Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 51 : Meminum wine?



Episode 51 : Meminum wine?


***


"Hmmm ... menarik sekali, penyihir kecil sudah berubah menjadi penggoda rupanya ..." bisik Red meraih gelas wine dan menyodorkan nya kepada Winter.


"Minumlah ... aku ingin kau meminum nya ..." bisik Red terhadap Winter yang tadi benar-benar panik telah mendorong Red secara spontan.


Winter menatap wine itu kemudian pandangannya beralih ke arah Red, sebenarnya Winter kurang suka meminum minuman seperti ini.


Tetapi lagi dan lagi selama dia berada di sisi Red, maka pilihannya bukanlah sesuatu yang pantas untuk dipertimbangkan.


"Baik Tuan," balas Winter menundukkan kepalanya hormat, lalu meraih gelas wine itu dan segera meneguknya.


Rasanya sedikit manis, Winter memejamkan matanya menyipit ketika meneguk minuman itu.


Red hanya memandangi saja, lalu ketika ia melihat Winter memasukkan minuman itu ke mulutnya ...


Red segera menarik belakang leher Winter agar dia bisa segera melahap bibir gadis ini.


Dia membuat Winter terkejut sampai tak sadar telah menjatuhkan gelas wine sampai pecah.


"Uhmmp!"


Winter menahan nafas dan matanya melebar ketika merasakan jika wine yang tadi ada di mulutnya diambil seluruhnya oleh Red.


'Apa ini? rasanya aku mau pingsan karena tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi!


Benak Winter menahan nafasnya sejenak dan matanya melebar.


Bibirnya dan bibir Red menyatu lagi, dan Red seolah begitu nyaman melakukan ciuman panas ala dewasa itu dengan Winter.


Red sadar jika Winter menahan nafasnya barusan, jadi Red melonggarkan ciumannya sejenak.


"Jangan salahkan aku, kau meminum minuman ku dan memecahkannya gelas ku, aku tidak memiliki pilihan lain selain meminum nya dari mulut mu!"


"Lagian, kau harus terbiasa dengan ini, bukankah kau memang ada di sisiku untuk menyenangkan aku?"


Bisik Red menyeringai tajam, dia puas sekali dan tidak menyangka jika ciuman saja sudah membuatnya seolah mabuk kepayang seperti ini.


"Hah!"


Winter mencengkeram tangannya kuat, mau bagaimana pun dia tak akan pernah terbiasa dengan hal seperti ini jadi tubuhnya tak bisa menutupi reaksi penolakan.


Bagaimanapun Winter sadar jika lelaki mengerikan ini sangat tidak suka ditolak.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Pak Ronni mengetuk pintu kamar pribadi Tuannya.


"Tuan, persiapan sudah selesai Tuan, Tuan sudah bisa berangkat kapan saja," seru Pak Ronni memberitahu Red jika semua persiapan sudah selesai.


Sai memang sudah mengkoordinasikan mengenai keberangkatan Red ke pedesaan.


"Apa yang kau lakukan? apakah kau suka dan gendong oleh ku? kenapa kau masih duduk di pangkuanku?" seru Red ketika mendapati Winter terdiam membisu duduk menunduk di pangkuannya.


Winter segera terperanjat, matanya yang bulat itu tanpa sadar bersitatap lagi dengan mata tajam Red yang gelap.


"Ma ... maafkan saya Tuan, saya tidak akan lancang kepada anda sampai harus menggendong saya ..." seru Winter sungguh dengan bahasa yang baku dan kaku.


Bahasa tubuhnya masih saja kelihatan kaku dan terkadang memberikan respon menolak ketika berada di sisi Red, tetapi bagi Red itulah salah satu hal yang menarik dari Winter.


Tubuhnya dan ucapannya tak pernah bisa berbohong.


'Matanya cantik sekali, di cantik bukan hanya ketika ia makan, tetapi juga ketika dia menatap ku seperti tadi ...'


Red terdiam sebentar menuju betapa cantik mata Winter barusan, sampai akhirnya ia bangkit dengan pipinya yang entah mengapa memerah.


"Astaga, kenapa hari ini sangat panas!" celetuk Red mengusap kasar rambut nya dan berjalan mendahului Winter.


"Panas? padahal hari ini sangat dingin, walau matahari terik tetapi suhu udara sangat dingin, mengapa Tuan Red mengatakan hari ini panas?"


Sama seperti Pak Ronni yang kebingungan, tentu saja Winter juga kebingungan ketika mendengar hal itu.


.


.


.


.


Semoga besok bisa Crazy up ya guys, jangan lupa di like, komen dan jika berkenan gift nya hehe. 😘🤍🍊