Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 127 : Aku adalah hadiah!



Episode 127 : Aku adalah hadiah!


***


"Wanita suka kejutan Tuan, dan Tuan pasti menjadi kejutan terbaik untuk dirinya." seru Pak Ronni membuat Avier melebarkan matanya dan melihat ke arah Pak Ronni dengan sangat antusias.


"Pak Ronni, Kau jenius! aku akan menaikkan gaji kalian semua karena ini! ha ha ha!"


"Aku memang hadiah terbaik untuk nya!"


Seru Avier tanpa menyantap makan siangnya langsung pergi mempersiapkan diri untuk menyusul Winter.


.


.


Ketika Avier mendapatkan ide brilian itu dari Pak Ronni, mood Avier berubah sepenuhnya, dia tersenyum melangkah dengan cepat menuju kamar pribadinya.


Dia segera pergi ke ruangan pakaian besar yang berada di kamar pribadinya.


*Avier bahkan bersenandung lagu ketika memilih pakaian untuk nya pergi ke taman bermain*


"Aku harus terlihat super tampan agar kekasihku bangga kepadaku!"


.


.


Di dalam imajinasi Avier sekarang :


"Sayang ... kau tampan sekali, bahkan datang ke tempat ini sebagai hadiah untukku,"


"Kekasih ku yang tampan, sini aku peluk kamu, aku cium kamu!"


"Sini aku manjain kamu!"


"Kekasih ku ini memang yang terbaik dan paling tampan sedunia!"


Avier berimajinasi jika Winter akan menyambutnya seperti itu dan memberikannya pelukan dan ciuman yang disukai olehnya.


.


.


Kembali ke kenyataan :


"HA HA HA!"


"Aku tidak sabar melihat wajah menggemaskan itu, aku sangat merindukan nya, dan aku bisa gila jika bertemu dengannya sekarang!" geram Avier memilih pakaian dengan cermat dan seksama, dia harus memakai pakaian yang membuat ketampanan nya semakin membludak tentunya.


Setelah memilih beberapa lama, dia akhirnya memakai setelan coklat mewah, jasnya juga kelihatan sangat mahal dan mewah.


Bagaimanapun, semua pakaian yang dikenakan oleh Avier memang dirancang khusus oleh designer ternama di dunia.


Jadi tidak salah jika semua yang dikenakan olehnya selalu pas di badan dan menonjolkan ketampanannya yang memang berada di puncak tertinggi.


"Sempurna! kekasihku akan bangga kepadaku!" seru Avier melihat dirinya di cermin ruangan pakaiannya.


Dia tersenyum bangga dan dagunya ia naikkan seperti biasa.


Matanya segera menangkap syal merah yang dibuatkan oleh Winter untuknya.


"Ah, aku harus mengenakan ini," seru Avier segera melingkarkan syal merah itu ke lehernya.


Setelah itu dia hendak pergi, tetapi sebelum pergi dia harus menghubungi Sai dulu.


.


.


"Tring ... Tring ... Tring!"


"Halo Bos?"


Sahut Sai dengan cepat sudah mengangkat panggilan dari Bos nya.


"Kejutan yang aku katakan itu, saat matahari hendak terbenam semuanya harus sudah rampung ya ..."


"Aku ingin memberikan kenangan paling indah untuk calon istriku!" seru Avier sembari melangkah menuju lobby mansion nya.


Sai yang mendengar itu tersenyum begitu bahagia.


"Baik Bos, semuanya pasti akan tampung saat matahari hendak terbenam ..." balas Sai segera mengakhiri panggilan itu.


"Silahkan masuk Tuan ..." seru supir yang bertugas mengantar Avier sekarang ini membuka pintu untuk tuannya.


Setelah itu Avier masuk ke dalam mobil dan mereka segera melakukan perjalanan menuju taman bermain itu.


.


.


"Ice cream nya enak, ice cream memang paling enak dimakan saat musim salju!"


Seru Winter terhadap Ayahnya yang juga tengah menikmati ice cream di tangannya.


"Iya ... Ayah jadi ingat Ibumu suka marah jika kita makan ice cream, dan pada akhirnya dia ikut makan, dan rasa kesukaan nya ..."


