winter Benson tidak masuk dalam rencana kejinya.
"Apa yang kau lakukan disana? apakah kau benar-benar suka aku paksa dan tarik?"
"Aku sih tidak masalah ..."
"Jika kau belum duduk di sini, aku akan menarik mu dan aku akan mengubah menu makan pagi ku menjadi memakan mu!"
Seru Red dengan lantang dan tentu saja di dengar semua pelayan yang ada di ruangan.
Mereka semua syok bagaimana Winter sudah berubah status di kediaman ini.
Disaat yang sama Winter yang sudah terlanjur malu dengan pipi memerah segera menunduk hormat.
"A ... aku akan duduk Tuan," balasnya sedikit gugup dan segera duduk di sisi Red.
"Cih, kalau sudah diancam baru menurut! dasar gadis yang suka membangkang, makanlah!"
Gerutu Red meminta Winter untuk makan di sampingnya.
Sungguh, Red sudah memiliki hobby baru sekarang, ialah melihat Winter makan, rasanya sangat menyenangkan melihat bagaimana pipi Winter akan menggembung ketika makanan masuk ke mulutnya.
"Baik Tuan ..." balas Winter menurut sekali, walau sama seperti biasa sebenarnya Winter sangat mengatur pernafasannya ketika bersama Red agar dia tidak sesak karena terlalu tegang.
'Winter, ini hanya permulaan ... tugas pertama menjadi simpanan adalah makan dengan lahap!'
Seru Winter dalam dirinya dengan sangat bersemangat untuk melakoni tugas pertama jadi simpanan ialah makan dengan lahap.
"Kenapa makan mu sedikit sekali?"
"Makan yang banyak atau aku akan menghabisi mu!"
"Dengan tubuh lemah dan tak bertenaga ini berani sekali kau makan dalam jumlah yang sedikit!"
"Jika kau berani makan sedikit di hadapan ku akan akan menghabisi mu!"
Red marah marah tidak jelas pagi itu, dia menghujani Winter dengan ancaman demi ancaman agar Winter makan sampai kenyang.
Dan entah mengapa biasanya Winter akan langsung ketakutan dan bergetar hebat jika saja Red membentaknya, tapi kali ini sama sekali tidak takut.
Mungkin karena Winter sudah beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Winter melahap makanan nya dengan baik, dia makan dalam jumlah banyak agar Red tidak marah-marah lagi padanya.
Setelah memastikan Winter makan dengan baik, barulah Red ikut mengisi energi nya pagi itu.
Sungguh pagi yang sedikit aneh di mansion Red, perubahan sikap dan cara perlakuan Red terhadap Winter benar-benar bisa membuat geleng-geleng kepala karena terlalu cepat perubahan itu.
.
.
Di saat yang bersamaan,
Hari ini seharusnya Winter dan David akan bertemu lagi di kafe yang sama.
Akan tetapi baru saja Winter membatalkan pertemuan mereka karena ada urusan mendadak.
David yang sudah merias dirinya dengan sedemikian rupa untuk membuat Winter terkesan terduduk lemas di kamar nya.
Ponselnya masih ia genggam dan pikirannya melayang kemana-mana.
"Apa yang sebenarnya terjadi Winter?"
"Kenapa hatiku mengatakan kau sedang berbohong kepada ku?"
"Tetapi walau aku sadar jika semua ini hanyalah kebohongan aku benar-benar senang bertemu dengan mu ..."
David memiliki firasat jika Winter tengah berbohong kepadanya.
"Jika uang yang memang menjadi tujuan akhir mu, maka aku akan memberikan sebanyak apapun itu karena aku sudah senang kau berada di sisiku!"
David akan memberikan uang jika memang yang Winter butuhkan darinya hanyalah uang.
"Tok ... Tok ... Tok!"
Pintu kamar pribadinya diketuk ...
"Tuan ... Anda di minya oleh Ayah anda untuk segera ke ruangannya ..."
Kepala pelayan memanggil David untuk segera datang ke ruangan pribadinya.
"Haaah!"
David menghela nafas dalam lalu mengusap rambutnya dengan kasar.
"Baik ... aku akan segera kesana ..." seru David dengan nada bicara yang kurang senang.
Bagaimanapun, David pasti akan dimarahi lagi oleh ayahnya, karena belum bisa memimpin proyek apapun di perusahaan Roshfil.
.
.
Setau itu David datang ke ruangan ayahnya ...
Di ruangan pribadi Harry Roshfil,
"Ayah ..." David sudah datang dan menghadap Ayahnya, sudah siap dengan segala bentakan yang akan ditorehkan oleh ayahnya pagi ini.
"Kau sudah datang?"
"Baguslah, ini ..."
Harry memberikan informasi seorang wanita muda yang sudah dirangkum menjadi satu file.
"Pelajari informasi tentang nya, dia adalah putri satu-satunya keluarga Goldwil, aku berpikir akan sangat bagus jika kau memperistri dirinya ..."
"Bayangkan sehebat apa keluarga kita jika kita berbesan dengan keluarga Goldwil?"
Harry memaksa putranya lagi dalam ambisinya.
Bahkan kali ini memaksa David untuk mendekati putri satu-satunya dari keluarga Goldwil yang sangat terkenal itu.
David menunduk dan dia sudah tak bisa menahan emosinya lagi, selama ini dia hanya menurut karena tidak ingin mendapatkan masalah dan bertengkar dengan ayahnya.
Namun kali ini bagi David, ini sudah benar-benar keterlaluan.
"Ayah ... aku tidak mau,"
Balas David pelan sembari mencengkeram tangannya kuat.
"APA?"
Nada bicara Harry sudah meninggi, dia menatap putranya dengan begitu tajam seolah tak menyangka ada jawaban penolakan dari putranya.
"Iya ... aku tidak mau melakukan itu, bisakah aku memilih wanita yang aku suka?"
"Bahkan untuk wanita saja Ayah mengatur segalanya, apakah hidupku adalah hidup Ayah?"
"Aku ..."
Belum sempat David mengucapkan seluruh isi hatinya ...
"Brak!"
Harry yang terkenal dengan temperamental nya memukul meja kerjanya dengan sangat kuat.
"Kau tahu kan Ayah tidak suka ditolak, jangan membuat masalah dan jangan membantah David!"
"Semua ini aku lakukan hanya untuk mu dan masa depan mu!"
"Kau akan ikut dalam pertemuan satu minggu lagi dengan keluarga Goldwil, pelajari informasi gadis itu dan sebelum hari itu tiba ... kau dilarang keluar dari rumah, apa kau mengerti?"
Harry benar-benar keras bahkan kepada putranya sendiri sekalipun.
.
.
.
.
Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejar target crazy up 🥺
Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️
Lope you sekebon jeruk semua, terimakasih ya sudah setia membaca karya ku yang banyak kekurangan ini 😌