Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 128 : Pesan seorang Ayah!



Episode 128 : Pesan seorang Ayah!


***


"Aku ..." belum sempat Winter membalas pertanyaan Avier.


Avier langsung memeluk Winter dan membuat semua orang yang belum pergi itu heboh.


"Aku sangat merindukan kamu sayang ... jangan tinggalkan aku lagi, jika kau mau pergi kau harus bersama ku!" seru Avier benar-benar tidak suka kekasihnya pergi tanpa dirinya.


Pelukannya itu sangat erat dan hangat seolah menunjukkan jika semua yang dikatakan oleh Avier adalah benar adanya.


Jika Avier sungguh merindukan dirinya walau hanya beberapa saat berpisah.


Setelah itu, Wilson melihat betapa Avier kelihatan sangat mencintai putrinya.


Cita-cita Wilson yang tersisa akhirnya tercapai, ingin melihat putrinya dicintai dan disayangi oleh lelaki.


Karena Wilson juga adalah lelaki dia bisa langsung tahu jika Avier sungguh mencintai putrinya lebih besar dari yang ia duga.


Wilson menundukkan wajahnya dan tersenyum, dia ingin pergi secara diam-diam namun Avier yang menyadari nya menghentikannya.


"Tunggu ..." seru Avier membuat Wilson Benson melebarkan mata dan langkah kakinya terhenti.


"Aku ... emmm, ingin bicara secara pribadi dengan mu ..." seru Avier membuat Wilson syok dan terkejut sekali.


Avier mengajaknya bertemu dan berbicara secara pribadi, rasanya Wilson tidak percaya akan hal ini.


Winter yang melihat itu tersenyum merekah, dia tahu Avier adalah pribadi yang sangat hangat dan baik hati.


Walau sering marah, tidak pandai menunjukkan kebaikan hatinya, tetapi bagi Winter, Avier adalah seseorang yang begitu berkilau karena hatinya yang hangat dan besar.


"Tuan Avier ... saya ..." Suara Wilson bergetar hebat, rasanya dia tidak pantas berbicara dengan Avier setelah dosa yang ia perbuat di masa lalu.


Wilson benar-benar bersalah atas persetujuan nya di masa lalu, dan dia tak akan pernah melupakan rasa penyesalan itu.


"Jangan panggil aku Tuan, karena sebentar lagi aku akan menjadi menantu mu ... aku mengajakmu berbicara secara pribadi ingin mengatakan ini!" seru Avier sudah mengajak Wilson Benson berbicara agar jauh dari Winter agat pembicara mereka tidak di dengar.


Mendengar jika Avier ingin menikahi putrinya membuat Wilson menangis, dia terharu sekali dan tak mampu mengatakan apapun lagi.


"Tuan Wilson, saya ingin meminta ijin untuk menikahi putri anda, juga mengenai kesalahan di masa lalu ..."


"Aku memang sangat marah dan menaruh kebencian yang tidak terukur untuk mu karena membiarkan aku hidup!"


"Tetapi setelah aku pikirkan dengan hati yang jernih, aku menyadari jika anda tidak lah salah sepenuhnya, anda memang salah karena menerima tawaran namun anda tidak melakukannya!"


"Yang mau aku katakan adalah jika anda tidak perlu pergi jauh untuk menebus kesalahan anda, karena aku sudah memaafkan anda, dan keluarga ku juga pasti melakukan hal yang sama."


Seru Avier masih terlihat kaku dan wajah angkuh nya itu terlihat sangat jelas sekarang.


Sebenarnya Avier bersikap seperti itu karena malu.


dan menurut Avier lebih baik Wilson tinggal di sini saja agar istrinya tidak bersedih karena ayahnya nantinya.


Wilson yang mendengar ucapan itu merasa hatinya menjadi lega, Wilson menangis lalu ia melihat Avier yang memiliki aura pemimpin yang begitu besar di hadapannya.


"Tuan Avier ... maksud ku, calon menantuku, aku benar-benar merasa sangat bahagia ketika kamu memaafkan aku, tetapi mengenai kepergian ku, itu semua keputusan ku sendiri ..."