"Rasa Matcha!"


Wilson Benson dan Winter Benson segera mengatakan rasa kesukaan Ibu Winter secara bersamaan.


"Hahahaha!"


Keduanya segera tertawa ketika itu, Winter bersandar di bahu Ayahnya sembari memakan ice cream.


Mereka sudah menjadi beberapa wahana permainan dan sekarang mereka sedang bersantai di sebuah kursi panjang di dekat pohon.


Jika duduk disana maka mereka bisa melihat pemandangan keseluruhan taman bermain.


Saat itu sudah jam 3 sore, nampaknya salju akan turun hebat sehingga taman bermain harus di tutup jam 4 sore.


"Ayah ... haruskah kita pulang, hari ini kita sudah bersenang-senang, aku tidak ingin Ayah lelah ..." seru Winter berdiri dan hendak mengajak Ayahnya pulang.


Wilson yang mendengar itu segera tersenyum dan berdiri.


Dia setuju, dia akan mengantar putrinya kembali pulang, karena jika mereka pulang lebih lama maka salju akan membuat macet dan mereka akan kesusahan pulang.


"Baiklah, ayo kita pulang putriku ..." seru Wilson Benson hendak melangkahkan kakinya pergi pulang.


Akan tetapi sebelum mereka benar-benar melangkah ...


*Terdengar suara ricuh di sekitar mereka*


"Astaga tampan sekali, kenapa ada manusia setampan itu di dunia?"


"Siapa dia? aku belum pernah melihat lelaki setampan ini sebelumnya, bahkan proporsi tubuhnya sangat sempurna!"


"Kyaaa! tampan sekali, aku ingin melihatnya lebih dekat!"


Avier sudah sampai ke taman bermain itu, lalu dengan wajah bangga dan cara jalannya yang angkuh di memecah keramaian yang sudah mengangumi seberapa tampan dirinya.


"Tuan, Nyonya Winter dan Ayahnya ada di ujung dekat pohon!" seru anak buahnya dari telepon memberitahu lokasi Winter secara tepat.


"Kenapa berisik sekali?" seru Winter hendak melihat ke keramaian, mengapa tiba-tiba berisik dan ramai ketika taman bermain ini sudah akan ditutup.


"Apakah ada yang terjadi?" seru Winter masih penasaran.


Dan alangkah terkejutnya Winter ketika melihat dari keramaian itu terlihat seorang lelaki super tampan, dengan syal merah khas melangkahkan kakinya dengan percaya diri ke arahnya.


'Astaga ... kenapa dia ada disini?'


Benak Winter menyadari jika lelaki yang mengakibatkan keributan itu adalah kekasihnya sendiri.


Avier tersenyum nakal dan puas ketika melihat Winter sudah melihat ke arahnya.


"Itu dia penyihir kecil ku!" seru Avier melangkah lebih cepat.


"Urus semua keributan ini, jangan ada yang mengganggu kami!" perintah Avier kepada anak buahnya yang masih tersambung dengan panggilan telepon nya.


"Baik Bos!" seru semua anak buahnya dan akan mengurus semua orang yang berbondong-bondong hendak melihat Avier dari dekat.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Langkah kakinya semakin cepat dan dia berada di hadapan Winter sekarang.


"Sayang ... aku datang ke sini sebagai hadiah ... apakah kau senang?" seru Avier benar-benar bangga dan percaya diri mengatakan hal itu.


Tentu saja Winter dibuat kebingungan dengan pertanyaan tiba-tiba dari Avier.


"Aku ..." belum sempat Winter membalas pertanyaan Avier.


Avier langsung memeluk Winter dan membuat semua orang yang belum pergi itu heboh.


"Aku sangat merindukan kamu sayang ... jangan tinggalkan aku lagi, jika kau mau pergi kau harus bersama ku!" seru Avier benar-benar tidak suka kekasihnya pergi tanpa dirinya.


Pelukannya itu sangat erat dan hangat


.


.


.


.


Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya 🥺


Juga jika kosa kata masih banyak yang janggal nanti akan segera aku perbaiki.


Jangan lupa berikan saran membangun ya semuanya, Lope you sekebon jeruk 😘❤️