
Episode 52 : Perjalanan Winter dan Red menuju Pedesaan.
***
Sesuai dengan rencana, Red tidak ingin membuang-buang waktu nya, jadi dia langsung bergegas pergi ke pedesaan sesuai dengan informasi yang ditemukan oleh anak buahnya.
Kali ini Red tidak sendirian, dia temani oleh Winter yang tak memiliki pilihan lain selain menuruti Red.
Juga banyak anggota yang mengikuti dari belakang, dan sudah berangkat lebih dulu dari Red untuk mempersiapkan seluruh keamanan berlapis untuk Red, sang bos mafia.
.
.
Sebentar lagi akan musim salju, udara sangat dingin ketika mereka berangkat, keduanya terdiam di dalam mobil.
Winter merasa kantuk yang sangat berat ketika mobil melaju dengan kecepatan stagnan, mereka melewati perkotaan hingga memasuki lereng bukit.
Perjalanan mereka masih sangat panjang tetapi Winter sudah tak mampu menahan rasa kantuknya.
'Jika aku terlelap pasti aku akan dihabisi oleh Tuan Red, apa yang harus aku lakukan?'
Winter dilema, dia sangat ingin tidur di dalam perjalanan, akan tetapi dia terlalu takut jikalau melakukan hal itu maka Red mungkin akan tersinggung dan memarahi dirinya.
Red mengetahui bagaimana Winter terlihat sangat mengantuk, Red juga sadar Bagaimana Winter sepertinya takut tertidur di sisinya.
Red berpangku tangan menatap Winter yang tidak bisa luput dari pandangannya sedikitpun.
'Pipinya menggemaskan sekali, caranya melirik ke arah ku benar-benar terlihat imut!'
'Caranya menahan matanya agar tidak tertutup membuatnya terlalu terlalu menggemaskan,'
'Setiap hal yang ia lakukan benar-benar imut di mataku, apakah aku sudah gila?'
'Dia ini anak musuh ku! ah ... masa bodoh lah, aku benar-benar tidak tahu lagi!'
Red selalu bertentangan dengan apa yang ia rasakan, dia sungguh terpesona dengan segala dalam diri Winter.
Setiap hal yang ia lakukan terlihat terlalu menggemaskan bagi Red.
'Apakah lelaki ini sudah tidur? aku sudah di ambang batas ku!'
Berbeda dengan Red yang tidak berhenti mengagumi Winter, Winter masih saja berusaha menahan kantuk nya, dan pada akhirnya dia sudah tidak tahan.
Winter memberanikan dirinya untuk menoleh ke sisinya, untuk memastikan apakah Red masih terjaga atau tidak ...
Dan ...
"Ah ... akhirnya Tuan tertidur juga, jadi aku juga bisa tidur," keluh Winter pelan ketika mendapati jika Red sudah memejamkan matanya sambil berpangku tangan.
Winter tak menunggu lama segera menyandarkan dirinya di kursi mobil agar kepalanya terasa nyaman.
Karena sudah terlalu mengantuk, Winter tak lagi merasakan apapun dan langsung terlelap begitu saja.
Ketika Winter sudah tertidur dan terlelap di sisinya, Red membuka matanya dan duduk tegap agar bisa melihat Winter dari dekat.
Tentu saja Red sama sekali tidak tertidur, dia hanya ingin Winter bisa tidur tanpa merasa takut, jadi dia berpura-pura memejamkan matanya.
"Gadis ini bisa tidur dalam sekejap! jika ada orang yang menculik nya maka mungkin dia tidak akan tahu!"
Gerutu Red ketika mendapati Winter sudah terlelap begitu lelap dalam tidurnya.
.
.
Red segera membuka laptop canggih yang memang dengan sengaja ia bawa, dia berkoordinasi dengan Sai dengan misi yang memang sengaja di berikan Red terhadap dirinya dan juga Ayah Winter.
Ya, Wilson Benson akan ikut andil dalam hal ini, entah apa tujuan dari Red, tetapi dia seolah mencari segala cara untuk bisa menerima Winter.
"Bos ... Wilson Benson sudah bertemu dengan dia ... saya akan kirimkan rekaman tersembunyi secara langsung yang tengah terjadi ..."
Sai memberikan informasi mengenai misinya.
Dimana Sai tengah memonitor pertemuan rahasia antara Wilson Benson dengan seseorang.
Ini semua akan menjadi benang entah rencana rahasia Red yang begitu besar dan akan menyumbangkan orang-orang besar tengah ada di puncak.
.
.
.
.