Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 70 : Trauma Red yang mengerikan.



Episode 70 : Trauma Red yang mengerikan.


.


.


.


Di kediaman sementara Red dan Winter,


Para Ibu-ibu masih belum kembali, mereka menjelaskan jika malam ini ada pesta kembang api untuk menyambut musim salju.


Mereka sangat berharap agar Winter bersedia bersama suaminya untuk datang.


"Malam ini akan ada pesta kembang api yang biasa dilakukan warga desa ketika menyambut musim salju,"


"Walau musim salju baru akan terjadi sekitar Minggu depan, tapi kami sudah sepakat untuk melakukan perayaan nya sebelum salju benar-benar turun, kasihan para orang tua jika diluar saat salju turun ..."


Ibu kepala desa mengundang Winter dengan sangat berharap, dari ucapannya sepertinya Winter tidak diberikan kesempatan untuk menolak.


"Ummm ... aku dan su ... suami ..."


"Ummm ... aku dan suamiku akan berusaha untuk datang Ibu-ibu sekalian ..."


Balas Winter dengan sangat berat hati, dia mengerti bahasa isyarat dari anggota Red tadi jika dia harus mengikuti drama pernikahan muda yang tidak terjadi itu.


Winter merasa mulutnya membeku seketika ketika menyebut Red sebagai suaminya.


Semuanya sungguh terasa tiba-tiba bagi Winter, bagaimana dia secara mengejutkan berperan sebagai istri dari Red.


Bahkan sebelumnya Red tidak memberitahukan hal itu kepada Winter.


Setelah pembicaraan itu, para Ibu-ibu yang berkunjung semuanya kembali pulang, karena mereka juga sadar tidak baik berkunjung ke kediaman pengantin yang baru menikah.


.


.


Disaat yang bersamaan,


Red yang sedang merasakan rasa sakit dan kemarahan yang tak terbendung sedang dalam perjanalanan, nafasnya sangat berat dan tubuhnya bergetar hebat.


Dadanya sesak karena mengingat kejadian paling menyakitkan yang ia alami dalam hidup.


Setelah bertemu Dave, Red seolah bisa mengingat semuanya secara jernih lagi.


Ketika ia tak bisa melakukan apapun demi menyelematkan keluarganya.


"Aku benci! ingin ku bunuh! aku marah tapi tak ada yang bisa mengembalikan keluarga ku!"


"Kenapa semesta begitu jahat!"


Red mengusap kasar rambut nya, dia mencengkeram kuat tangannya kemudian dan saat ini sepertinya Red sedang merasakan efek trauma mengerikan yang ia rasakan setiap tahun.


Dimana jika sebelum salju pertama muncul, Red akan menyakiti dirinya sendiri, mencoba segala hal untuk membuat rasa sakit yang begitu hebat dalam hatinya menghilang, ialah dengan melakukan segala cara menyakiti dirinya sendiri.


Jika di mansion, biasanya Red akan mengikat dirinya sendiri agar dia tidak melakukan hal berlebihan, dimana hal itu mungkin akan mengancam nyawanya, dimana Red masih harus hidup demi membalaskan dendam.


"Haaah!"


Anak buah Red tahu apa yang harus ia lakukan, ialah mengemudi dengan cepat agar sampai ke rumah kosong, memberikan obat penenang kepada bosnya.


.


.


Hanya beberapa saat mobil sudah sampai di rumah kosong.


Saat itu Ibu-ibu dari desa baru saja kembali, jadi makanan yang mereka bawa masih ada di atas meja.


*Ctak!*


Red membuka pintu dengan terburu-buru dan tangan bergetar hebat, wajahnya memerah karena emosi yang meluap dan trauma yang mengerikan.


"Bos ... ini adalah obat penenang mu,"


Anak buah Red terlihat mengikuti dari belakang dan memberikan obat penenang untuk Red.


Red menerima obat itu dengan tangan bergetar hebat, lalu meneguk obat dengan. sangat cepat.


Kala itu mata Red tertuju dengan sangat tajam ke arah Winter yang sudah berdiri kebingungan melihat perubahan sikap Red ketika kembali.


Sangat berbeda dari Red yang tadi pagi.


Red yang ini terlihat sungguh menakutkan dengan tatapan mata yang begitu tajam.


.


.


"Prang!"


Gelas tempat minum yang tadi ia genggam dilempar oleh Red, lalu ia melangkah kearah Winter.


"Pergi dari sini!" geram Red kearah anak buahnya yang masih berada di sana.


Hal itu membuat anak buahnya segera beranjak pergi dengan cepat, tahu jika dia juga tak bisa berada di sisi bosnya jika traumanya sedang kambuh.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Sungguh langkah kaki Red terdengar mengerikan di telinga Winter.


Winter sampai berjalan mundur secara tidak sadar, merasa takut sekali dengan aura mengerikan dari Red.


.


.


.


.


Author : Guys untuk saat ini mungkin aku update satu episode dulu ya, lagi ada masalah di Noveltoon nih


Terimakasih 🙏