"Beban di hatiku hanya bisa lunas jika aku pergi dan melayani orang banyak, aku akan kembali menjadi orang biasa dan membantu orang sebanyak yang aku mau!"


"Aku akan kembali pulang ke negara ini jika sudah saatnya ..."


"Dan ..." Ketika Wilson mengatakan ucapannya, dia melihat ke sisinya dimana Winter melihat ke arah mereka dari jarak yang cukup jauh.


"Putriku, dia sakit dan sedikit lemah, penyakitnya tidak terlalu berbahaya tetapi membuatnya jadi lemah, aku ingin kau menjaga nya Nak,"


"Aku mungkin tidak pantas mengatakan ini akan tetapi, tolong cintai dia selamanya, aku ingin dia bahagia, jika kau tidak mencintainya lagi suatu hari nanti, hubungi saja aku dan aku akan membawa nya pulang ..."


"Dia adalah putriku yang sangat berharga dan aku sangat menyayangi nya ..."


Avier yang mendengar itu melebarkan matanya dan tangannya ia kepal.


Lalu dengan percaya diri dia menjawab ucapan calon ayah mertuanya ini.


"Aku tidak akan pernah berhenti mencintai Winter, dia satu-satunya wanita yang aku cintai dan hal itu tidak akan berubah!"


"Aku mengenal hatiku dan aku tahu jika rasa cinta ku akan semakin besar setiap harinya!"


Seru Avier seolah tidak mau kalah menunjukkan cinta nya yang begitu besar terhadap Winter.


Avier juga melihat kearah Winter dan tersenyum.


"Ada apa dengan Ayah dan Avier? kenapa mereka berdua seolah sedang bertanding sesuatu?"


"Sama-sama tersenyum seperti itu, ckckck!"


Winter keheranan melihat sikap Ayahnya dan Avier yang seolah sedang bertanding untuk suatu hal.


.


.


"Ehem!" Avier segera memerah pertandingan menunjukan perasaan cinta itu.


"Aku memang tidak bisa menahan anda untuk tidak pergi, tetapi setidaknya anda harus pergi setelah aku dan Winter menikah, aku akan menikahi Winter dua hari dari sekarang ..."


"Sebelum aku kembali ke publik dan merebut kekuasaan Ayahku, aku akan menikahi Winter lebih dahulu ..."


Seru Avier membuat Wilson menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, aku akan pergi setelah kalian menikah ..."


"Sekali lagi terimakasih sudah memaafkan aku, dan bahkan mencintai putriku." seru Wilson benar-benar terharu sekali.


"Memaafkan mu dan mencintai Winter, semuanya adalah keputusan dan pilihan ku sendiri, tidak perlu berterimakasih." balas Avier menyudahinya pembicaraan nya dengan Wilson Benson.


Avier segera pergi melangkah ke arah Winter yang menunggu mereka selesai berbicara.


"Sayang ... peluk aku, aku baru saja melakukan hal yang hebat!" seru Avier merentangkan tangannya dan benar-benar manja sekali ingin langsung dipeluk oleh Winter.


"Hal besar apa? apa yang kalian bicarakan memangnya?" tanya Winter segera memeluk Avier seperti yang diinginkan olehnya.


"Rahasia, kau akan tahu nanti!"


"Sekarang, kita pergi dulu karena sebentar lagi akan badai salju!" seru Avier menggenggam tangan Winter dengan sangat erat.


"Tapi Ayah?" balas Winter melihat ke arah Ayahnya yang sudah sampai di dekat mereka.


"Ayah ada urusan sebentar, akan menyusul ke tempat kalian ..." seru Wilson membuat Winter tenang.


Winter tenang karena mengetahui jika Ayahnya masih belum pergi dan akan datang ke tempatnya segera.


.


.


.


.


Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya 🥺


Juga jika kosa kata masih banyak yang janggal nanti akan segera aku perbaiki.


Jangan lupa berikan saran membangun ya semuanya, Lope you sekebon jeruk 😘❤️