Boss Mafia's Hot Girl

Boss Mafia's Hot Girl
Episode 106 : Rencana utama.



Episode 106 : Rencana utama.


***


"Guci ini akan saya berikan sebagai hadiah untuk anda Tuan Asher, sebagai simbol persaudaraan kita yang semakin kuat ..."


"Saya harap hubungan bisnis diantara kita juga menguat," seru Harry Roshfil menyerahkan guci besar itu ke pihak Asher.


Asher ketika melihat gambaran di Gucci itu merasa pusing dan mual, dia tidak suka melihat guci itu dan sebentar lagi mungkin akan ia hancurkan dan buang ke laut saja.


*Tiba-tiba ada gangguan koneksi di alat penghubung para pengawal semua pebisnis yang ada di ruangan*


Tentu saja itu adalah ulah tim Sai dari ruangannya.


"Tuan ada gangguan sambungan koneksi, biarkan saya memeriksa ke ruangan operator!" bisik salah satu pengawal kepada Tuannya.


Lalu pengawal itu segera diijinkan pergi.


Namun pengawal yang pergi memeriksa ke ruangan operator tentu saja tidak akan pernah kembali.


.


.


*Tring*


Ada sinyal datang dari tim Wilson Benson dan Gerald Ortega.


"Sai, Kevin ... sudah saat nya!"


Bisik Avier menunggu anak buahnya memberikan sinyal hijau.


*Duar ... Duar ... Diar*


Terdengar suara sedikit berisik dari suatu tempat, dan ternyata suara itu adalah suara kembang api yang dinyalakan secara sembarangan.


Harry Roshfil yang tidak suka kebisingan yang menganggu itu segera menatap tajam ke arah orang kepercayaan nya dan menggerakkan kepalanya sebagai simbol memerintahkan anak buahnya itu memeriksa ke luar ruangan kapal pesiar.


Anak buah Harry Roshfil segera keluar dan para penembak jitu langsung siaga, mereka memiliki insting kuat jika ada sesuatu yang tidak biasa tengah terjadi.


Namun sudah terlambat, tim Kevin yang menyelinap menjadi pelayan telah sampai di pos masing-masing penembak jitu dan ...


*Senjata yang tak mengeluarkan bunyi sudah menembus tubuh mereka*


Tanpa mengeluarkan suara dan tanpa sempat memberikan sinyal bahaya, semua penembak jitu itu sudah lumpuh tak bisa bergerak.


Sama hal nya dengan Sai, tim nya segera mematikan cahaya di ruangan itu.


Yang artinya dia segera menyelinap dari antara para tamu ke tempat yang sudah dikosongkan oleh tim Kevin yang telah mengamankannya tempat itu.


***


Semua terjadi begitu cepat.


Para pengawal yang tertinggal segera mengamankan para tuan mereka.


"Apa-apaan ini? kenapa tiba-tiba mati lampu?"


"Apakah kau meremehkan aku Harry?"


Geram Asher merasa merinding, ada sesuatu yang tidak beres namun semakin ia pikirkan semakin jauh jawaban dari hadapannya.


"Tidak Tuan Asher, orang-orang ku sudah memeriksa keluar ... tunggu sebentar Tuan ..." seru Harry benar-benar akan murka kepada semua anak buahnya yang tidak becus.


Padahal pertemuan ini sangatlah penting untuknya menjalin kerja sama yang semakin erat bersama Asher Goldwil.


*Ctak*


Sampai pada akhirnya lampu menyala ..


DAN ....


"APA-APAAN INI!" Teriak Asher ketika melihat semua orang telah tergeletak tidur di lantai.


Semua tamu telah terkapar karena obat tidur dosis tinggi yang telah diletakkan oleh Kevin di setiap minuman semua tamu di ruangan itu.


*Terdengar suara kedua pintu akses di ruangan itu di kunci oleh beberapa orang*


Ketika Asher Goldwil dan Harry Roshfil panik dengan wajah pucat mereka, mereka akhirnya sadar jika mereka telah dikepung secara keseluruhan.


Disetiap sudut ruangan telah terlihat beberapa penembak jitu handal mengenakan penutup kepala hitam dan berdiri tegap.


Lalu seseorang yang menjadi pemeran utama malam ini, seseorang yang merencanakan pembalasan ini seumur hidupnya melangkahkan kaki menuju podium dimana Asher dan Harry berada.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Suara langkah kaki Avier menggema di seluruh ruangan, karena ruangan itu tiba-tiba menjadi sunyi dan diam.


.


.


.